Ungkap Kasus Korupsi Program Pamsimas di Simeulue, Polisi Sita Uang Rp 319 Juta

Kapolres Simeulue, AKBP Agung Surya Prabowo (tengah) bersama oara pejabat lain saat konferensi pers pengungkapan kasus korupsi Pamsimas di Mapolres Simeulue. (Ist)

Simeulue, Acehportal.com - Sat Reskrim Polres Simeulue mengungkap kasus dugaan korupsi dalam pembangunan sarana Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (Pamsimas) di Simeulue yang bersumber dari dana APBN/APBK Tahun Anggaran 2017 dan APBN Tahun Anggaran 2018.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan dan menetapkan dua orang tersangka beserta puluhan item barang bukti yang disita, termasuk uang tunai senilai Rp 319 juta lebih.

Kapolres Simeulue, AKBP Agung Surya Prabowo melalui Kasat Reskrim, Ipda M Rizal mengatakan, pengungkapan kasus dugaan korupsi ini dilakukan berdasarkan sejumlah laporan masyarakat yang dibuat ke Mapolres Simeulue.

"Ada 45 desa di kabupaten Simeulue yang menjadi TKP, ini kasus yang terjadi tahun 2017 dan 2018, sebanyak 71 orang saksi diperiksa terkait kasus ini," ujarnya saat dikonfirmasi Senin (14/9/2020) malam.

Dua tersangka yang diamankan berinisial DN (43), warga Lhokseumawe selaku District Coordinator Pamsimas Simeulue serta MFW (31), warga Simeulue selaku District Financial Management Assistance Pamsimas Simeulue saat itu.

"Keduanya selaku koordinator kegiatan Pamsimas Simeulue dalam hal pendampingan kegiatan pada kelompok swadayaan masyarakat, terlibat langsung dalam pengadaan pipa dan aksesoris tahun yaitu menentukan penyedia atas pengadaan barang dan jasa berupa pengadaan pipa dan aksesoris tahun 2017 dan 2018 atas 45 kelompok swadayaan masyarakat yang tersebar di Simeulue," jelasnya.

Dalam pengadaan pipa dan aksesoris itu, dilakukan pembelian langsung oleh DN dan MFW dengan spesifikasi yang tidak sesuai SNI (Standar Nasional indonesia) dan tidak sesuai dengan SPK (Surat Penjanjian Kerja) serta petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan Pamsimas.

"Sehingga selisih pembelian di bawah harga SPK itu mengakibatkan negara mengalami kerugian yang telah diaudit oleh BPKP Aceh, uraiannya sebagai Realisasi Pembayaran KKM kepada Rekanan/Penyedia Rp 4.968.102.450, Realisasi Pengadaan dan Biaya Pengangkutan Rp 3.676.934.250 dan Nilai Kerugian Negara Rp 1.291.168.200," paparnya.

Selain uang tunai senilai Rp 319 juta, polisi juga menyita barang bukti lainnya seperti sejumlah dokumen penting, laptop, printer, gulungan pipa serta yang lainnya.

Kedua tersangka melanggar Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 3 jo Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Sebagaimana diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) KUHPidana.

"Ancam hukuman pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 20 tahun serta denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar. Sebanyak Rp 319 juta hasil sitaan dikembalikan ke negara," tambah Ipda M Rizal.

Penulis:Redaksi
Editor:Hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...