Pinjam Uang Pacar Dengan Alasan Tebus Mobil di Kantor Kejaksaan, Pemuda Ini Diamankan Polisi

Tersangka diamankan polisi. (Ist)

Banda Aceh, Acehportal.com - Pria berinisial IU (19), salah seorang warga di Aceh Besar akhirnya berurusan dengan pihak kepolisian. Dimana, ia diduga telah melakukan penipuan dan penggelapan sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 378 KUHP Jo 372 KUHP.

IU diduga telah melakukan penipuan dan penggelapan terhadap korbannya yakni Riska Amandalia (17) di depan Kantor Camat Darul Kamal, Aceh Besar, Selasa (8/9/2020) kemarin.

Pelaku meminjam uang korban sebesar Rp 8,6 juta dengan alasan ingin menebus mobil miliknya yang saat ini disita oleh Kejaksaan Negeri Aceh Besar.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto melalui Kasat Reskrim, AKP M Ryan Citra Yudha mengatakan, tersangka IU diamankan oleh personel Unit Reskrim Polsek Kuta Alam di salah satu warung kopi dalam wilayah Kuta Alam setelah melakukan koordinasi dengan Unit Pidana Umum Polresta Banda Aceh, Sabtu (12/9/2020).

"Berdasarkan laporan polisi LPB/413/lX/YAN2.5/2020/SPKT tanggal 12 September 2020, kami melakukan pendalaman dan penyidikan terhadap kasus yang menimpa korban sehingga membuahkan hasil dalam penanganan kasus tersebut," kata Kasatr/ Reskrim, Minggu (13/9/2020).

Tersangka IU pun mengakui perbuatannya dan ia merupakan pacar dari korban. Semua uang yang dipinjam tersebut, sebenarnya digunakan untuk keperluan pribadi dan menutupi pembayaran mobil yang dirental selama ini olehnya.

AKP Ryan menjelaskan, saat itu tersangka IU dengan bujuk rayuannya kepada korban Riska Amandalia agar meminjamkan sejumlah uang guna melakukan penebusan mobil yang disita oleh kejaksaan.

Dengan alasan, apabila nanti mobil sudah ditebus, maka akan dijual serta uang milik korban akan dibayarkan oleh tersangka IU. Namun ini semua tidak benar, sehingga korban melaporkan kepada kami untuk dilakukan pengusutan.

"Kami melakukan penahanan terhadap tersangka berdasarkan sudah terpenuhinya dua alat bukti, diantaranya keterangan para saksi, dikarenakan tidak adanya upaya dari tersangka atau keluarganya untuk mengembalikan kerugian (restorative justice), dan dalam hal ini penyidik khawatir tersangka melarikan diri, menghapus barang bukti dan mengulangi tindak pidana, maka dilakukan penahanan di sel Polresta Banda Aceh," tambahnya.

Karena diduga melakukan penipuan dan penggelapan, sehingga polisi mensangkakan Tersangka IU dengan Pasal 378 KUHP Jo 372 KUHP.

Penulis:Redaksi/Rilis
Editor:Hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...