Latihan Antar Satuan Koopsau I Jalak Sakti 2020 Lanud SIM

Pangkoopsau I: Sinergitas TNI-Polri, Masyarakat dan Stakeholder di Indonesia Penting

Pangkoopsau I, Marsekal Muda TNI Tri Bowo Budi Santoso bersama Wali Nanggroe, Malik Mahmud dan pejabat lainnya saat diwawancarai di Lanud SIM. (Hafiz Erzansyah/Acehportal.com)

Banda Aceh, Acehportal.com - Latihan Antar Satuan Komando Operasi TNI Angkatan Udara (Koopsau) I Jalak Sakti 2020 dimulai hari ini, Selasa (8/9/2020), di Lanud Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Aceh Besar. Diketahui, latihan ini bertemakan "Operasi Militer Selain Perang".

Tak hanya latihan tempur, prajurit TNI Angkatan Udara bersama pihak lainnya yang dalam hal ini adalah sejumlah lembaga pemerintah juga mengadakan simulasi dan penanganan terkait kebencanaan.

Puluhan hingga ratusan prajurit TNI AU menunjukkan kebolehannya, mulai dari menangkap pesawat asing yang masuk ke wilayah Aceh tanpa izin, atraksi terjun payung hingga taktik serangan dan melumpuhkan musuh.

Bersama lembaga seperti BNPB, Basarnas, PMI dan Kementerian atau Dinas Sosial, para prajurit ikut ambil bagian dalam simulasi penanganan bencana, mulai dari penanganan awal hingga proses evakuasi medis dan penyaluran bantuan korban bencana.

Kegiatan ini dihadiri langsung Asops Kasau, Marsda TNI Henri Alfiandia, Pangkoopsau I, Marsekal Muda TNI Tri Bowo Budi Santoso beserta rombongan, Pangdam IM, Mayjen TNI Hassanudin, Danlanud SIM, Kolonel Pnb Mohamad Satriyo Utomo, Wali Nanggroe, Malik Mahmud, Wakapolda Aceh, Brigjen Pol Raden Purwadi, Kakansar Banda Aceh, Budiono dan lainnya.

Latihan dan simulasi dilakukan dengan mengerahkan sejumlah kendaraan taktis, termasuk beberapa pesawat tempur F-16, pesawat Hercules dan helikopter Super Puma milik TNI AU serta helikopter AS365 N3+ Dauphin milik Basarnas.

Pangkoopsau I, Marsekal Muda TNI Tri Bowo Budi Santoso mengatakan, latihan dan simulasi ini sengaja dilakukan dengan melibatkan sejumlah lembaga pemerintah lainnya untuk kepentingan dalam menghadapi kebencanaan kedepan.

"Tadi kita sudah lihat ada keterlibatan heli Basarnas, PMI, Dinas Sosial, relawan dan lainnya. Ini sesungguhnya saat operasi militer perang itu bisa dimainkan sesuai dengan apa yang dilakukan tadi," ungkapnya.

Seperti misalnya, lanjut Tri Bowo, bencana yang terjadi di suatu pulau yang tak dapat didarati pesawat. Dalam kondisi itu, pihaknya akan menerjunkan tim khusus untuk melakukan penanganan awal seperti mengambil gambar udara, menghitung tingkat kerusakan akibat bencana hingga jumlah korban.

"Termasuk evakuasi medis, kargo bantuan dan lainnya, tadi sudah kita lihat kemampuan prajurit kita, kedepan yang paling penting adalah sinergitas TNI-Polri, masyarakat dan stakeholder yang ada di Indonesia ini. Saya berharap tidak hanya di Aceh, ini kan baru level Koopsau I, ya mudah-mudahan nanti bisa lebih besar skup nasional yang kita latih dalam konteks yang lebih menarik lagi," jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga melaksanakan karya bakti dan bakti sosial, menyalurkan bantuan sembako yang akan dibagikan kepada masyarakat di Universitas Venezuela (Poliven) Ingin Jaya, Aceh Besar dan dana rehab Masjid Alfurqan Beurawe, Banda Aceh serta dana rehab Meunasah Gampoeng Bueng Page, Aceh Besar.

Seluruh rangkaian kegiatan ini diikuti para peserta dan tamu hadirin dengan mematuhi protokol kesehatan. Para peserta dan seluruh tamu undangan tampak serentak menggunakan masker serta mencuci tangan dan berjaga jarak.

*Latihan Koopsau I Jalak Sakti 2020 di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru

Terpisah, Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau), Marsekal TNI Fadjar Prasetyo meninjau Mission Oriented Training (MOT) dalam latihan Koopsau I Jalak Sakti 2020 di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau, Senin (7/9/2020) kemarin.

Dalam peninjauan latihan MOT tersebut, Kasau memberikan apresiasi kepada para penerbang yang berhasil menembakkan misil dengan tepat pada target sasaran.

Kasau pun mengunjungi Gedung Air Combat Maneuvering Instrumentation (ACMI) untuk menyaksikan pergerakan pesawat tempur yang sedang melaksanakan latihan manuver lapangan dengan sasaran Air Weapon Range (AWR) Siabu, guna melihat kemampuan para penerbang tempur dalam operasi udara dengan berbagai formasi melalui layar monitor yang terintegrasi dengan pesawat tempur dilanjutkan menerima paparan dari Danlanud dan Danwing 6 Lanud RSN.

Usai menyaksikan pertempuran udara melalui ACMI, Kasau berkesempatan meninjau langsung Air Weapon Range (AWR) Siabu yang berada di Kampar, Riau dengan menggunakan Helikopter Caracal.

Latihan MOT dimaksudkan untuk memberikan kemampuan penerbang TNI AU pada misi-misi pertempuran dalam operasi udara, sekaligus meningkatkan kemampuan koordinasi dan kerjasama antara penerbang yang mengoperasikan alutsista TNI AU.

Kegiatan latihan ini berlangsung selama dua hari dengan melibatkan pesawat tempur yang terdiri dari 2 pesawat Hawk 100/200 dari Skadron Udara 12, 8 pesawat F-16 dari Skadron 16, 2 pesawat tempur dari Skadron 1 dan 1 Boeing intai dari Skadron 5.

Penulis:Redaksi
Editor:Hafiz
Rubrik:Umum

Komentar

Loading...