7 Cara Menjaga Kesehatan Seksual Selama Pandemi Covid-19

Ilustrasi: Di tengah wabah virus corona, pelbagai aktivitas tak bisa berlangsung seperti biasa sebelum virus ada. Termasuk, soal kehidupan seksual. Berikut cara menjaga kesehatan seksual saat pandemi. (Foto: istockphoto/Samarskaya)

Jakarta, Acehportal.com - Sebagian orang masih menganggap membicarakan isu kesehatan seksual adalah hal tabu. Padahal para ahli kesehatan juga organisasi internasional seperti WHO memandang, kesehatan seksual sebagai dimensi penting di bidang kesehatan dan kesejahteraan manusia.

"Orang memiliki hak atas kesehatan seksual, informasi seputar kesehatan seksual termasuk peraturan publik yang mendukung kesehatan seksual," kata Michael McGee, edukator kesehatan seksual dan profesor di Montclair State University dikutip dari Everyday Health.

Tepat 4 September dirayakan sebagai Hari Kesehatan Seksual Sedunia (World Sexual Health Day). Dan tahun ini, peringatan tersebut mengambil tema 'Sexual Pleasure in Times of Covid-19'. Pandemi turut mempengaruhi kehidupan seksual pasangan. Namun bukan berarti corona merampas hak Anda untuk memperoleh pengalaman seksual yang menyenangkan dan aman.

Apa saja yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan seksual?

1. Edukasi diri

Melansir dari Harvard Health Publishing, Anda disarankan untuk memperkaya diri dengan informasi seputar kesehatan seksual. Cari sumber-sumber informasi yang bisa dipercaya untuk membantu memahami persoalan seksualitas.

Informasi yang benar juga bisa membantu Anda berkomunikasi dengan pasangan jika menemui kesulitan memulai obrolan.

2. Waspada corona tanpa dibawa stres

Masa pandemi tak pelak menimbulkan rasa takut, cemas bahkan sampai stres. Padahal dalam kehidupan berumah tangga, hubungan seks jadi salah satu elemen untuk menjaga keintiman dengan pasangan. Sebaiknya jangan sampai stres menjarah kebahagiaan hubungan seks Anda.

Seksolog Dokter Boyke Dian Nugraha mengingatkan, pada para pasangan untuk senantiasa waspada akan penularan virus tapi tidak sampai dibawa stres. Dalam sebuah wawancara, ia menyarankan agar para pasangan menanamkan pemahaman bahwa tiap orang yang ditemui di mana pun bisa jadi pembawa virus. Oleh karena itu, protokol kesehatan harus senantiasa dilaksanakan seperti cuci tangan, menjaga jarak fisik dan mengenakan masker.

3. Jaga kebersihan tubuh

Menjaga kebersihan diri juga berarti menjaga kebersihan pasangan dan menjaga dari kemungkinan penularan virus corona. Terlebih, jika Anda dan pasangan sudah kembali bekerja di kantor, kebersihan diri jelang berjumpa dengan pasangan jelas mesti diperhatikan.

"Pas pulang, lepas sepatu, taruh di luar, mandi, cuci rambut, ganti baju. Kalau bisa jam tangan, dompet, tas disemprot desinfektan, baru ketemu pasangan. Jadi masuk rumah pastikan sudah bersih," kata Boyke kepada CNNIndonesia.com melalui panggilan telepon beberapa waktu lalu.

4. Konsumsi makanan sehat

Kesehatan tubuh lewat konsumsi makanan sehat turut berkontribusi pada kesehatan seksual. Ini dimulai dari pemenuhan kebutuhan gizi seimbang juga mengontrol asupan garam, gula dan lemak.

Konsumsi makanan sehat juga turut membantu menjaga berat badan. Orang yang kelebihan berat badan dan obesitas berisiko tinggi mengalami hipertensi, kelebihan kolesterol dan diabetes. Penyakit-penyakit ini turut mempengaruhi kesehatan seksual.

Menjaga berat badan bisa mengurangi risiko penyakit yang berhubungan dengan impotensi (disfungsi ereksi) dan masalah seksual lain. Terlebih jika Anda merasa nyaman dengan tubuh sendiri, niscaya seks bakal lebih menyenangkan.

5. Olahraga

Kesehatan seksual perlu didukung tubuh yang sehat termasuk berolahraga secara rutin. Melansir dari Times of India, olahraga bisa membantu menjaga sirkulasi darah dengan menjaga sistem kardiovaskular.

Olahraga pun bisa membantu menjaga kondisi fisik sehingga performa Anda di 'ranjang' jadi maksimal plus tidak gampang loyo.

6. Kenali penyakit menular seksual

Seks memang menyenangkan tapi juga sekaligus punya risiko. Penyakit menular seksual bisa merusak kesenangan, mengganggu kesuburan bahkan ada pula yang sampai mengancam nyawa. Melansir dari Everyday Health, Anda perlu mempelajari tentang penyakit menular seksual.

Apa saja?

Penyakit menular seksual ini meliputi identifikasi atau mengenal gejala, pencegahan, juga melakukan tes untuk penyakit menular seksual tidak hanya pada diri Anda tapi juga bersama pasangan. Selain itu jika memiliki penyakit menular seksual, sebaiknya memiliki pemahaman bagaimana mengatasi atau hidup dengannya.

7. Tak perlu ragu mengunjungi tenaga profesional

Kadang isu seksualitas tidak bisa diselesaikan hanya dengan membaca tips dari artikel-artikel kesehatan. Ada kalanya persoalan di ranah 'ranjang' musti dibawa ke ranah profesional. Namun sayangnya kesadaran ini masih rendah.

"Kunjungan ke tenaga profesional biasanya karena tekanan kebutuhan. Dan kadang ini sangat sulit," kata McGee.

Jika memang persoalan tak kunjung mendapatkan solusi, sebaiknya konsultasi ke tenaga profesional termasuk dokter atau psikolog klinis. Ini lebih baik daripada menunggu dan berharap persoalan bisa hilang dengan sendirinya.

Komentar

Loading...