Diduga Puluhan TKA China Kembali ke Lokasi Proyek Setelah Sempat Dikeluarkan

Anggota Komisi V DPRA, Tarmizi SP asal Meulaboh, Aceh Barat

Sukamakmue, Acehportal.com - Anggota Komisi V DPRA, Tarmizi SP menduga bahwa 37 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China yang sebelumnya dikeluarkan dari lokasi proyek PLTU 3-4 Nagan Raya, Kamis (3/9/2020) pukul 14.10 WIB kemarin, diketahui kembali lagi ke lokasi proyek.

Dijelaskannya, dugaan tersebut muncul setelah beberapa media mempublikasikan terkait keberadaan 37 TKA tersebut bahwa dikabarkan belum setengah perjalanan menuju ke Banda Aceh mereka para TKA China itu diketahui dikembalikan lagi ke lokasi proyek PLTU 3-4 Kabupaten Nagan.

Berdasarkan hal itu, Tarmizi SP yang juga membidangi ketenagakerjaan asal Meulaboh, Aceh Barat itu mengaku sangat menyesalkan jika benar seperti dikabarkan TKA asal China tersebut dikembalikan lagi ke lokasi proyek PLTU 3-4.

"Seharusnya dilakukan pengawas dari pihak Ketenagakerjaan Nagan Raya untuk mendampingi para TKA sampai ke Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh Besar seperti yang dilakukan sebelumnya, bukan melepaskan mereka begitu saja, ini aneh kalau menurut saya," kata Tarmizi SP kepada Acehportal.com saat dikonfirmasi, Jumat (4/9/2020) malam.

Menurutnya, walaupun ke 37 TKA asal China itu sekaligus melengkapi dokumen, namun dirinya menegaskan mereka lebih baik tidak harus kembali lagi ke lokasi proyek PLTU 3-4 Nagan Raya, kecuali mereka mampu menunjukkan sertifikat keahlian kalau memang itu juga tidak dilengkapi berarti pihak perusahaan wajib mempekerjakan tenaga kerja daerah.

"Yang sangat kita sesalkan disini adalah, pemerintah tutup mata terkait keberadaan TKA asal China itu atau seolah pemerintah seperti tak berdaya, dimana lagi Marwah kedaulatan negara," tegas dia.

Atas kejadian tersebut membuat Tarmizi yakin seperti ada yang mem back-up dan punya kekuatan "Super Power" dibalik kedatangan ke 37 TKA asal China itu ke kabupaten Nagan Raya untuk tenaga proyek PLTU 3-4 Nagan Raya.

"Jika memang benar seperti dugaan saya, berarti perbuatan tersebut sangat memalukan dan dimana rasa tanggung pemerintah khususnya Dinaskermobduk terkait keberadaan TKA tersebut," paparnya.

Yang lebih meyakinkan lagi, sambung Tarmizi, kejadian ini sudah terjadi berulang kali terjadi. Maka berdasarkan hal tersebut pihaknya menilai seperti membenarkan ada kekuatan dibalik Asal China tersebut.

Sebelumnya, Komisi I dan V DPRA sudah pernah memanggil pihak terkait termasuk PT MPG dalam rapat resmi di DPRA pada bulan lalu. Saat itu, kata Tarmizi, hadir pihak Polda Aceh, Pemerintah Aceh dan Imigrasi Banda Aceh.

Di dalam pertemuan antara pihak terkait dengan PT MPG yang membawahi pekerjaan asing di PLTU 3-4 Nagan Raya tersebut, lanjutnya, saat itu meminta kepada yang bersangkutan jika memasuki tenaga kerja asing harus melengkapi dokumen dulu. Jika memang ditemukan pelanggaran akan ditindak tegas.

"Namun yang terjadi saat ini adalah kasus 29 TKA asal China yang dulu belum selesai, malah bertambah lagi 37 TKA asal China datang lagi ke PLTU 3-4 hanya bermodal dokumen visa kunjungan," tambahnya.

Berdasarkan hal tersebut, jelas Tarmizi, bahwasanya pihak DPRA mencurigai kehadiran tenaga kerja asal China itu ada kekuatan besar dibalik kedatangan mereka ke lokasi proyek PLTU 3-4 Nagan Raya.

Sementara, aturan perundang-undangan ketenagakerjaan asing notifikasi keluar ketika TKA masih berada negaranya, bukan sampai kenegara tujuan baru di urus, pengurusan tersebut juga diketahui setelah adanya protes dari masyarakat.

"Menurut penilaian publik benar seperti yang dikabarkan di media mulai dari perusahaan kecil sudah berani melanggar peraturan di negara dari pusat sampai ke daerah, coba bayangkan Kalau perusahaan besar, mana ada lagi wibawa pemerintah Indonesia ini berarti lemah dalam menjaga kedaulatan," tutupnya.

Penulis:Dani
Editor:Hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...