Sanksi Tak Biasa Pelanggar PSBB: Push Up, Tidur di Peti Mati, Masuk Ambulans

Warga dihukum tidur di peti mati (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)

Jakarta, Acehportal.com - Beragam sanksi diterapkan kepada para pelanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Dari mulai sanksi denda hingga hukuman yang tidak biasa.

Hukuman tidak biasa bagi pelanggar PSBB itu mulai dari push up sampai masuk ke ambulans. Bahkan, ada juga hukuman untuk tidur di peti mati.

Sanksi-sanksi itu diberikan dengan harapan untuk memberikan efek jera bagi pelanggar PSBB. Baik bagi warga yang nekat tidak bermasker di masa pandemi virus Corona (COVID-19) maupun yang berkerumun.

Berikut sanksi-sanksi tak biasa itu:

1. Push Up

Push up adalah salah satu hukuman yang kerap diterapkan. Di sejumlah daerah seperti DKI Jakarta hingga Kota Bogor kerap kali menghukum para pelanggar PSBB dengan hukuman push up.

Pada April 2020 lalu, di DKI Jakarta, tepatnya di Jakarta Selatan, Satpol PP menghukum warga yang tak menggunakan masker. Kala itu warga terjaring razia PSBB yang digelar di wilayah itu.

Hukuman push up juga diberikan pada warga yang nekat berkerumun di masa PSBB di Jakarta Barat beberapa waktu lalu.

Kemudian di Kota Bogor, puluhan orang terjaring dalam razia masker pada Selasa (25/8) lalu. Mereka yang kedapatan tidak memakai masker pun diberikan sanksi menyapu jalanan, menyebutkan butir pancasila hingga push up.

2. Menyapu Jalan

Hukuman menyapu jalan juga cukup digemari beberapa wilayah. Salah satunya DKI Jakarta.

Sejak beberapa bulan lalu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai menerapkan kerja sosial bagi pelanggar PSBB. Mereka diberi tanda mengenakan rompi oranye lalu membersihkan fasilitas umum seperti menyapu jalan.

Rompi oranye tersebut bertuliskan 'Pelanggar PSBB'. Satpol PP akan langsung memberikan sanksi di lokasi saat ditemukan warga yang melanggar peraturan di PSBB.

"Mereka kumpul-kumpul. Misal ojek kumpul-kumpul lebih dari lima orang. Ya sudah kita suruh nyapu. Pertama kita kasih surat teguran. Habis itu, kita berikan hukuman. Karena dia tidak pakai masker, kita berikan hukuman nyapu fasos-fasum (fasilitas sosial-fasilitas umum)," ucap Kepala Seksi Operasional Satpol PP Jakarta Barat Ivand Sigiro saat dihubungi, Kamis (14/5).

Hukuman menyapu jalanan itu pun kerap dijumpai di beberapa kesempatan. Misalnya di area car free day (CFD). Satpol PP kerap menindak warga yang nekat tak mengenakan masker saat CFD dengan hukuman menyapu jalanan.

3. Hapalan Pancasila

Menyebutkan butir-butir Pancasila juga dijadikan alternatif hukuman bagi pelanggar PSBB. Hal ini terjadi di Kota Bogor, Jawa Tengah dan sejumlah daerah di Jawa Timur.

Warga yang terjaring razia karena berkerumun dan tak mengenakan masker dihukum menyebutkan butir-butir Pancasila. Sanksi mendidik itu diberikan agar warga sadar dengan kesehatan.

"Ini sanksi bagi masyarakat yang tak menggunakan masker. Kami memberikan sanksiyang mendidik agar warga juga sadar dengan kesehatan," ujar Kapolresta Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifudin.

4. Nyanyi Indonesia Raya

Hukuman menyanyikan lagu 'Indonesia Raya' juga menjadi salah satu hukuman yang tak biasa. Hukuman menyanyikan lagu kebangsaan ini diterapkan di Kabupaten Bogor dan sejumlah wilayah lainnya.

Hukuman itu diberikan kepada warga yang enggan mengenakan masker meski sudah ada ancaman sanksi. Para warga yang melanggar aturan diminta untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya. Selain menyanyikan lagu Indonesia Raya dan membacakan naskah Pancasila, sebagian juga membayar denda Rp 50 ribu.

"Tadi cukup banyak yang tidak pakai masker, nggak jaga jarak. Kami lakukan terhadap pedagang, pengunjung pasar dan pengendara di tiga kecamatan, Cibinong, Citeureup dan Sukaraja," ungkap Kasatpol PP Agus Ridallah usai penertiban di Pasar Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (29/7/2020).

5. Foto Berkalung Tulisan Lalu Disebar di Medsos

Hukuman ini diberikan oleh Pemerintah Bengkulu. Bagi warga yang tidak menaati aturan mengenakan masker itu, mereka akan dihukum dengan foto dengan kalung bertulisan lalu diunggah di media sosial.

Tulisan tersebut antara lain, 'SAYA BERJANJI MEMAKAI MASKER KALAU KELUAR RUMAH', 'MASKER MELINDUNGI SAYA DAN ORANG DI SEKITAR SAYA', dan 'SAYA TIDAK PAKAI MASKER, SAYA BISA TERJANGKIT COVID19'.

"Saat ini kita akan memberikan sanksi moril bagi warga yang kedapatan tidak pakai masker, kita akan foto menggunakan kalung bertulisan, nanti fotonya akan kita unggah ke medsos agar menimbulkan efek jera kepada yang lain," ujar Kasat Pol PP Provinsi Bengkulu, Murlin Hanizar, Selasa (5/5/2020).

6. Berdoa agar Corona Hilang dari Muka Bumi

Hukuman berdoa agar Corona hilang dari bumi ini diberikan oleh Satpol PP Kota Sukabumi, Jawa Barat beberapa waktu lalu. Dua orang yang terjaring razia karena tak menggunakan masker diberikan hukuman itu.

"Mereka yang tidak menggunakan masker, kita beri masker tapi berdoa dulu agar virus Corona ini hilang," kata Kabid Penegak Perda (Gakda) Satpol PP Kota Sukabumi Ajat Sudrajat, Selasa (5/5) lalu.

7. Masuk Ambulans Berisi Keranda Mayat

Terbaru, hukuman tak biasa diberikan kepada pelanggar PSBB di Kabupaten Bogor. Warga disanksi masuk ambulans berisi keranda mayat.

"Ini untuk memberi efek jera kepada pelanggar pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kabupaten Bogor," kata Camat Parung Yudi Santosa seperti dilansir Antara, Jumat (4/9/2020).

Hukuman ini diberikan kepada warga yang tidak bermasker di kawasan Parung, Kabupaten Bogor, pada Kamis (3/9). Ia menyebutkan sedikitnya ada delapan orang yang mendapatkan hukuman berupa duduk beberapa menit berdampingan dengan keranda mayat di dalam ambulans.

Menurut Yudi, sanksi tersebut bertujuan mengingatkan para pelanggar bahwa dengan tidak mengenakan masker akan mendekatkan mereka pada risiko kematian di tengah pandemi virus Corona, COVID-19.

"Bisa menyebabkan kematian dia sendiri, karena terpapar COVID-19, kemudian menularkan ke keluarga dan orang lain. Biar mereka merenung di sebelah keranda jenazah itu," terangnya.

Baca juga:Tak Bermasker, Warga Parung Bogor Dihukum Masuk Ambulans Berisi Keranda Mayat

8. Tidur di Peti Mati

Hukuman tiduran di peti mati ini terjadi di Jakarta Timur. Sanksi itu pun bahkan viral di media sosial melalui sebuah video.

Video tersebut memperlihatkan warga yang tidak memakai masker diberi sanksi masuk peti mati. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (2/9/2020) di Perempatan Gentong RT 11 RW 11, Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Kasatpol PP Jakarta Timur Budhy Novian menjelaskan, sanksi 'dadakan' ini diberikan lantaran ada antrean ketika pelanggar hendak diberi sanksi kerja sosial. Saat itu, tiba-tiba salah satu anggota petugas berinisiatif menawarkan sanksi lain.

"Ada salah satu petugas (belum tau inisiatif awal dari siapa) menawarkan ke pelanggar mau denda, kerja sosial atau tiduran di replika peti mati. Lanjut si pelanggar memilih tiduran di peti mati sambil berhitung 1-100," kata Budhy kepada wartawan, Rabu (2/9/2020).

Dalam video yang diterima, pelanggar yang tak pakai masker ini tidur di replika peti mati sambil memejamkan mata. Sejumlah petugas terlihat mengelilingi pelanggar yang dihukum tiduran di dalam replika peti mati.

Warga yang tidur di replika peti mati itu lantas diingatkan akan bahaya COVID-19. Budhy menekankan sanksi ini agar warga sadar akan ancaman Corona.

Sumber:Detik.com
Rubrik:Umum

Komentar

Loading...