Indonesia Sedang Tidak Baik-baik Saja, Krisis Ekonomi Merajalela

Koordinator Forum Lembaga Legislatif Mahasiswa Indonesia (FL2MI) Wilayah Aceh, Amiruddin (berikat kepala). (Ist)

Banda Aceh, Acehportal.com - Sejak dua bulan terakhir, deflasi Indonesia mencapai 0,05 persen. Ini menjadi sejarah sejak sembilan tahun tidak pernah terjadinya deflasi secara dua bulan berturut-turut yang terjadi di bulan Juni dan Agustus.

Sehingga, perlunya pemerintah Indonesia untuk membangun strategi agar deflasi ini tidak berlangsung terus menerus yang akan berakibat fatal, akan terjadinya resesi besar di Indonesia.

"Pemerintah perlunya membuat rumusan agar daya beli masyarakat meningkat kembali, sehingga deflasi terhadap kebutuhan-kebutuhan pokok tidak terus berlanjut," ujar Koordinator Forum Lembaga Legislatif Mahasiswa Indonesia (FL2MI) Wilayah Aceh, Amiruddin, Jumat (4/9/2020).

Menurutnya, di tahun ini sudah terjadi penurunan perekonomian sampai 5,32 persen dan ini menjadi perhatian kita bersama. Lanjut dia, apakah pemerintah akan terus membiarkan penurunan perekonomian ini, tidak mencari sumber penyelesaiannya dengan baik.

"Apabila pemerintah terus membiarkan hal ini terjadi maka krisis ekonomi yang  terjadi di tahun 1998 kemungkinan akan terulang kembali, dimana krisis ekonomi membuat peluang kriminal akan meningkat dan kerusuhan terjadi dimana-mana," ungkapnya.

Dengan masih adanya penambahan yang terkena dampak Covid-19, pemerintah Indonesia perlu untuk mencari solusi cepat dan terukur agar penyebaran tidak terus terjadi, sehingga kehidupan sosial masyarakat normal kembali.

"Pemerintah Indonesia harus dengan bijak menerima masukkan dan kritikan dari masyarakat yang tidak menginginkan adanya krisis ekonomi yang berkepanjangan di Indonesia," tambahnya.

Penulis:Redaksi/Rilis
Editor:Hafiz
Rubrik:Umum

Komentar

Loading...