Terkesan Pelayanan Buruk, Keluarga Pasien Mengamuk Di RSU CND Meulaboh

Beredar sebuah video di media medsos yang memperlihatkan seorang pria yang diduga kelurga pasien mengamuk terhadap petugas medis karena kurangnya pelayanan terhadap pasien.

Meulaboh, Acehportal.com - Beredar sebuah video di media medsos yang memperlihatkan seorang pria yang diduga kelurga pasien mengamuk terhadap petugas medis karena kurangnya pelayanan terhadap pasien.

Video tersebut beredar di sebuah grup Whatsapp pada pukul 09.02 WIB pagi, terlihat dua orang pria yang diduga kelurga pasien mengamuk dikarenakan tidak adanya tindakan apa-apa dari pihak rumah sakit tersebut.

Alhasil video tersebut mendadak viral dikalangan pengguna media medsos yang disebarkan di salah satu grub Watshap dan dalam video yang berdurasi 13 menit 21 detik itu terlihat seorang pria klaim bahwa petugas medis sangat buruk terhadap pelayanan rumah sakit tersebut.

Terdengar juga sebuah kalimat yang dilontarkan terhadap dua orang petugas medis itu, namun petugas medis yang sedang menggunakan APD hanya bisa pasrah dengan gerakkan lambat saat ingin memberikan tindakan medis kepada pasien.

Dari rekaman video tersebut juga terlihat sebuah kotak berserta kursi juga mengarah kepada pasien pada saat petugas medis tersebut sedang berusaha menggunakan alat pelindung diri (APD) Covid-19.

Berdasarkan dalam video tersebut media ini melihat, setelah seorang pria itu mengamuk terhadap petugas medis lalu masuk ke kamar pasien yang diketahui ayah kandungnya ketika itu pria tersebut langsung menangisi ayahnya yang diduga telah meninggal dunia.

Kejadian tersebut membuat pria itu sangat terpukul dengan meninggalnya sang ayah tercinta, terlihat dirinya sangat menyesali terhadap pelayanan rumah sakit yang terkesan buruk.

Koodinator GeRAK Aceh, Barat Edy Syahputra kepada Acehportal.com Kamis (27/8/2020) mengatakan, dari hasil penelusuran pihak mereka terhadap keluarga pasien bahwa video yang beredar di media medsos itu murni kejadiannya di Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dhien (RSU-CND) Meulaboh Kabupaten Aceh Barat.

"Benar mengamuknya keluarga pasien tersebut diduga karena pelayanan medis yang diberikan oleh petugas terkesan lambat untuk menangani pasien yang sudah mulai atau terlihat sekarat," kata Edy.

Ia menjelaskan, peristiwa itu terjadi di ruang penyakit Infeksi Emeeging dan Reemerging (pinere) RSU-CND Meulaboh, kemudian kata Edy pasien meninggal dunia pada saat dalam perawatan.

Selain itu juga disebutkan dalam media massa bahwa keluarga salah seorang pasien mengamuk di RSUD CND Meulaboh. Pasien yang diduga corona meninggal dunia di ruang Penyakit Infeksi Emeeging dan Reemerging (Pinere) RSUD CND Meulaboh, Rabu, (26/8) malam sekira pukul 22.00 WIB.

Edy menyampaikan, berdasarkan pengakuan salah seorang keluarga pasien, Irma (27), mengaku kecewa atas pelayanan pihak rumah sakit tersebut yang dinilai buruk karena tidak mendapat penanganan serius.

"Kami kecewa dengan pelayanan ini. Tidak di apa-apakan sudah dibilang memiliki gejala corona terhadap ayah saya. Ayah saya sampai meninggal dunia tidak di apa-apakan," kata Irma.

Irma mengungkapkan kalau dari sejak masuk rumah sakit Rabu (26/8/2020), sekitar pukul 02.00 WIB hingga meninggal dunia, pasien tidak dilakukan rapid test, ronsen, serta swab.

Tapi pihak rumah sakit sudah menyebutkan kalau ayahnya itu ada gejala terpapar Corona Virus Disease (Covid-19). "Harusnya sebelum disebut memiliki gejala corona pasien di rapid test terlebih dulu untuk dilihat apakah reaktif atau negatif," ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan madia ini belum mendapat keterangan dari pihak rumah sakit Umum CND Meulaboh terkait pelayanan yang dikeluhkan keluarga pasien yang telah tersebut.

Penulis:Dani
Editor:Hafiz
Rubrik:Breaking News

Komentar

Loading...