Ketua Komisi IV DPRK Aceh Barat: Percuma Naik Kelas B, Nyatanya Pelayanan RSU CND Meulaboh Masih Buruk

Ketua Komisi IV DPRK Aceh Barat, Ahmad Yani. (Dani/Acehportal.com)

Meulaboh, Acehportal.com - Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat, Ahmad Yani sangat menyesalkan atas kejadian yang beredar di sebuah video terhadap pelayanan buruk yang terjadi di ruang Pinere RSU CND Meulaboh, Aceh Barat.

"Padahal RSU CND baru saja dikabarkan naik kelas dari C ke kelas B, semestinya pelayanan bertambah bagus, ini malah terkesan tidak bagus, saya pribadi sangat menyesalkan hal tersebut apalagi sempat beredar video yang terlihat pasien sempat tak tertolong hingga meninggal dunia," kata Ahmad Yani saat dikonfirmasi, Kamis (27/8/2020) malam.

Menurutnya, kejadian tersebut sangat memalukan setelah pasca RSU CND naik kelas B serta cukup menyita perhatian banyak orang dan upaya mengembalikan kepercayaan masyarakat semakin susah.

"Jangankan masyarakat Barat Selatan (Barsela) masyarakat Aceh Barat sendiri sudah kurang percaya terhadap pelayanan di Rumah Sakit plat merah tersebut," ujarnya sambil Elus Dada.

Kurangnya pelayanan terhadap pasien akhir-akhir ini dirinya terpantau bahwa sebahagian masyarakat Aceh Barat berobat rumah sakit tetangga yakni ke Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Iskandar Muda (RSUD-SIM) Nagan Raya hal tersebut dinilai sangat memalukan.

"Kalau hal tersebut terus dibiarkan maka rumah sakit milik daerah ini akan terus merugi, dan kita khawatirkan kedepan akan sepi pengunjung untuk berobat sementara sebelumnya pihak manajemen rumah sakit sudah sering kita ingatkan agar terus berbenah di segi pelayanan hingga memberikan sepenuh hati terhadap siapapun tampa pilih kasih," katanya menegaskan.

Ahmad Yani juga berharap kepada manajerial untuk paramedis dan non medis Tenaga Harian Lepas (THL) maupun Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bekerja di RSU CND Meulaboh untuk dapat memberikan pelayanan terhadap pasien sesuai prosedur yang berlaku.

"Jika belum bisa diberlakukan sistem Remunerasi cara pembayaran jasa mereka, maka berlakukanlah pembayaran dengan menilai dan mengukur menurut urgensi posisi dan prestasi kerja yang mereka berikan, agar pelayanan yang diberikan pun lebih maksimal dan berimbang dengan jasa yang diterima sehingga layanan kepada masyarakat lebih baik," harapnya.

Diketahuinya, sejauh ini kita tidak mau menyalahkan para dokter maupun perawat, para medis dan non medis. Mungkin pihak manajerial banyak memiliki tunggakan finansial jasa atau hak mereka yang belum dilunasi.

"Seperti yang kita ketahui pembayaran jam jaga malam sudah 8 bulan tak kunjung di bayarkan dan APD barangkali tak dibekali sepenuhnya, sehingga mereka ragu bertindak ditengah mewabah Covid -19 juga banyak dan lain-lain yang belum kita ketahui," bebernya.

Dirinya juga menyayangkan tindakan keluarga pasien yang mengamuk sempat dalam video yang bedurasi 13 menit 21 detik yang beredar itu ada nada-nada sumbang yang dilontarkan kepada para tenaga medis yang bertugas. Namun apa mau dikata, barangkali mereka sudah sangat kesal atas pelayanannya.

Ketua komisi IV ini juga  mengingatkan manajerial dan direktur baru, bangunlah komunikasi yang baik serta transparan dengan sesama abdi negara yang punya peran dan fungsi penting dalam mengelola RSU-CND.

"Baik dengan para dokter bahkan sampai ke para medis lainya PNS non PNS yang memberi jasa layanan disitu agar lebih terjalin sebuah kerja sama tim yang baik serta kompak dan profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat aceh barat maupun dari luar aceh barat,"ujar politisi Gerindra juga sekretaris pansus RSU CND sebelumnya.

Penulis:Dani
Editor:Hafiz
Rubrik:Daerah

Komentar

Loading...