Ini Penjelasan RSU CND Meulaboh, Terkait Beredar Video yang Terkesan Pelayanan Buruk Terhadap Pasien

Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dhien Meulaboh (Ist)

Meulaboh, Acehportal.com - Terkait beredarnya video yang berisikan makian kepada petugas RSU Cut Nyak Dhien Meulaboh, Rabu (26/8/2020) malam, pihak rumah sakit membantah isu yang beredar melalui video tersebut yang terkesan tidak memberikan pelayanan yang maksimal.

Humas RSU-CND Meulaboh, Susi Maulhusna melalui rilis yang diterima Acehportal.com Kamis (27/8/2020) mengatakan, tidak benar jika petugas mengabaikan pasien. Hanya saja, petugas pada saat itu sedang mempersiapkan pemindahan pasien yang dimaksud ke kamar yang memiliki ventilator dan sekaligus mempersiapkan kedatangan pasien baru.

Mengenai penggunaan APD lengkap, kata Susi, hanya digunakan pada saat petugas memasuki area rawatan pasien. Dikarenakan jika sudah memakai APD lengkap, petugas tidak dibenarkan keluar masuk antara ruang anterum dengan ruang jaga petugas.

Ia menjelaskan, keberadaan keluarga pasien juga tidak dibenarkan keluar masuk baik untuk rawat umum biasa, apalagi untuk ruang rawat pinere. Jika di dampingi, hanya boleh didampingi oleh 1 anggota keluarga sesuai dengan surat edaran yang telah dikeluarkan pada tanggal 4 Agustus 2020 dengan Nomor 440/125/2020.

"Dijelaskan bahwa bagi pasien yang sedang dirawat hanya boleh didampingi oleh satu orang keluarga, setelah melalui proses screaning dan surat edaran ini telah kita sosialisasikan," ujarnya.

Susi menambahkan, tersebarnya video yang berisi makian jelas melukai hati petugas serta melanggar ketentuan yang juga sudah ditempel hampir di setiap ruangan.

"Bahwa untuk tidak mengambil gambar, foto, maupun audio (merekam) sesuai dengan Undang-Undang Praktik Kedokteran dan Undang-Undang Telekomunikasi," tutupnya.

Seperti diketahui sebelumnya sebuah video yang beredar di Grub Watshap pada pukul 09.02 Wib pagi memperlihatkan seorang pria yang diduga keluarga pasien mengamuk kepada petugas medis lantaran yang diduga kurangnya pelayanan terhadap pasien.

Dari rekaman video tersebut juga terlihat sebuah kotak berserta kursi juga mengarah kepada petugas medis pada saat petugas sedang berusaha menggunakan alat pelindung diri (APD) Covid-19 namun mereka hanya bisa pasrah disela-sela kejadian tersebut.

Diketahui, pasien yang dimaksud tersebut merupakan ayah kandung keluarga yang mengamuk terhadap petugas medis, tidak lama kemudian setelah dirinya mengeluarkan kekesalannya terhadap petugas medis itu, lalu dirinya kembali keruang pasien dirawat dan ternyata nyawa pasien tak terselamatkan lagi dan dinyatakan meninggal dunia.

"Benar mengamuknya keluarga pasien tersebut diduga karena pelayanan medis yang terkesan kurang maksimal udalam menangani pasien yang sudah mulai atau terlihat sekarat,"kata Edy yang merupakan koodinator GeRAK Aceh Barat.

Ia menjelaskan, peristiwa itu terjadi di ruang penyakit Infeksi Emeeging dan Reemerging (pinere) RSU-CND Meulaboh, kemudian kata Edy pasien meninggal dunia pada saat dalam perawatan.

Edy menyampaikan, berdasarkan pengakuan salah seorang keluarga pasien, Irma (27), mengaku kecewa atas pelayanan pihak rumah sakit tersebut yang dinilai buruk karena tidak mendapat penanganan serius.

"Kami kecewa dengan pelayanan ini. Tidak di apa-apakan sudah dibilang memiliki gejala corona terhadap ayah saya. Ayah saya sampai meninggal dunia tidak di apa-apakan," kata Irma.

Irma mengungkapkan kalau dari sejak masuk rumah sakit Rabu (26/8), sekitar pukul 02.00 WIB hingga meninggal dunia, pasien tidak dilakukan rapid test, ronsen, serta swab.

Tapi pihak rumah sakit sudah menyebutkan kalau ayahnya itu ada gejala terpapar Corona Virus Disease (Covid-19). "Harusnya sebelum disebut memiliki gejala corona pasien di rapid test terlebih dulu untuk dilihat apakah reaktif atau negatif," ungkapnya.

Penulis:Dani
Editor:Hafiz
Rubrik:Daerah

Komentar

Loading...