Dalam 17 Hari, Sat Resnarkoba Polresta Banda Aceh Amankan 15 Tersangka beserta 47,62 Gram Sabu dan 12 Gram Ganja

Salah satu barang bukti sabu yang diamankan petugas dari belasan tersangka dalam kurun waktu 17 hari. (Ist)

Banda Aceh, Acehportal.com - Dalam kurun waktu tujuh belas hari, Sat Resnarkoba Polresta Banda Aceh meringkus 15 tersangka dengan barang bukti 47,62 gram sabu serta 12 ganja kering.

Para tersangka dengan berbagai profesi itu diketahui mengkonsumsi dan mengedarkan barang terlarang hingga diamankan oleh polisi, dimana dua orang diantaranya adalah wanita.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto melalui Kasat Resnarkoba, AKP Raja Aminuddin Harahap mengatakan, penangkapan ini tentunya berkat hasil kerjasama bersama lapisan masyarakat yang memberikan informasi kepada pihak berwajib.

Raja mengungkapkan, penangkapan pertama dilakukan di depan Hotel Grand Arabia kawasan Blang Padang pada Jumat (7/8/2020) malam sekitar jam 20.30 WIB, dimana petugas menangkap dua orang yang baru saja membeli sabu di kawasan Peunayong, Banda Aceh.

“Kami melakukan penangkapan terhadap kedua tersangka atas informasi dari warga, dimana SR (23) seorang pedagang asongan dan ND (24) seorang wanita berprofesi pengamen memiliki narkotika jenis sabu,” sebutnya, Rabu (26/8/2020) malam.

Saat dilakukan penggeledahan badan terhadap kedua tersangka, petugas menemukan satu paket sabu seberat 0,11 gram.

“Proses interogasi terus dilakukan oleh personel sehingga membuahkan hasil dari siapa kedua tersangka memperoleh narkotika tersebut. Kedua tersangka mengatakan sabu diperoleh dari HR (46) dengan cara membeli seharga Rp 100 ribu rupiah,” katanya.

Petugas lalu mencari keberadaan HR dan sekitar pada jam 22.30 WIB, ternyata HR sedang menunggu pembeli lain di depan Rumah Sakit Zainal Abidin Banda Aceh. Ia pun diamankan dengan barang bukti tujuh paket sabu seberat 1,24 gram.

"HR memperoleh sabu dari DD yang ditetapkan sebagai DPO di kawasan Keutapang, dibeli seharga 1,8 juta rupiah dengan tujuan untuk mencari keuntungan lebih besar lagi,” kata Kasat lagi.

Sementara, di sebuah rumah kawasan Geundring, Aceh Besar, Rabu (12/8/2020) malam petugas menangkap tersangka LS (34) warga Lhoknga, Aceh Besar yang memiliki sabu seberat 0,23 gram dan sebuah timbangan digital.

“Dalam penangkapan ini, LS diduga sebagai pengedar sabu, saat digeledah ditemukan timbangan digital dalam rumahnya itu dan narkotika jenis sabu dalam saku celana miliknya di ruang tamu. Sabu dibeli seharga Rp 150 ribu dari tersangka BS (40) yang saat ini ditetapkan sebagai DPO," ungkapnya.

Selanjutnya, petugas menangkap MA (27) dan IA (25) pada malam yang sama di kawasan perumahan Kuta Baro,  Aceh Besar. Kedua tersangka ini saat itu sedang berada di samping sebuah warung.

Melihat ada petugas yang mendekat, mereka mencoba melarikan diri dengan meninggalkan barang bukti sabu seberat 0,38 gram dan 10 plastik warna bening yang diduga untuk membungkus sabu dalam sebuah wadah kecil yang telah dilakban warna hitam.

"Mereka memperoleh sabu tersebut dengan cara membeli pada NS (DPO) di kawasan Kuta Baro, Aceh Besar seharga Rp 200 ribu rupiah," sambung Kasat Resnarkoba.

Dua hari kemudian, polisi kembali menangkap warga salah satu gampong di Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar. Penangkapan terhadap FW (34), putra kelahiran Sumsel itu, terjadi di samping Rumah Sakit Teungku Fakinah, Banda Aceh, Jumat (14/8/2020) malam.

"Saat itu ditemukan dua bungkusan kecil dan sedang yang didalamnya berisikan sabu dengan berat 4,35 gram pada box dan pijakan kaki motor Mio yang tersangka gunakan,” sebut Raja Harahap.

Tersangka FW, diketahui memperoleh sabu tersebut dari warga Samahani, Aceh Besar dengan cara membelinya seharga Rp 200 ribu.

Sementara itu, di depan sebuah toko di kawasan Lampeuneurut, Aceh Besar, polisi juga menangkap dua tersangka terkait kepemilikan narkotika. Kedua tersangka diketahui berasal dari Sumtera Utara dan Aceh Timur. Mereka diamankan Jumat (21/8/2020) malam.

Adalah EI (28) asal Pangkalan Susu, Sumut dan FR (26) asal Aceh Timur yang ditangkap dengan barang bukti belasan paket sabu seberat 2,00 gram dan handphone.

“Awalnya petugas mendapat informasi dari masyarakat ada pelaku penyalahgunaan narkotika jenis sabu, petugas pun melakukan penyelidikan serta menemukan orang yang dilaporkan oleh warga. EI saat itu sedang melakukan transaksi jual sabu di depan toko yang sedang dibangun serta melakukan penangkapan dengan menyita dua paket narkotika jenis sabu,” jelasnya.

Kemudian, petugas melakukan interogasi dan menemukan 10 paket sabu lainnya serta alat isap sabu di dalam toko yang masih kosong. Menurut tersangka EI, ia memperoleh sabu dari tersangka FR. Pasca penangkapan EI, polisi menuju lokasi rumah kos yang ditempati FR di kawasan Peuniti, Banda Aceh, Sabtu (22/8/2020) dinihari.

"EI membeli satu paket sabu pada FR sebesar 2,2 juta serta melakukan pembagian menjadi dua paket sabu sampai ditangkap oleh polisi di depan sebuah toko kawasan Lampeuneurut, Aceh Besar," sebut AKP Raja Harahap.

Lalu, personel Sat Resnarkoba Polresta Banda Aceh kembali menangkap tersangka lain terkait kasus narkotika di sebuah rumah di Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, Sabtu (22/8/2020) dinihari.

“Dalam penangkapan kali ini, kami mengamankan satu tersangka berinisial DAR (40) dengan barang bukti 33,45 gram sabu,” tutur Raja.

Pada malam yang sama, petugas kembali menangkap tiga tersangka lainnya di belakang sebuah rumah di kawasan Ulee Kareng, Banda Aceh.

“Ketiga tersangka ditangkap atas kepemilikan 12 gram daun ganja kering atas pengembangan dari tersangka DAR. Mereka berinisial BD (49), MJ (34) dan IS (33), warga Ulee Kareng, Banda Aceh,” ungkapnya lagi.

Hari terakhir yakni Senin (24/8/2020), petugas menangkap dua tersangka dalam sebuah mobil Avanza Warna Putih di SPBU Aneuk Galong, Aceh Besar.

“Penangkapan keduanya karena kami telah mengikuti perjalanan dari Banda Aceh hingga ke SPBU Aneuk Galong, Aceh Besar. Saat itu mobil tersebut kami hentikan perjalanan serta melakukan pemeriksaan dan penggeledahan,” sebutnya lagi.

Saat pemeriksaan, petugas menemukan tujuh paket sabu seberat 5,34 gram dan sebutir pil warna hijau yang bergambarkan Gorila yang diduga ekstasi dalam sebuah tas ransel berwarna biru.

Penangkapan terhadap seorang tersangka yang berprofesi sebagai buruh harian lepas MKL (32) dan NM (26) seorang Ibu Rumah Tangga ini merupakan pengembangan dari tersangka MHD yang ditangkap beberapa waktu lalu.

Sementara itu, tas warna biru saat dilakukan pemeriksaan dalam pelukan NM yang saat itu sedang berada di dalam mobil. Terhadap kedua tersangka ini dilakukan penahanan di Polresta Banda Aceh untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Jadi untuk keseluruhan tersangka ini, dijerat dengan Pasal 112 ayat (2) dan Pasal 111 (2)  Jo pasal 127 ayat (2) dari UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara 20 tahun,” pungkasnya.

Penulis:Redaksi
Editor:Hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...