Nekat Jual Seluruh Isi Rumah Tangga Milik Saudaranya, RR Ditangkap Polisi di Aceh Timur

Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, AKP M Taufiq bersama Kanit Jatanras, Ipda Krisna Nanda Aufa dan Kasubbag Humas, Ipti Hardi beserta anggota saat memperlihatkan tersangka dan barang bukti yang dicuri. (Ist)

Banda Aceh, Acehportal.com - RR (33), pemuda asal Banda Aceh ditangkap tim Resmob Polres Aceh Timur di SPBU Peudawa, Aceh Timur, Jumat (14/8/2020) dinihari.

RR nekat menjual seluruh isi rumah milik saudaranya kepada orang lain dengan alasan hasil pembagian harta warisan dari keluarga.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto melalui Kasat Reskrim, AKP M Taufiq mengatakan, kejadian ini menimpa korban yakni Fahrian Hermanda dan istrinya yang dilakukan oleh orang yang sudah menjadi kepercayaannya.

“Tersangka RR sudah dianggap seperti keluarga sendiri oleh korban, namun saat itu korban meminta tolong untuk menjaga rumahnya karena mereka akan ada kegiatan keluarga di Sabang. Akan tetapi, bukan menjaganya, namun menjual isi rumah kepada orang lain dengan dalih rumah beserta isinya merupakan hasil pembagian harta warisan,” ungkapnya didampingi Kanit Jatanras, Ipda Krisna Nanda Aufa, Selasa (18/8/2020).

Taufiq menjelaskan, saat kembali dari Sabang, korban melihat barang di dalam rumah dalam kondisi berantakan. Kemudian korban mencoba menghubungi RR tempat korban menititipkan kunci rumah, namun RR tidak beritikat baik sehingga dilaporkan ke Polresta Banda Aceh, Jumat (7/8/2020) lalu.

“Tersangka RR melakukan aksi jahatnya dengan mengambil lemari baju, spring bed, kursi tamu, laptop, mesin cuci merek samsung, dua unit TV merk Toshiba dan cara kerja tersangka RR dalam melakukan aksi kejahatannya turut dibantu oleh tersangka DJP (32), warga Banda Aceh menggunakan mobil pick up Isuzu BL 8325 LK sebagai jasa angkutan untuk memindahkan barang dari dalam rumah dan dijual kepada orang lain. Sementara satu unit mobil lainnya sedang dalam pencarian petugas,” paparnya.

Menindak lanjuti laporan ini, Unit Jatanras Sat Reskrim Polresta Banda Aceh melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap keberadaan pelaku.

Namun ketika mendapatkan informasi tersangka RR sedang dalam perjalanan ke arah timur Aceh, Kanit Jatanras melakukan koordinasi dengan Unit Resmob Polres Aceh Timur untuk melakukan tindakan kepolisian.

“Kami melakukan koordinasi dengan Unit Tim Resmob Polres Aceh Timur untuk melakukan penangkapan terhadap pelaku RR yang sedang dalam perjalanan kearah Aceh Timur. Saat ditangkap, tersangka sedang berada di SPBU Peudawa Aceh Timur dan dan dijemput oleh Unit Opsnal Jatanras Polresta,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan, RR mengaku melakukan aksi kejahatannya di rumah Fahrian Hermanda yang berada di Gampong Surien, Banda Aceh, Jumat (7/8/2020) lalu.

Polisi mengamankan barang bukti berupa handphone sebagai alat komunikasi dan motor Beat warna putih sebagai alat bantu menuju ke TKP.

‎‎Sementara itu, Kanit Jatanras, Ipda Krisna Nanda Aufa bersama personel Jatanras Polresta Banda Aceh melakukan pengembangan terhadap tersangka RR dan menemukan penadah yang membeli hasil kejahatan RR.

“Tersangka RR menunjuk DJP (32), warga Banda Aceh yang membeli hasil kejahatan yang dilakukan oleh RR. Menurut DJP, ia membeli barang hasil curian dari tersangka RR dengan alasan dari RR bahwa isi dalam rumah yang dititipkan oleh korban kepadanya itu adalah dijual,” tutur Krisna.

Saat itu, DJP membeli sebuah televisi LCD merk Toshiba dan barang-barang lainnya yang ada di dalam rumah tersebut serta diangkut dengan menggunakan alat bantu dua unit mobil.

“Dari hasil interogasi kedua tersangka, RR dan DJP mengakui telah menjual Laptop merk Acer warna hitam kepada RK (39) di salah satu counter handphone di kawasan Punge Blang Cut Banda Aceh seharga Rp 750 ribu," katanya.

Selanjutnya, mesin cuci merk Samsung, setrika merk National, TV Tabung merk Toshiba telah dijual oleh DJP kepada Rolan (35) warga Pidie seharga Rp 950 ribu.

Sementara itu untuk lemari pakaian tiga pintu Box Plastik pakaian dan kursi tamu telah dijual kepada HS (26), warga Banda Aceh seharga Rp 1,5 juta oleh RR dengan alasan pelaku menjual barang tersebut miliknya dengan harga murah dikarenakan hasil pembagian harta warisan.

Saat ini pelaku dijerat Pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama lima tahun.

Penulis:Redaksi
Editor:Hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...