Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan di Aceh Barat, Ternyata Gara-gara Bacok Kerbau

Kapolres Aceh Barat, AKBP Argamuda Adrianto didampingi Wakapolres, Kompol Zainuddin memperlihatkan barang bukti kasus pembunuhan, Jumat (14/8/2020). (Ist)

Meulaboh, Acehportal.com - Polres Aceh Barat mengungkap kasus pembunuhan terhadap Abdullah (38), warga Gampong Peulanteu, Kecamatan Arongan Lambalek, Aceh Barat, Jumat (14/8/2020).

Setelah diselidiki, ternyata Abdullah yang ditemukan tak bernyawa di kebunnya menjadi korban pembunuhan yang dilakukan pelaku berinisial BT (51), warga yang sama.

Pembunuhan itu berawal dari permasalahan hewan ternak pelaku yang masuk ke dalam kebun Abdullah (korban).

Kapolres Aceh Barat, AKBP Andrianto Argamuda dalam konferensi pers kepada wartawan mengatakan, korban meninggal dunia setelah dibacok oleh pelaku.

"Peristiwa itu berawal permasalahan hewan ternak jenis kerbau yang masuk dalam kebun korban," ujar Kapolres.

Saat itu pelaku pergi melihat kerbaunya yang berada di kebun yang berdekatan dengan kebun korban. Setiba disana, pelaku melihat hewan ternaknya masuk ke dalam kebun korban dengan kondisi mati sebanyak empat ekor kerbau yang diduga dibacok oleh korban karena kerbau pelaku masuk dalam kebunnya.

"Melihat kerbau pelaku mati, pelaku awalnya sempat memohon kepada korban agar sisa kerbau yang lainnya jangan dibacok lagi, korban menjawab "Jika kerbau kamu tidak bisa dibacok maka kamu yang akan ku bacok," kata korban sembari memegang sebilah parang," jelas Kapolres.

Setelah itu korban yang merasa marah langsung mengayunkan parang ke leher pelaku dengan tangan. Kemudian pelaku membela diri dengan menangkis parang korban dengan kayu yang mengarah kepadanya.

"Saat menangkis itu, pelaku juga memiliki sebilah parang langsung membalas dan mengayunkan parang kepada leher korban hingga tewas dengan kondisi bersimbah darah," tambahnya.

Akibat kejadian tersebut, BT ditetapkan sebagai tersangka setelah dilakukan proses penyelidikan oleh kepolisian Aceh Barat selama 19 hari dan pada hari Kamis (13/8/2020) kemarin tersangka berhasil diamankan.

Dari kejadian itu, polisi mengamankan barang bukti berupa sebilah parang korban, sehelai baju, celana serta topi korbanm. Sedangkan dari pelaku, polisi mengamankan sebilah parang yang digunakan membacok korban serta baju dan celana yang dipakai saat kejadian.

Tersangka BT dikenakan Pasal 351 Ayat 3 Jo Pasal 338 dan Pasal 340 KUHPidana dengan ancaman pidana tujuh tahun penjara dan paling lama 20 tahun penjara.

Penulis:Dani
Editor:Hafiz
Rubrik:DaerahHukum

Komentar

Loading...