Gajah Jinak Ollo Mati, Ini Hasil Nekropsi Tim Dokter Hewan

Petugas BKSDA Aceh mengamati bangkai gajah sumatera yang mati mendadak di CRU Sampoiniet, Aceh Jaya, Kamis (13/8/2020). (Syifa Yulinnas/ANTARA FOTO)

Banda Aceh, Acehportal.com - Gajah jinak bernama Ollo yang berada di CRU Sampoiniet, Aceh Jaya ditemukan mati Kamis (13/8/2020) kemarin sekitar pukul 10.00 WIB.

Ollo merupakan gajah jinak jantan BKSDA Aceh yang ditangkap di Bahorok, Sumatera Utara. Saat ditangkap, Ollo berusia empat tahun dan saat kematiannya Ollo telah berusia 24 tahun.

Kepala BKSDA Aceh, Agus Arianto mengatakan, sehari sebelum kematian gajah Ollo, kondisinya terlihat normal tidak ada tanda-tanda kesehatannya menurun.

Bahkan, saat pagi hari Ollo masih melakukan aktivitas rutinnya yaitu membawa pelepah-pelepah kelapa untuk dimakan olehnya sendiri dan gajah-gajah jinak lainnya.

"Gajah Ollo juga sempat dimandikan oleh mahoutnya di sungai yang berada di belakang camp CRU Sampoiniet," katanya.

"Setelah gajah Ollo dimandikan dan mahoutnya turun dari atas gajah untuk mengambil rantai pengikat tiba-tiba gajah Ollo berlari menjauh dari mahoutnya," sambung Agus.

Kemudian, lanjutnya, dilakukan pengejaran yang dibantu mahout lainnya terhadap Ollo yang berlari di seputaran camp CRU dan kemudian menyeberangi sungai.

"Sekitar 30 menit pengejaran, gajah Ollo ditemukan sudah terjatuh dan dan tidak bernyawa lagi," ungkapnya.

Mendapati kabar Ollo mati dari Tim CRU Sampoiniet, Kepala BKSDA Aceh langsung memerintahkan tim BKSDA Aceh bersama tim dokter hewan Pusat Kajian Satwa Liar (PKSL) Unsyiah menuju ke lokasi kejadian untuk dilakukan pengecekan lapangan dan nekropsi guna mengetahui penyebab sementara kematian Ollo.

Dari hasil pemeriksaan di tempat kejadian, tidak ditemukan hal-hal atau barang-barang yang mencurigakan.

Sedangkan dari hasil nekropsi yang dilakukan oleh dokter hewan, pada pemeriksaan ekternal tubuh tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik seperti luka tusuk, sayat, peluru, sengatan listrik, bakar, ataupun benturan/trauma tumpul.

"Pada pemeriksaan organ dalam/internal, secara makroskopis ditemukan abnormalitas berupa organ dalam terlihat anemis (pucat), hiperemi dan sianosis pada bagian usus, ditemukan juga banyak cairan pada jantung, jantung pada bagian apek juga diselaputi oleh lemak," jelasnya.

Guna mengetahui kepastian penyebab kematian Ollo, sampel organ yang meliputi hati, jantung, usus, limpa, isi usus dan lidah akan dikirim ke Pusat Laboratorium Forensik untuk dilakukan uji laboratorium.

"Ini merupakan kabar yang menyedihkan bagi kita. Dimana sehari setelah diperingati Hari Gajah Sedunia pada tanggal 12 Agustus 2020, kita mendapati kabar gajah jinak Ollo mati," tambahnya.

Selamat jalan Ollo, jasa-jasa mu dalam melakukan penanganan konflik akan selalu dikenang oleh kami semua.

Penulis:Redaksi
Editor:Hafiz
Rubrik:DaerahUmum

Komentar

Loading...