Residivis Kasus Narkoba dan Penjambretan Ditangkap Unit Resintel Polsek Ulee Kareng

Kapolsek Ulee Kareng, AKP RJ Agung Pratomo didampingi Kanit Reskrim, Aipda Ferry Fadly saat konferensi pers di Mapolsek Ulee Kareng, Senin (10/8/2020). (Ist)

Banda Aceh, Acehportal.com - Nasib sial menimpa ZF (20) warga Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar yang hendak memiliki barang elektronik hasil kejahatan dari orang lain. Dimana, ia ditangkap personel Unit Resintel Polsek Ulee Kareng, Sabtu (1/8/2020) dinihari.

Keinginan memiliki barang berharga tersebut dilakukannya dengan menjambret korbannya Zaitun Abdullah di depan Kantor Inspektorat  dan Erna Yulia Puspitoyowati di jalan Kebun Raja Gampong Doy, Banda Aceh.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto melalui Kapolsek Ulee Kareng, AKP RJ Agung Pratomo dalam konferensi pers mengatakan, penangkapan terhadap tersangka ZF ini dilakukan sesuai Laporan Polisi LP.B/45 /IX/YAN.2.5/2019 dan LP.B/18/III/YAN.2.5/2020.

“Tersangka ZF ini sudah dua kali melakukan aksi kejahatannya di wilayah hukum Polsek Ulee Kareng sesuai dengan hasil laporan polisi dari para korban dan kami bersama Unit Resintel menangkap tersangka di rumahnya di dusun Mon Singet, Aceh Besar,” ujar Kapolsek didampingi Kanit Reskrim Aipda Ferry Fadly, Senin (10/8/2020).

Ia menjelaskan, kejadian pertama dilakukan tersangka ZF pada Minggu (15/9/2019) sekira jam 09.20 WIB. Awalnya korban Erna sehabis berbelanja di Pasar Ulee Kareng dan hendak pulang ke rumah membawa belanjaan dengan berjalan kaki.

Ketika korban sedang berjalan, korban melihat tersangka dari arah berlawanan mengenderai motor Beat yang sedang menelepon. Namun, tiba-tiba tersangka berhenti di depan korban dan merampas dompet korban yang sedang dipegangnya. Lalu pelaku pun langsung melarikan diri ke arah Simpang Tujuh Ulee Kareng.

"Sementara itu, isi dalam dompet korban yang dirampas oleh tersangka berupa satu unit handphone merek Iphone, ATM, KTP, Kartu BPJS dan sejumlah uang," kata Kapolsek.

Aksi berikutnya dilakukan tersangka ZF pada Rabu (18/3/2020) sekitar jam 08.30 WIB di depan pintu Kantor Inspektorat, Pango Raya, Banda Aceh yang menimpa korban Zaitun Abdullah pada waktu hendak memasuki kantor tempat korban bekerja.

Secara tiba-tiba, dari arah belakang motor korban tersangka yang menggunakan motor Beat langsung menarik tas korban secara paksa dan langsung melarikan diri.

“Korban sempat mengejar tersangka, namun kalah cepat dalam pengejaran membuat tersangka kehilangan jejak. Jadi, tersangka membawa tas milik korban yang berisikan laptop merek Asus, dua unit handphone dan tiga unit Flasdisk,” jelas Kapolsek.

Dari serangkaian penyelidikan dan petunjuk-petunjuk yang sudah ada melalui CCTV, Unit Resintel mendapatkan informasi keberadaan tersangka di dusun Mon Singet, Aceh Besar. Kapolsek Ulee Kareng bersama personelnya pun langsung bergerak dan menangkap tersangka.

“Saat ditangkap, Kanit Reskrim Aipda Ferry Fadly melakukan interogasi dan tersangka mengakuinya serta benar barang bukti yang ditemukan tersebut adalah hasil dari pencurian,” tutur Kapolsek.

AKP Agung Pratomo juga menjelaskan, selain di wilayah Ulee Kareng, pelaku juga pernah melakukan aksi yang sama di wilayah hukum Kota Banda Aceh dan wilayah hukum Aceh Besar. Menurut pengakuannya, surat-surat penting hasil kejahatannya ditimbun di pinggir pantai kawasan Mon Singet, Aceh Besar.

Namun hasil penelusuran Unit Resintel Polsek Ulee Kareng, tersangka tidak mengetahui lagi lokasi pasti tempat ia menimbun surat-surat hasil kejahatannya.

Perlu diketahui, tersangka ZF juga merupakan residivis dalam kasus narkotika dan saat ini merupakan tahanan Sat Resnarkoba Polresta Banda Aceh serta kasus pencurian dengan kekerasan di berbagai tempat.

“Tersangka ZF saat ini mendekam di sel tahanan Polsek Ulee Kareng dan dijerat Pasal 365 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara,” pungkas Kapolsek Ulee Kareng.

Penulis:Redaksi
Editor:Hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...