Pencuri di Lokasi Pembangunan Trans Studio Banda Aceh Ditangkap, Polisi Amankan Enam Bilah Sajam

Kapolsek Ulee Kareng, AKP RJ Agung Pratomo bersama Kanit Reskrim, Aipda Ferry Fadly saat konferensi pers di Mapolsek Ulee Kareng, Senin (10/8/2020). (Ist)

Banda Aceh, Acehportal.com - Personel Polsek Ulee Kareng menangkap tersangka pencurian dengan pemberatan (Curat) menggunakan enam bilah senjata tajam sebagai alat bantu di bedeng atau tempat tinggal para pekerja di Trans Studio Banda Aceh, Senin (23/3/2020).

Selain di lokasi Trans Studio Banda Aceh, tersangka juga pernah melakukan aksinya di berbagai lokasi lainnya dalam wilayah hukum Polresta Banda Aceh.

Penangkapan terhadap tersangka MUS (35), warga Aceh Besar terjadi pada Rabu (5/8/2020) di rumahnya di salah satu gampong di Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto melalui Kapolsek Ulee Kareng, AKP RJ Agung Pratomo mengatakan, penangkapan terhadap MUS berawal dari penyelidikan terkait kejadian yang menimpa para pekerja pembangunan Trans Studio Banda Aceh.

“Tersangka MUS melakukan aksinya di sebuah bedeng para pekerja Trans Studio sewaktu para pekerja sedang melaksanakan istirahat malam. Tersangka mengambil empat handphone berbagai jenis milik pekerja,” ujat Kapolsek didampingi Kanit Reskrim Aipda Ferry Fadly, Senin (10/8/2020).

Dalam aksinya, tersangka MUS selalu membawa senjata tajam sebagai alat untuk melindungi diri di saat aksinya diketahui oleh para korban.

“Tersangka MUS selalu membawa alat bantu untuk melindungi diri berupa benda tajam seperti parang, celurit dan pisau. Hal ini untuk melindungi dirinya apabila para korban mengetahui aksi yang dilakukannya. Namun saat melakukan aksinya, ia berhasil membawa empat handphone milik Mohammad Rifa’I dan rekan kerjanya,” ungkap mantan Kapolsek Simpang Kiri ini.

AKP RJ Agung Pratomo juga mengatakan, sebelum melakukan aksinya, MUS terlebih dahulu melakukan pemantauan terhadap posisi barang berhaga milik para korban diletakkan.

Kemudian tersangka melakukan aksinya saat para korban sedang tidur. Lalu saat para korban terbangun dan hendak mengisi baterai handphone milik mereka masing-masing, ternyata ke empat handphone telah hilang diambil oleh pelaku.

“Dengan menggunakan tehnik dan taktik tersendiri, kami menemukan posisi tersangka dengan melakukan koordinasi bersama perangkat gampong dan tersangka berhasil kami ringkus dirumahnya,” sebutnya lagi.

Kapolsek Ulee Kareng menambahkan, tersangka merupakan residivis dengan kasus yang sama di berbagai wilayah hukum Polresta Banda Aceh terutama dalam kawasan Kecamatan Ulee Kareng. Di Kecamatan Ulee Kareng, tersangka diketahui melakukan aksinya sebanyak dua kali.

“Saat kami tangkap dengan bujuk rayu yang humanis, tersangka MUS tidak menghiraukan, sehingga kami melepaskan tembakan peringatan sebanyak tiga kali ke arah atas dan pelaku langsung menyerahkan diri. Di dalam rumahnya kami menyita handphone milik para korban dan sajam yang digunakan dalam beraksi,” tuturnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini MUS masih mendekam di sel tahanan. Tersangka MUS dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Penulis:Redaksi
Editor:Hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...