Sempat Tersandung Kasus Pencabulan Anak di Bawah Umur, Kini AM Tersandung ITE

Pelaku diamankan polisi. (Ist)

Sukamakmue, Acehportal.com - Seorang pemuda berinisial AM (22), warga Seunagan Timur, Nagan Raya ditangkap polisi usai menyebarkan foto vulgar milik kekasihnya yakni DR (17) melalui empat akun Facebook milik tersangka.

Kapolres Nagan Raya, AKBP Risno melalui Kasat Reskrim, AKP Fadhilla Aditya Pratama kepada Acehportal.com Jumat (7/8/2020) mengatakan, kasus ini berawal dari laporan orang tua korban ke Mapolres Nagan raya setelah tersangka menyebarluaskan foto tak senonoh anaknya melalui akun Facebook.

"Peristiwa tersebut diketahui orang tua korban, setelah anaknya DR menceritakan tentang perbuatan tersangka yang mengancam dirinya untuk mengirimkan foto vulgar," kata Kasat Reskrim.

Ironisnya, setelah mendapat foto tanpa sehelai baju dari korban, tersangka menyebarluaskan foto tersebut melalui empat akun Facebook pada 11 Maret 2020 sekira pukul 20.39 WIB.

Dimana, keempat akun tersebut adalah milik tersangka yang dibuat olehnya dengan menggunakan handphone miliknya merk Xiaomi redmi 5 Plus dengan nomor IMEI 99001206270936 dan nomor IMEI 866763035418736 berwarna putih dan dua buah kartu SIM milik tersangka sendiri.

"Belum kita ketahui apa motif tersangka menyebarluaskan foto vulgar milik pacarnya itu," tambah Kasat Reskrim.

Saat diinterogasi, kata Kasat Reskrim, awalnya tersangka bersama korban sudah pernah melakukan hubungan badan. Berdasarkan hal tersebut tersangka berupaya membujuk korban meminta mengirimkan foto tanpa busana dan pelaku berjanji tidak akan disebarkan melalui siapapun.

"Awalnya korban menolak permintaan pelaku, namun setelah pelaku mengancam korban dengan cara melaporkan kepada orang tua korban pernah melakukan hubungan badan, akhirnya korban pun menuruti kemauan hawa nafsu kekasihnya itu dengan mengirimkan foto syur, hal itu dilakukan karena korban takut dilaporkan kepada orang tuanya bahwa pernah melakukan hubungan badan bersama pelaku," jelasnya.

Kini AM ditahan di Mapolres Nagan Raya karena melakukan tindakan yang melawan hukum dengan perkara Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yaitu penyebaran foto yang mengandung konten pornografi melalui media sosial, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 UU RI Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan atau Pasal 45 Ayat (1) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

"Tersangka kini kita jerat dengan dua kasus, pertama kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur, kemudian UU ITE penyebaran konten pornografi," tutup AKP Fadhilla Aditya Pratama.

Penulis:Dani
Editor:Hafiz
Rubrik:DaerahHukum

Komentar

Loading...