Pembakar Tower BTS Telkomsel di Rikit Gaib Galus Ditangkap Usai Jalani Pemeriksaan Selama Tiga Jam

Tower BTS Telkomsel yang berada di Gayo Lues yang dibakar oleh pelaku. (Ist)

Banda Aceh, Acehportal.com - Pada 24 Juli 2020 kemarin, tower BTS milik Telkomsel yang berada di kawasan Gampong Cane Toa, Kecamatan Rikit Gaib, Gayo Lues dibakar oleh orang tak dikenal (OTK). Telkomsel pun mengalami kerugian yang mencapai miliaran rupiah.

Hal ini diketahui kepolisian yang kemudian melakukan penyelidikan usai menerima laporan dari pihak Telkomsel. Dimana, saat itu yang melaporkan kejadian tersebut adalah seorang teknisi tower yakni Zulkifli (50), warga Aceh Tenggara.

Dir Reskrimum Polda Aceh, Kombes Pol Agus Sarjito mengatakan, pelaku pembakaran tower BTS Telkomsel tersebut akhirnya ditangkap Kamis (6/8/2020) kemarin di depan Mapolres Gayo Lues.

Tersangka adalah AB (40), warga Kecamatan Rikit Gaib, Gayo Lues yang tak lain adalah mantan penjaga tower BTS tersebut. Belakangan diketahui, aksi pembakaran tower ini didasari oleh rasa sakit hati pelaku terhadap pihak Telkomsel.

"Usai dilaporkan dan melakukan penyelidikan, yang bersangkutan akhirnya diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka," ujarnya Jumat (7/8/2020) malam.

Direktur menjelaskan, setelah menerima laporan dari pihak Telkomsel tentang pembakaran tower BTS tersebut, tim opsnal Sat Reskrim Polres Gayo Lues melakukan penyelidikan tertutup atas kasus itu.

Dimana, petugas mencurigai bahwa terduga pelaku pembakaran tower adalah mantan penjaga tower BTS Telkomsel itu sendiri.

"Pada 27 Juli tim menemui terduga pelaku dan meminta sedikit keterangannya, ia juga diminta untuk hadir ke Polres Galus pada 29 Juli untuk diminta keterangan lebih lanjut," kata Agus.

AB pun mangkir dari panggilan polisi saat itu hingga akhirnya petugas melakukan pencarian di berbagai lokasi namun tak ditemukan. Polisi pun meminta serta menitipkan pesan kepada pihak keluarga AB agar sesegera mungkin dapat memenuhi panggilan polisi ke Mapolres Galus.

"Rabu kemarin, yang bersangkutan bertemu istrinya saat pulang dan disampaikan agar memenuhi panggilan polisi, Kamisnya dia datang dan menjalani pemeriksaan selama kurang lebih tiga jam hingga akhirnya mengakui bahwa dirinya yang telah membakar tower BTS Telkomsel tersebut," jelasnya.

Kepada petugas, AB mengaku nekat membakar tower BTS tersebut lantaran sakit hati kepada pihak Telkomsel yang telah menurunkan gajinya sebagai penjaga tower secara sepihak. Menurutnya, dari gaji 900 ribu per bulan diturunkan menjadi 300 ribu per bulan.

Masih berdasarkan pengakuan pelaku kepada polisi, diketahui pihak Telkomsel juga melakukan pemecatan terhadapnya dan menggantikan posisinya dengan orang lain. Sementara, AB mengaku telah belasan tahun bekerja untuk Telkomsel sebagai penjaga tower tersebut.

"Pelaku ini juga mengaku merasa sakit hati terhadap Pelapor karena pernah mengatakan kata-kata yang tidak enak sebelum memecatnya pada 2018, pelaku merasa tidak dihargai oleh pihak Telkomsel karena dia adalah orang lama yang bekerja sebagai penjaga tower," ungkapnya.

"Pelaku juga menerangkan bahwa tower tersebut dibakar dengan cara membakar sebuah ban mobil bekas di mesin Tower BTS tersebut," tambah mantan Diri Resnarkoba Polda Aceh ini lagi.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini AB masih diamankan di Mapolres Gayo Lues untuk diproses hukum lebih lanjut.

Penulis:Redaksi/Hafiz
Editor:Hafiz
Rubrik:DaerahHukum

Komentar

Loading...