Corona Bukan Hoax, Semua Siaga Tangkal Laju Transmisinya

Juru Bicara Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani, dalam siaran pers-nya, Kamis, 9 April 2020

Banda Aceh, Acehportal.com - Ada banyak informasi palsu (hoax) seputar virus corona yang beredar masif di tengah masyarakat. Berita hoax dibagi secara berantai dan melampaui kuantitas informasi dari otoritas resmi.

Masyarakat yang termakan hoax, cenderung bersikap abai pada protokol kesehatan yang dianjurkan. Akibatnya, korban virus asal Tiongkok tersebut terus berjatuhan.

Hal ini disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Saifullah Abdulgani (SAG) kepada awak media menyikapi situasi terakhir, Sabtu (1/8/2020).

Korban virus Corona, penyebab Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), kian banyak di Aceh. Kasus Covid-19 sudah mencapai 410 orang dan 13 orang diantaranya meninggal dunia per 1 Agustus 2020.

“Pada 14 Juli lalu, 110 orang Covid-19 di Aceh, kini 410 orang umumnya Orang Tanpa Gejala (OTG), dan 13 orang dilaporkan meninggal dunia,” kata SAG.

SAG mengatakan, korban meninggal terakhir adalah laki-laki umur 53 tahun. Warga Aceh Besar ini dirawat di RSUD Meuraxa, Banda Aceh, karena sesak nafas.

Hasil foto thorak menunjukkan pneumonia, dan hasil pemeriksaan swab nasofaring dan orofaring konfirmasi Positif Covid-19. Almarhum meninggal dunia, Jumat (31/7/2020) malam sekira pukul 21.00 WIB, setelah tiga hari dirawat.

Keluarga Almarhum, lanjut SAG, sangat tabah dan tawakkal, serta menunjukkan keteladanan dalam penanganan jenazah, sesuai protokol kesehatan.

"Koordinator Tim Penyakit Infeksi Emerging RSUZA, Banda Aceh, Novina Rahmawati melaporkan jenazah Almarhum difardukifayahkan oleh ustad pemulasaraan jenazah RSUZA sesuai protokol Covid-19 dan tentu saja sesuai Syariah Islam," urai SAG.

*Virus Corona Nyata, Ruang Pinere Penuh dan Dialihkan ke Asrama Haji

SAG juga menjelaskan, virus corona nyata dan korbannya sudah di depan mata, baik yang sembuh, sedang dirawat, maupun meninggal dunia. Covid-19 bukan hoax dan korbannya dari semua umur dan unsur.

Bahkan, sambung dia, ada puskesmas dan rumah sakit yang terpaksa tutup sementara karena petugasnya terinfeksi virus corona.

"Ruang perawatan pasien Covid-19 di Respiratory Intensive Care Unit (RICU) dan Poliklinik Penyakit Infeksi New Emergeng and Reemerging (Pinere) RSUZA Banda Acehdilaporkan sudah penuh dan sebagian pasien infeksi Corona terpaksa dialihkan perawatannya di Asrama Haji, Banda Aceh," jelasnya.

Jubir SAG berharap, Bupati ataupun Wali Kota di Aceh dapat mempersiapkan RSUD sebagai tempat perawatan maupun isolasi OTG positif Covid-19, namun tidak perlu dirawat.

Pemkab Bireuen memiliki tempat isolasi khusus tersebut di Cot Batee Gelungku. Begitu juga Pemkab Gayo Lues yang memanfaatkan Balai Latihan Kerja (BTK), kata SAG menunjuk contohnya.

“Apabila semua OTG Covid-19 dirujuk untuk isolasi di Banda Aceh tidak akan cukup tempat, dan sangat tidak efisien,” sebutnya.

Perawatan di rumah sakit maupun tempat isolasi dibutuhkan jika upaya pencegahannya gagal. Tindakan preventif jauh lebih murah dan mudah dilakukan serta yang dibutuhkan hanya komitmen menjalankan kebijakan dan disiplin protokol kesehatan setiap stakeholder di seluruh Aceh.

Bupati dan Wali Kota seyogyanya mereview kembali pelbagai kebijakan penanganan Covid-19 dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Aceh, Forkopimda, Majelis Permusyawaratan Ulama, maupun kebijakan bupati/walikota sendiri untuk diimplementasikan lebih baik lagi.

Penjagaan perbatasan diperketat. Setiap orang masuk ke Aceh harus dapat menunjukkan surat bebas Corona, minimal Surat Keterangan Hasil Rapid Test Non Reaktif dari institusi yang berwenang.

Penertiban pasar dan tempat umum. Selain mengatur jarak antarpedagang dengan pembeli, juga menyediakan fasilitas cuci tangan yang mudah dijangkau masyarakat.

“Bila masih ada korban hoax dan meremehkan Corona, pemerintah kabupaten/kota sesuai kewenangannya, dapat menertibkannya agar protokol kesehatan dijalankan di segala sektor kehidupan masyarakat,” kata SAG yang juga Juru Bicara Pemerintah Aceh itu.

*Akumulasi Covid-19

Lebih lanjut SAG melaporkan, jumlah kasus Covid-19 berdasarkan data yang diterima per tanggal 1 Agustus 2020, hingga sekitar pukul 17.00 WIB.

Kasus positif Covid-19 secara akumulatif kasus Covid-19 di Aceh sudah mencapai 410 orang, dengan rincian; 304 orang dirawat, 94 orang sudah sembuh, dan 12 orang meninggal dunia, tambah 1 orang meninggal di RSUD Meuraxa, Jumat (31/7/2020).

“Kasus Covid-19 sudah merata ditemukan di seluruh Aceh. Satu-satunya yang belum ada kasus di Kabupaten Nagan Raya,” kata SAG.

Sementara itu, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di seluruh Aceh secara akumulatif sebanyak 2.344 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.324 orang sudah selesai isolasi mandiri, dan 20 orang dalam pemantauan Tim Gugus Tugas Covid-19.

Sedangkan, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) masih sama dengan kemarin, yaitu 143 kasus. Dari jumlah tersebut, 9 PDP dalam perawatan, 131 PDP telah dinyatakan sembuh dan 3 orang lainnya meninggal dunia.

Penulis:Redaksi/Rilis
Editor:Hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...