Kuras Isi ATM Majikannya, Seorang Pekerja Diringkus Resintel Polsek Kutaraja 

Tersangka diamankan di Mapolsek Kutaraja beserta barang bukti lainnya. (Ist)

Banda Aceh, Acehportal.com - Nasib sial menimpa seorang karyawan usaha online di Gampong Jawa, Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh, Rabu malam (29/7/2020).

Pasalnya, ia diringkus personel gabungan Polsek Kutaraja Polresta Banda Aceh karena menguasai Kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik sang majikan.

Diketahui, tersangka melakukan penarikan saldo di dalam ATM milik majikannya tersebut hingga mencapai Rp 80 juta.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto melalui Kapolsek Kutaraja, AKP Firmansyah mengatakan, pelaku yang merupakan seorang ibu rumah tangga ini bekerja dan tinggal pada usaha yang dikelola korban.

“Pelaku HLD (19) melakukan aksinya sejak bulan April hingga Juli 2020 sebanyak 60 kali penarikan dan ini karena faktor ekonomi. Dia (HLD) bertempat tinggal dan juga bekerja di rumah korban Pitra Budiman (30) di Gampong Jawa," ucap Kapolsek didampingi Kanit Reskrim, Bripka Samsul Bahri.

Kapolsek menjelaskan, aksi kejahatan dilakukan pelaku dengan cara mengambil kartu ATM milik istri korban yakni Rahmaina Putriah dari dalam tas.

Kemudian, HLD menarik uang dengan nominal yang bervariasi antara Rp 200 ribu hingga 5 juta rupiah melalui ATM BRI dengan kode PIN sudah diketahuinya.

"Menurut pengakuan pelaku, uang hasil kejahatannya digunakan untuk membeli handphone, baju, tas, kosmetik, obat pelangsing serta perlengkapan anak balita seperti susu dan lain-lain," jelas Kapolsek.

Sementara itu, menurut Kanit Reskrim, saat penangkapan pelaku pihaknya menyita barang bukti lain berupa uang sisa penarikan senilai Ro 684 ribu, dua handphone, dua tas, dua jam tangan, alat kosmetik, lima botol parfum dan berbagai jenis pakaian sebanyak dua kodi.

Saat ini pelaku mendekam di sel tahanan Polsek Kutaraja untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya serta dijerat Pasal 363 Jo 362 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Penulis: Redaksi
Editor: Hafiz
Rubrik: Hukum

Komentar

Loading...