Lima Tersangka Diamankan Bersama 116 Gram Sabu di Banda Aceh

Barang bukti ratusan gram sabu yang diamankan personel Sat Resnarkoba Polresta Banda Aceh. (Ist)

Banda Aceh, Acehportal.com - Personel Satu Resnarkoba Polresta Banda Aceh mengamankan lima tersangka beserta barang bukti 116 gram sabu di wilayah hukum Polresta Banda Aceh.

Hal ini disampaikan oleh Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto melalui Kasat Resnarkoba, AKP Raja Aminuddin Harahap, Rabu (29/7/2020) sore.

Kasat mengatakan, penangkapan pertama dilakukan pada Sabtu (25/7/2020) malam di sebuah rumah di Gampong Paya Tieng, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar.

Disini, petugas mengamankan dua tersangka dengan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 0,10 gram.

“Kami mengamankan dua tersangka terkait sabu seberat 0,10 gram, salah satu tersangka SA (26), warga Peukan Bada menjual sabu kepada BK (34), juga warga Peukan Bada seharga Rp 150 ribu. Sabu ditemukan petugas dalam saku celana yang digunakan BK saat itu," ungkapnya.

AKP Raja Harahap menjelaskan, awalnya informasi terkait tersangka yang menggunakan narkotika ini diperoleh dari warga yang sudah resah terhadap perbuatan mereka.

“Tersangka SA, saat itu memperoleh sabu dari RM (24) yang ditetapkan sebagai DPO seharga Rp 120 ribu, berarti SA mempunyai niat untuk memperoleh keuntungan lebih dari penjualan sabu itu," katanya.

Terhadap BK dan SA, penyidik menerapkan Pasal112 ayat (1) Jo pasal 114 ayat (1) dari UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara selama 12 tahun.

*Simpan Tujuh Paket Sabu

Selain itu, petugas kembali melakukan kasinya dengan menangkap dua tersangka pemilik sabu di Banda Aceh, Selasa (28/7/2020) siang. Dimana, polisi mengamankan tujuh paket sabu dari penangkapan ini.

Dari tujuh paket sabu seberat 25,54 gram tersebut, juga ditemukan alat lainnya yang digunakan para tersangka seperti tiga buah alat isap sabu, potongan pipet warna bening, korek api, pipa kaca dan plastik warna bening.

AKP Raja Aminuddin Harahap mengatakan, penangkapan dilakukan di tepi jalan Ulee Lheue menuju ke Ajuen. Disini, petugas meringkus ZAM (59) dengan barang bukti tiga paket sabu yang ditemukan dalam saku celana yang digunakan.

Menurut keterangan ZAM, ia menyimpan sabu lainnya di sebuah rumah di Gampong Lambaro Skep, Banda Aceh. Saat petugas sudah di lokasi bertemu dengan ZUL (41) yang merupakan adik dari pemilik rumah yang ditunjuk oleh ZAM.

“Ketika penggeledahan kami menemukan barang bukti lain berupa empat paket sabu, tiga buah alat isap, potongan pipet bening, korek api, pipa kaca dan plastik bening. Sementara ZAM mengakui ia membeli sabu dari Bang SU (nama panggilan) yang ditetapkan sebagai DPO," jelasnya.

*DPO Kasus Narkotika Ditangkap

Dari pengembangan tersangka ZAM yang diamankan oleh Opsnal Subnit I Sat Resnarkoba Polresta Banda Aceh, petugas menciduk pengedar sabu di Taman Krueng Neng, Banda Aceh, Selasa (28/7/2020) kemarin.

Saat penangkapan, petugas menyita sabu seberat 90,15 gram dari tangan tersangka NOV alias Jal Kopassus (32), warga Banda Aceh. Selain NOV dan barang bukti, petugas juga mengamankan motor Vario.

Tersangka NOV alias Jal Kopassus ditangkap berdasarkan pengembangan dari tersangka ZAM yang menjelaskan bahwa ia mendapatkan sabu melalui perantara tersangka NOV alias Jal Kopassus.

“Saat ditangkap tersangka NOV sedang mengendarai motor yang ia gunakan dengan membawa sabu yang disimpan di box bagian depan," jelas mantan Kasat Resnarkoba Polres Aceh Besar dan Pidie ini.

Saat diinterogasi, NOV alias Jal Kopassus mendapatkan sabu seberat 90,15 gram itu dengan cara diberikan oleh GUR (DPO), Selasa (28/7/2020) di Darussalam, Aceh Besar.

GUR memerintahkan kepada NOV alias Jal Kopassus untuk menjual kepada orang lain seharga Rp 50 juta dengan imbalan uang sebanyak Rp 1 juta rupiah untuk NOV, bila barang haram itu terjual.

"NOV alias Jal Kopassus mengakui telah menyerahkan empat sak sabu kepada ZAM pada Minggu (26/7/2020) lalu. Dalam hal menjadi kurir transaksi jual beli sabu ini, NOV alias Jal Kopassus diberikan imbalan uang sejumlah Rp 300 ribu oleh Bang SU," pungkas Kasat.

Saat ini, tersangka masih diamankan di Mapolresta Banda Aceh dan dijerat Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 114 ayat (2) dari UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara selama 20 tahun.

Penulis:Redaksi/Hafiz
Editor:Hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...