Hadiri Panen Raya Jagung Hibrida di Lanud SIM, Pangkoopsau I Berharap Aceh Jadi Produsen Produk Pangan untuk ke Daerah Lain

Panen jagung hibrida di lahan percontohan milik Lanud SIM. (Ist)

Banda Aceh, Acehportal.com - Tepat pukul 08:41 WIB Pangkoopsau I Marsekal Muda TNI Tri Bowo Budi Santosa melantai di bumi Serambi Mekkah Lanud Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar, Jumat (24/7/2020) mengunakan pesawat CN-295 A-2904 dari Skadron Udara 2 Lanud Halim Perdana Kusuma dengan pilot Mayor Pnb Ari W.

Dalam kunjungan kerja Pangkoopsau I ke Lanud SIM, turut didampingi oleh Irkoopsau I, Kolonel Tek Cahyo, Askomlek Koopsau I, Kolonel Lek Trikorjawan, Asintel Koopsau I, Kolonel Sus M Daryl Kaesorry, Aslog Koopsau I, Kolonel Tek Susanto, Kasubdisharset Disbtbau, Kolonel Sus Makmur Siahaan, Kakum Koopsau I, Kolonel Sus Dedy Eka Putra dan Kakes Koopsau I, Kolonel Kes Budi Saptono.

Selain itu, turut hadir Danpom Koops I, Kolonel Pom Seprianus Hanok Sarante, Sahli Bid Aset, Kolonel Sus Acmad Fauzi, Pabandya Sops I, Letkol Pnb Yanwar Efendi, Kainfolahta Koops I, Letkol Sus Ferdinan Silalahi, Protokol, Mayor Adm Hendrik Hardiyanto.

Segenap prajurit TNI AU Lanud Sultan Iskandar Muda sejak pagi bersama kelompok tani Angkasa Lanud SIM melaksanakan panen jagung hibrida di lahan percontohan milik Lanud SIM.

Panen jagung hasil pemanfaatan lahan tersebut untuk mendukung program pangan yang dicanangkan pemerintah dalam ketahanan pangan di tengah pandemi COVID-19.

Panen raya jagung di lahan seluas satu hektar Lanud SIM dipimpin Pangkoopsau I, Marsekal Muda TNI Tri Bowo Budi Santosa dengan didampingi Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al Haythar, Staf Ahli Bidang Keistimewaan, SDM dan Hubungan Kerjasama, Darmansyah, Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali, Irdam IM, Brigjen TNI Ahmad Faisal, Wakapolda Aceh, Brigjen Pol Raden Purwadi, Kelompok Tani Banda Aceh dan Aceh Besar serta para pejabat Lanud SIM.

Dalam sambutan panen raya jagung hibrida di Lanud SIM, Pangkoopsau I mengatakan, kehadirannya dalam kunjungan kerja ke Aceh ini salah satunya adalah melihat secara langsung program pemerintah yang digariskan Panglima TNI tentang pemanfaatan lahan di daerahnya masing-masing.

Lanud SIM pun, katanya, menjadi salah satu pilihan, karena Komandan Lanud (Danlanud) beserta masyarakat dan kelompok tani sudah memberikan contoh yang luar biasa.

"Ini salah satu sampel bahwasanya tanah yang seperti ini, dengan luas hanya satu hektar saja bisa menghasilkan 4 ton, maka kalau ada 1000 hektar berarti ada 4000 ton yang dapat kita hasilkan saat panen,” ujar Pangkoopsau I.

Harapannya, suatu saat nanti Aceh menjadi daerah produsen yang bisa menghasilkan produk pangan untuk dikirim ke provinsi lain. Bumi Aceh subur dan masih luas ini bisa menjadi salah satu pemicu, motivasi para pemudi-pemuda dan TNI dan Polri menjadi bagian penggerak di daerah-daerah.

"Mudah-mudahan nantinya dapat menjunjung Provinsi Aceh ini khususnya dalam hal ketahanan pangan," tegasnya.

Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali mengatakan, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dan masyarakat tetap bekerja dalam rangka ketahanan pangan di Aceh. Pemkab Aceh Besar bekerja sama dengan TNI telah melaksanakan penanaman padi pada musim tanam Gadu 2020 dengan luas lahan 6.000 hektar, di kawasan persawahan Aceh Besar.

“Kerjasama ini, tentu dapat dilaksanakan karena sinegitas yang baik antara TNI/POLRI dengan pemerintah Aceh Besar,” katanya.

“Bisa kita lihat bersama di sekitar persawahan Bandara banyak padi yang hijau  itu semua berkat kerjasama pemerintah dengan TNI, bajak sawah dengan TNI gratis  dan kami telah mensupply bibit dan dan penyuluhan kepada para petani. Harapannya nanti para petani bisa mendapatkan hasil panen yang melimpah dan ini menjadi kebanggaan kami karena Aceh Besar mendapat penilaian indeks tertinggi pangan Aceh, walaupun secara nasional masih jauh tetapi ini adalah bukti nyata keberhasilan yang kita lakukan,” terangnya.

Sementara, Danlanud SIM, Kolonel Pnb Mohamad Satriyo Utomo juga menyampaikan, panen raya jagung di Lanud SIM ini adalah dalam rangka mendukung program pemerintah untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional sebagai alternatif kebutuhan pokok pangan.

Dirinya pun mengajak kita sama-sama untuk menjaga ketahanan pangan dan kali ini diwujudkan di Lanud SIM sebagai bagian dari Koopsau I yang bersama-sama dengan pemerintah Aceh Besar serta disupervisi oleh pemerintah provinsi untuk memanfaatkan lahan tidur seluas 1 hektar.

Lahan ini, kata Danlanud, ditanami jagung hibrida dan saat ini setelah 109 hari dan tibalah waktunya untuk melaksanakan panen raya dengan perkiraan hasil panen kurang lebih sekitar 4 ton.

“Ini merupakan sebuah langkah dan kontribusi serta wujud nyata dari TNI-Polri beserta seluruh pemerintah, di tengah-tengah wabah Covid-19 ini, kita masih bisa berbuat sesuatu yang positif dan dapat bermanfaat untuk masyarakat. Ini bukan sekedar retorika dan bukan sekedar berbasa-basi tapi merupakan suatu bukti nyata bahwa kita telah melaksanakan program pemerintah dengan menjalankan program ketahan pangan nasional,” tegas Danlanud.

Penulis:Redaksi
Editor:Hafiz
Rubrik:Umum

Komentar

Loading...