Sejumlah Pemkab di Aceh Terima Pemasangan Alat Sensor Gempa Bumi dari BMKG

Peralatan WRS New Gen sudah terpasang di Kantor BMKG Stasiun Geofisika Aceh Besar, Kantor Bupati Aceh Besar (Kantor BPBD Aceh Besar), BPBD Pidie, BPBD Pidie Jaya, BPBD Bener Meriah, BPBD Aceh Timur dan BPBD Aceh Jaya. (Ist)

Banda Aceh, Acehportal.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terus melaksanakan pembangunan dan instalasi peralatan sensor gempabumi di beberapa wilayah Indonesia. Pada tahun 2019, BMKG telah melaksanakan pembangunan 10 Shelter sensor gempa guna dipasang peralatan sensor gempabumi di beberapa wilayah Aceh.

Hal ini dikatakan Kepala Stasiun Geofisika BMKG Aceh Besar, Djati Cipto Kuncoro, Kamis (23/7/2020), sehubungan dengan usia ke 73 BMKG yang bertepatan pada 21 Juli kemarin.

"Diantaranya satu di Aceh Besar, satu di Aceh Jaya, satu di Sabang, tiga lokasi di Pidie, satu di Pidie Jaya, satu di Bener Meriah dan 2 di Aceh Tengah," ujarnya.

BMKG juga mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih pimpinan yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Aceh. Oleh karenanya, tahun 2020 ini BMKG akan memasang 10 peralatan diseminasi atau penyebaran informasi gempabumi dan tsunami secara realtime yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia umumnya dan wilayah Aceh khususnya yaitu peralatan Warning Receiver System (WRS) New Generation.

"Saat ini peralatan WRS New Gen sudah terpasang di kantor BMKG Stasiun Geofisika Aceh Besar, Kantor Bupati Aceh Besar (Kantor BPBD Aceh Besar), BPBD Pidie, BPBD Pidie Jaya, BPBD Bener Meriah, BPBD Aceh Timur dan BPBD Aceh Jaya. Sedangkan untuk 3 lokasi lainnya seperti BPBD Aceh Tengah, BPBD Kota Sabang dan Kantor Bupati Simeulue sedang dalam proses pengiriman peralatan," ungkapnya.

Saat kejadian gempabumi di wilayah Takengon, Aceh Tengah yang berdampak dirasakan kemarin, peralatan WRS New Gen yang baru hari itu terpasang di kantor BPBD Bener Meriah telah merespon dan pada display telah menampilkan parameter kejadian gempabumi dimaksud.

"Tahun 2020 ini juga BMKG akan memasang peralatan Accelerograph yang mana fungsi dari peralatan ini adalah untuk mengetahui wilayah mana yang akan berdampak dirasakan getaran jika terjadi gempabumi yang signifikan dan segera dibuatkan peta shake map nya, sehingga dari peta ini pemangku kebijakan dapat mengambil langkah penting kesiapan dalam mengurangi resiko bencana khususnya kejadian gempabumi," jelasnya.

"Adapun lokasi yang akan dipasang adalah BPBD Aceh Jaya, BPBD Pidie Jaya dan BPBD Aceh Utara," kata Djati lagi.

Wilayah Indonesia memiliki banyak sumber gempa. Secara umum, lanjut dia, Indonesia memiliki 13 segmentasi sumber gempa megathrust.

"Selain itu kita juga memiliki sebanyak 295 segmentasi sesar aktif. Berdasarkan kondisi tektonik yang kompleks ini, maka gempa dapat terjadi kapan saja dalam berbagai variasi magnitudo dan kedalaman," papar dia.

Terkait kondisi wilayah Indonesia yang rawan gempa dan tsunami ini, BMKG memiliki tugas dan kewajiban dalam menyediakan informasi gempa dan peringatan dini tsunami yang tertuang dalam UU Nomor 31 Tahun 2009 dan Perpres Nomor 93 Tahun 2019.

Sebagai salah satu implementasi dari tugas dan kewajiban tersebut diatas, maka BMKG melaksanakan kegiatan pemasangan alat penyebarluasan informasi gempabumi dan peringatan dini tsunami yaitu Warning Receiver System (WRS) di berbagai wilayah rawan gempa dan tsunami di Indonesia.

"Sejak tahun 2008 BMKG sudah memasang sebanyak 275 peralatan WRS. Namun demikian, mengingat peralatan WRS masih sangat dibutuhkan oleh pemerintah daerah dan kantor Lembaga/Kementrian terkait, maka pada tahun 2020 ini, BMKG memasang WRS generasi terbaru di 315 lokasi," ungkapnya lagi.

WRS generasi terbaru yang tentu saja menggunakan teknologi terbaru ini memiliki nama baru yaitu “WRS NewGen” yang berbeda dengan WRS sebelumnya. WRS NewGen merupakan terobosan baru BMKG dalam penyebarluasan informasi gempabumi dan peringatan dini tsunami, yang memberikan informasi gempabumi secara lebih cepat karena bersifat “real time" otomatis dari BMKG.

Percepatan penyebarluasan informasi gempabumi dan peringatan dini tsunami ini, memastikan stakeholder dapat mengambil langkah penting selanjutnya secara cepat dalam penanganan bencana, sehingga  memberikan manfaat nyata dalam menyelamatkan masyarakat Indonesia dari bencana.

WRS NewGen dapat menyajikan informasi dalam waktu kurang dari 3 menit bahkan bisa dalam waktu 2 menit setelah terjadi gempabumi, Karena informasi ini bersifat realtime sehingga meskipun parameternya bersifat sementara namun dapat digunakan oleh BPBD atau pemangku kebencanaan untuk segera mengambil respon cepat guna  melakukan langkah-langkah upaya mitigasi sehingga diharapkan dapat mengurangi korban jiwa dan dampak gempa lainnya secara dini.

Lokasi pemasangan WRS NewGen tahun 2020 ini mencakup Kantor Kementrian/Lembaga yang tersebut dalam Perpres Nomor 93 Tahun 2019 dan institusi yang terlibat dalam penanganan bencana gempa dan tsunami seperti Kantor Pemerintah Daerah (BPBD), Kantor Media Televisi/Radio, serta Institusi terkait yang memiliki kerjasama dengan BMKG terkait sharing data dan informasi.

Dengan terpasangnya WRS NewGen ini diharapkan dapat meningkatkan performa penyebarluasan informasi gempabumi dan peringatan dini tsunami dari BMKG Pusat Jakarta ke kantor unit pelaksana teknis BMKG, Pemerintah Daerah, Lembaga/Kemeterian, Media, dan lembaga lain yang terkait penanganan bencana.

"Harapan kita dengan adanya percepatan penyebarluasan informasi gempabumi dan peringatan dini tsunami ini, maka akan dapat mempercepat respon dalam penanganan bencana, sehingga dapat memberikan manfaat nyata dalam menyelamatkan masyarakat Indonesia dari bencana," tutupnya.

Penulis:Redaksi/Rilis
Editor:Hafiz
Rubrik:Umum

Komentar

Loading...