Beberapa Perusahaan Mulai Patuh Terkait Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan Hidup di Aceh Tengah

Kegiatan produksi batuan di bantaran sungai di Aceh Tengah. (Ist)

Takengon, Acehportal.com - Seperti yang pernah disebutkan Forum Pemerhati Lingkungan Gayo Rimba Bersatu (GRB) sebelumnya, terkait pengelolaan kegiatan di bantaran sungai di Aceh Tengah yang berhubungan dengan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, kini diketahui ada sejumlah perusahaan yang sudah patuh akan hal itu.

Hal ini diungkapkan Ketua Forum Pemerhati Lingkungan Gayo Rimba Bersatu (GRB), Abrar Syarif, Senin (20/7/2020), sebagaimana yang terkandung dalam dokumen amdal.

Untuk saat ini, diketahui ada dua perusahaan yang mengelola kegiatan di kawasan bantaran sungai tersebut yakni kegiatan operasi produksi batuan yang dilakukan oleh PT Fisafa Ihtiyeri Cipta dan PT Rajawali Mas Ariba di kawasan Kampung Merah, Kecamatan Atu Lintang, Aceh Tengah.

Merujuk ke beberapa hal penting mengenai pengelolaan lingkungan dan sempadan sungai, maka pihak Forum Pemerhati Lingkungan Hidup GRB meminta kepada kedua perusahan yang dimaksud agar dapat melaksanakan upaya-upaya pembenahan, perbaikan dan revitalisasi sempadan sungai.

"Tindaklanjut dari imbauan yang kita sampaikan kepada kedua perusahaan ini, pihak perusahaan menyambut positif dan bersedia untuk melaksanakan pengelolaan lingkungan, sempadan sungai dan ini tertuang dalam surat penyataan kesanggupan melaksanakan pengelolaan lingkungan sesuai Amdal," ujarnya.

Abrar menjelaskan, dari hasil monitoring serta evaluasi yang dilakukan, diketahui bahwa pihak perusahaan sudah melaksanakan upaya pengelolaan lingkungan hidup secara bertahap.

Seperti, penghijauan sempadan sungai, revitalisasi badan sungai, penimbunan sempadan sungai, memperkuat tanggul sungai, pembuatan sumur resapan untuk sisa bahan bakar, aspal dan sejenisnya.

"Kami juga mengapresiasi inisiatif perusahaan yang membuat papan pengumuman tentang larangan berburu satwa liar yang ada di sekitar lokasi, pembuatan klinik dan perusahaan mengikutsertakan masyarakat sekitar dalam pelaksanaan ini," ungkap dia.

Forum Pemerhati Lingkungan Hidup Gayo Rimba Bersatu sangat berharap agar perusahaan lain yang bergerak di bidang usaha atau kegiatan yang sama di bantaran sungai ini dapat mencontoh apa yang sudah dilakukan oleh kedua perusahaan tersebut.

"Mengingat banyaknya sumber daya alam yang kita miliki dan sebagiannya dijadikan usaha, marilah kita mentaati aturan yang ada agar keberlangsungan usaha dapat berkembang dengan baik tanpa merusak sumber daya alam lainnya sesuai dengan UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup," jelasnya.

Adapun hal lainnya yang berkaitan dengan perizinan, PT Fisafa Ihtiyeri Cipta diketahui juga sedang melakukan proses kepengurusan izin pendukung lainnya untuk melengkapi dokumen izin lingkungan yang ada.

Sedangkan untuk PT Rajawali Mas Ariba yang hari ini hanya memegang surat rekomendasi izin lingkungan, lanjutnya, juga sedang dalam proses pengurusan izin lingkungan.

"Untuk ini kami juga berharap agar cepat diselesaikan mengingat penyusunan dokumen Amdal sudah selesai," tutup Abrar Syarif.

Penulis:Redaksi/Hafiz
Editor:Hafiz
Rubrik:Daerah

Komentar

Loading...