Enam Lain Buron, Diduga Pemilik Senpi

Polisi Kembali Tangkap Komplotan Perampok Truk Rokok di Lamtamot Aceh Besar

Komplotan perampokan truk rokok di Lamtamot Aceh Besar yang diamankan Dit Reskrimum Polda Aceh, Jumat (17/7/2020). (Hafiz Erzansyah/Acehportal.com)

Banda Aceh, Acehportal.com - Personel Subdit III Jatanras Dit Reskrimum Polda Aceh kembali menangkap para pelaku yang sempat buron atas kasus perampokan truk rokok yang terjadi di kawasan Lamtamot, Aceh Besar beberapa waktu lalu, tepatnya pada 22 Juni 2020.

Kali ini, petugas mengamankan empat orang tersangka setelah sebelumnya menangkap tiga tersangka perampokan truk yang berisi sekitar seratusan kotak rokok berbagai jenis tersebut.

Dir Reskrimum Polda Aceh, Kombes Pol Agus Sarjito mengatakan, penangkapan ini dilakukan setelah personel Subdit III Jatanras yang dipimpin Kompol Apriadi terus melakukan penyelidikan dan pengembangan terhadap kasus itu.

"Jumlah tersangka yang diamankan saat ini tujuh orang, sementara yang masih buron ada enam orang ," ujar Direktur, Jumat (17/7/3020) sore.

Tujuh tersangka yang saat ini diamankan di Mapolda Aceh yakni AB (43), warga Medan, Sumatera Utara, FH (43), warga Bireuen, MT (32), warga Aceh Timur, SF (34), warga Bireuen, NM (50), warga Deli Serdang, Sumatera Utara serta ND (48), warga Pidie Jaya dan AW (22), warga Pidie.

"Sementara enam lainnya yang buron sudah diketahui identitasnya, mereka diduga sebagai pemilik sekaligus pemegang senjata api ilegal yang bertugas menghadang, menodong sekaligus membawa sopir truk saat perampokan," katanya.

Agus mengungkapkan, komplotan perampok truk rokok ini merupakan orang-orang profesional yang sudah mengetahui keadaan. Dimana, perampokan ini direncanakan sejak bulan April 2020 kemarin dan baru dilaksanakan pada bulan Juni.

Bahkan, kuat dugaan komplotan ini juga pernah beraksi melakukan perampokan truk rokok sebelumnya di kawasan Aceh Timur pada tahun 2017 lalu.

"Komplotan ini berbagi tugas memiliki peran masing-masing yang terdiri dari kelompok pengintai, penghadang (eksekutor) dan pengangkut," ungkap Kombes Pol Agus Sarjito.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan enam unit kendaraan (mobil) yang digunakan para pelaku saat beraksi yang terdiri dari tiga Unit truk, satu pikap Grand Max, satu mobil Pajero Sport serta truk box besar milik korban yang dirampok.

Selain itu, polisi juga mengamankan barang bukti berupa 115 kotak rokok berbagai jenis serta tiga lembar STNK dan tiga buah kunci kontak.

"Keberhasilan pengungkapan kasus ini berkat kerjasama jajaran Polda Aceh dan Polda Sumatera Utara, sesuai intruksi sekaligus perintah Bapak Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada untuk mengungkap kasus ini," tambahnya.

*Terungkap Karena Temukan Bukti Saat Olah TKP

Sementara, Kasubdit III Jatanras Dit Reskrimum Polda Aceh, Kompol Apriadi menjelaskan, terungkapnya kasus ini berawal dari hasil temuan tim terhadap salah satu bukti saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi.

Dimana, petugas menemukan selembar kartu keterangan pergantian oli kendaraan (mobil) yang terjatuh di lokasi yang diduga sebagai tempat para pelaku mengangkut dan melansir rokok-rokok hasil rampokan tersebut.

"Setelah menemukan kartu itu kita langsung lakukan pengecekan dan memperoleh data bahwa mobil itu milik salah satu tersangka yang akhirnya kita tangkap bersama tersangka yang lain," kata Kasubdit secara terpisah.

Apriadi juga mengungkapkan, diketahui truk rokok yang dirampok telah diikuti oleh para pelaku sebelum dihadang di kawasan Lamtamot, Aceh Besar. Hal ini pun diakui korban yang menyadari bahwa truk mereka diikuti oleh sebuah mobil tak dikenal.

"Truk korban diikuti satu mobil Avanza yang kini belum diketahui keberadaannya, menurut keterangan salah beberapa tersangka mobil itu dirental oleh salah satu pelaku yang kini masih buron," paparnya.

Setelah dihadang, para pelaku sempat mengaku sebagai anggota BNN dan menuduh kedua korban sebagai penyalahguna sabu sebelum dibawa dan ditinggalkan di kawasan Juli, Bireuen dengan kondisi tangan terikat dan mata terlakban serta membajak truk rokok itu.

"Kedua korban juga sempat dipukuli oleh pelaku di bagian kepala, dimana salah satu korban mengalami luka robek di bagian kepala, hingga kini kita masih memburu enam pelaku lainnya, dimana beberapa pelaku diantaranya adalah orang-orang yang memang sudah sangat meresahkan masyarakat dan keamanan di Aceh," jelasnya.

Para pelaku dijerat dengan Pasal 365 Ayat 2 Ke 2 KUHPidana jo Pasal 1 Ayat 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Pencurian dengan Kekerasan (Curas) dan kepemilikan senjata api ilegal dengan ancaman 12 tahun penjara serta Pasal 365 jo Pasal 480 jo Pasal 55 KUHPidana dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

"Kepada para pelaku yang buron diharapkan segera menyerahkan diri kepada pihak berwajib agar dapat diproses hukum dengan baik sebelum dilakukan tindakan tegas dan terukur dari pihak kepolisian," tambah Kompol Apriadi.

Penulis:Redaksi/Hafiz
Editor:Hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...