Hasil Rampokan Truk Rokok Sempat Dijual ke Sebagian Wilayah Medan dan Aceh

Barang bukti rokok berbagai jenis yang diamankan di Mapolda Aceh, Jumat (17/7/2020). (Hafiz Erzansyah/Acehportal.com)

Banda Aceh, Acehportal.com - Personel Subdit III Jatanras Dit Reskrimum Polda Aceh mengamankan tujuh pelaku perampokan truk rokok yang terjadi di Lamtamot, Aceh Besar pada Juli 2020 kemarin.

Mereka diamanankan di berbagai wilayah Aceh, termasuk wilayah Sumatera Utara, setelah petugas melakukan penyelidikan kasus perampokan truk rokok ini.

Kini, para pelaku masih diamankan di Mapolda Aceh beserta barang bukti ratusan kotak rokok berbagai jenis serta enam unit kendaraan yang terdiri dari truk, pikap dan sebuah mobil SUV jenis Pajero Sport.

Diketahui, hasil rampokan truk berisi ratusan kotak rokok yang diperkirakan bernilai dua miliar tersebut sempat dijual para pelaku ke sebagian wilayah Medan, Sumatera Utara dan Aceh.

Hal ini dikatakan Dir Reskrimum Polda Aceh, Kombes Pol Agus Sarjito melalui Kasubdit III Jatanras, Kompol Apriadi, Jumat (17/7/2020) sore di Mapolda Aceh, Banda Aceh.

"Dari keterangan para pelaku barang bukti sempat dijual ke wilayah Medan dan Aceh, namun ada yang kembali kita amankan untuk dijadikan barang bukti," ujarnya.

Komplotan perampok truk rokok yang diperkirakan berjumlah belasan orang ini memiliki peran berbeda dalam melancarkan aksinya. Dimana, para pelaku membagi kelompok sebagai pengintai, penghadang (eksekutor) serta kelompok pengangkut.

"Saat beraksi pelaku juga membuang kotak hitam beserta GPS truk itu ke sungai di Aceh Besar untuk menghilangkan jejak, sebagian pelaku melansir hasil rampokan untuk diamankan ke tempat mereka sebelum dijual kembali," ungkapnya.

Komplotan ini, lanjutnya, merupakan orang-orang yang dapat dikatakan profesional. Hal ini terbukti karena mereka dapat mengetahui dan membuang kotak hitam serta GPS truk sebagai salah satu upaya untuk menghilangkan jejak.

Bahkan, beberapa pelaku diketahui sebagai pemain rokok ilegal dari dalam dan luar negeri serta orang-orang yang meresahkan masyarakat dan mengganggu keamanan Aceh.

Apalagi, komplotan ini diduga juga pernah melakukan aksi yang sama sebelumnya di kawasan Aceh Timur pada tahun 2017 lalu. Namun berkat kesigapan dan kegigihan petugas, sebagian para pelaku dapat ditangkap tanpa perlawanan.

Hingga kini, polisi masih terus memburu enam tersangka lainnya yang sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Dimana, dua diantaranya diduga memiliki senjata api ilegal jenis FN dan rakitan.

"Diharapkan kepada para pelaku yang buron agar segera menyerahkan diri kepada pihak berwajib," tambah Kasubdit III Jatanras Dit Reskrimum Polda Aceh, Kompol Apriadi.

Sebelumnya diberitakan, perampokan truk rokok milik salah satu perusahaan ternama di Indonesia terjadi di kawasan Lamtamot, Aceh Besar pada 22 Juli 2020 lalu.

Dimana, dua sopir truk yang menjadi korban dihadang orang tak dikenal yang telah mengikuti truk sebelumnya. Para pelaku sempat mengaku sebagai anggota BNN dan menganiaya korban.

Lalu, kedua korban dibawa dan ditinggalkan di kawasan Kecamatan Juli, Bireuen, sementara pelaku membajak truk rokok tersebut.

"Pengungkapan kasus ini berkat kerjasama antara jajaran Polda Aceh dan Polda Sumut, dimana sesuai perintah Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada untuk mengungkap kasus ini," kata Dir Reskrimum Polda Aceh, Kombes Pol Agus Sarjito sebelumnya.

Penulis:Redaksi/Hafiz
Editor:Hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...