YARA Menduga Pinjam Pakai Beko Sitaan BB Tambang Ilegal Mining Ada Kejanggalan

Keterangan foto IST : Foto barang bukti beko ilegal mining ini diambil sebelum dilakukan proses pinjam pakai oleh Kejari Aceh Barat, yang di amankan di kantor dinas perhubungan pada Selasa (8/7/2020) lalu

Meulaboh, Acehportal.com - Pasca tujuh unit alat berat excavator yang menjadi barang bukti kasus dugaan penambangan mining ilegal di Kecamatan Sungai Mas, diketahui "lenyap" dari lokasi yang diletakkan di halaman kantor dinas perhubungan di Kecamatan Mereubo, Kabupaten Aceh Barat.

Berdasarkan informasi yang diperoleh media ini tujuh unit alat berat jenis beko tersebut merupakan sitaan Polda Aceh yang dilimpahkan kepada Kejaksaan Negeri Kabupaten Aceh Barat untuk dilakukan proses tindak lanjut.

"Dalam pelimpahan kasus tersebut pihak Polda menyerahkan barang bukti dan tersangka guna ditindak lanjuti. Selain tujuh alat berat yang menjadi barang bukti penyidik, polda juga menyerahkan lima orang tersangka dalam kasus ilegal mining tersebut,"kata Ketua YARA Aceh Barat Hamdani kepada Acehportal.com Kamis (16/7/2020).

Kemudian kata YARA, baru baru ini dikabarkan barang bukti beko yang sempat dikabarkan hilang itu, telah dipinjam pakai ha tersebut tersebut dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

"Kami menduga seperti ada kejanggalan dalam penangan kasus ini, padahal kasus ini penangkapannya dilakukan tanggal 5 Maret 2020, sempat tanpa berita apapun terkait perkembangannya sehingga kami pernah menanyakan langsung perkembangannya melalui rilis yang dikirim ke beberapa media,"Kata Hamdani

Ia menjelaskan, sepekan setelah berita tersebut tayang akhirnya kami mendapatkan informasi bahwa polda melimpahkan kasus tersebut ke Kejaksaan Negeri Aceh Barat.

"Setelah kami dapatkan informasi tersebut kami juga menelusuri langsung ke Kecamatan Mereubo tempat dimana barang bukti tujuh unit alat berat tersebut di tempatkan,"tambahnya.

Namum lanjut Hamdani, pasca pelimpahan tersebut mereka tidak lagi melihat keberadaan 7 unit alat berat itu, jelang satu hari, muncul di media bahwa BB itu dipinjam pada kepemiliknya.

Sementara itu katanya,  pemilik Beko itu tidak diketahui, apakah pemilik tersebut di antara lima orang tersangka itu, atau memang ada pemilik lainnya."Ini harus jelas Jangan sampai timbul asumsi yang macam macam kami tidak mau menduga duga lebih baik kami pertanyakan langsung kepada kejaksaan Negeri Aceh Barat."

"Kerena kita khawatir jika di pinjam pakaikan akan digunakan untuk kejahatan yang sama,"ungkap Hamdani.

Dirinya menegaskan mereka akan terus  mengawasi proses hukum terhadap kasus ini sampai adanya putusan pengadilan. Karena selama ini sering dilakukan penindakan terhadap ilegal mining namun penangkapan tersebut tidak menghentikan aktifitas tambang ilegal. Jika memang penegakan hukumnya tegas, saya yakin pasti tidak ada lagi aktivitas penambangan emas ilegal,"tutupnya.

Sementara itu Kepala kejaksaan Negeri Aceh Barat, Rukhsal Assegaf kepada wartawan Rabu (15/7/2020) kemarin mengatakan, sebanyak 7 unit alat berat excavator telah dipinjam pakai kepada pemiliknya dengan alasan tidak ada ruang untuk penyimpanan lantaran cukup besar.

"Dalam kasus ini ada lima orang tersangka yakni AH,H, NA,KH, dan MA, serta 7 unit alat berat excavator yang ditahan, namun untuk tersangka memang tidak kami lakukan penahanan sehubungan dengan keadaan Covid 19, sehingga nantinya akan membahayakan tahanan lainnya di dalam,"katanya.

Sementara tujuh unit barang bukti berupa excavator (Beko) pihak Kejari telah melakukan proses pinjam pakai hal itu dilakukan berdasarkan dengan SOP yang telah diterapkan.

" Berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP). kami menerima Permohonan pinjam pakai alat berat itu kepada pemiliknya,"tutupnya.

Penulis:Dani
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...