Pemerintah Diminta Perhatikan Desa Lesten, Desa Pedalaman di Kecamatan Pining Gayo Lues

Kapolres Gayo Lues, AKBP Carlie Syahputra Bustaman saat berkunjung dan melihat kondisi jembatan yang ambruk di Sungai Lesten, Kecamatan Pining, Gayo Lues, Rabu (15/7/2020) kemarin. (Ist)

Blangkejeren, Acehportal.com - Kapolres Gayo Lues, AKBP Carlie Syaputra Bustaman meminta kepada pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya untuk memperhatikan Desa Lesten yang berada di pedalaman Kecamatan Pining, Gayo Lues, mulai dari akses jalan dan jembatan hingga kesejahteraan.

Hal itu disampaikan saat dirinya melakukan kunjungan di Desa Lesten, Rabu (15/7/2020) kemarin dalam rangka memberikan sosialisasi tentang kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Pada kunjungan pertama kalinya ke desa pedalaman Lesten, Carli sangat prihatin dengan kondisi masyarakat pedalaman Lesten yang masih dikatakan terisolasi karena hidup di tengah hutan belentara, disertai dengan keadaan ekonominya yang belum memadai.

Lemahnya ekonomi masyarakat Lesten salah satu dampak dari akses jalan yang belum memadai dan banyak hasil bumi masyarakat Lesten yang sulit untuk dijual ke luar daerah.

Kenderaan pun tidak bisa mengangkut hasil bumi masyarakat Lesten dengan maksimal karena kerusakan jalan tersebut. Bila ada alat trasportasi, ongkos pun akan menjadi mahal. Harga jual hasil produksi pertanian berada di bawah standar harga dari daerah lain serta biaya produksi tidak sesuai dengan nilai jual.

Carlie berharap, semua pihak dapat memperhatikan Desa Lesten, layaknya desa lain agar Lesten tidak termarginalkan. Dirinya juga berharap agar masyarakat setempat bisa hidup layak dengan ekonomi yang bisa cepat bangkit serta masyarakat bisa sejahtera.

*Masyarakat Pedalaman Lesten Diingatkan untuk Tidak Tebang serta Bakar Hutan dan Lahan

Selain itu, berada di pedalaman Gayo Lues tepatnya di tengah hutan di sebuah desa bernama Lesten, Kecamatan Pining, Gayo Lues, Kapolres, AKBP Carlie Syaputra Bustaman meminta masyarakat untuk tidak menebang dan membakar lahan hutan.

Selain itu, dirinya juga meminta masyarakat untuk tidak mengambil ikan dengan cara meracun menyetrum serta mengebom ikan yang hidup lestari di tengah Sungai Lesten.

Carlie mengingatkan kepada seluruh masyarakat Desa Lesten agar tidak membersihkan lahan perkebunan dengan cara membakar.

"Karena dikhawatirkan dapat memicu terjadinya kebakaran hutan dan lingkungan di sekitar lahan, apalagi perkebunan masyarakat di Desa Lesten bersebelahan dengan hutan," kata Kapolres.

"Dengan teknologi canggih seperti di era satelit saat ini, semua titik api bisa dipantau. Setiap ada kebakaran ataupun kebakaran hutan petugas akan dengan cepat mengetahui dan mendatangi dan memadamkan titik api tersebut. Kebakaran hutan akan mengakibat polusi, pemerintah sangat perhatian untuk melakukan pencegahan terhadap kebakaran lahan hutan yang berakibat buruk bagi udara dan lingkungan," jelasnya.

Selain memberikan sosialisasi tentang karhutla, AKBP Carlie Syaputra Bustaman juga meminta sekali lagi kepada masyarakat untuk menjaga kelestarian habitat ikan di Sungai Lesten yang saat ini menjadi salah satu sumber penghasilan masyarakat Desa Lesten dan menjadi tujuan para pemancing ikan.

Diketahui, di sungai tersebut ada salah satu jenis ikan bernama Jurung. Dirinya berharap agar masyarakat tidak menangkap ikan itu dengan cara disetrum, diracun atau bahkan dibom karena akan memusnahkan kelestarian ikan tersebut.

Dalam sesi tanya jawab, Sekretaris Desa Lesten yakni Sataruddin yang kesehariannya berprofesi sebagai petani juga menanyakan kepada Kapolres apakah untuk pembakaran dengan skala kecil diperbolehkan.

Karena menurutnya, masyarakat Desa Lesten dalam setiap mengawali berkebun pasti membersihkan lahan dengan cara membakar sampah, namun yang di bakar bukanlah hutan tetapi perkebunannya untuk di tanami.

Menjawab pertanyaan tersebut, Carlie meminta kepada masyarakat agar lebih baik menghindari pembakaran tersebut jika ada cara lain yang lebih baik lagi.

*Kapolres Berharap Jembatan Ambruk di Desa Pedalaman Lesten Segera Diperbaiki

Lebih lanjut, Kapolres Gayo Lues berharap agar jembatan ambruk akibat meluapnya air Sungai Lesten yang berada di desa pedalaman Lesten bisa dengan segera diperbaiki. Harapan ini khususnya dilontarkan kepada Pemkab Gayo Lues dan dinas terkait

"Keberadaan jembatan sangat dibutuhkan oleh masyarakat Desa Lesten sebagai akses untuk menuju ke sentra produksi perkebunan jagung milik masyarakat Desa Lesten," ungkapnya.

Sesuai dengan harapan masyarakat yang disampikan kepadanya, jembatan tersebut sangat membantu masyarakat dalam memperbaiki ekonominya. Di seberang sungai yang dahulunya lahan terlantar, saat ini sudah dipenuhi oleh tanaman jagung.

"Dengan adanya jembatan, lahan terlantar seluas 14 hektar yang telah disulap menjadi lahan perkebunan masyarakat diharapkan menjadi cikal bakal kebangkitan ekonomi masyarakat Desa Lesten," jelasnya lagi.

Akan tetapi, harapan itu saat ini seolah sirna  ibarat "Sudah Jatuh Tertimpa Tanggah Pula". Jalan Blangkejeren-Pining belum selsai ditingkatkan, malah jembatan yang ambruk dihantam banjir.

"Harapan masyarakat Lesten pupus untuk menjadikan daerah tersebut sebagai sentra perkebunan karena jembatan yang dibangun sebagai harapan baru sudah dihanyutkan air," ujar Carlie.

Ia pun sangat berharap agar masyarakat Desa Lesten bisa mengangkut hasil panen dengan baik. Untuk itu, Kapolres berharap dinas terkait segera mencari solusi untuk membantu petani Desa Lesten. Hal ini pun akan disampaikan Carlie secara langsung kepada Bupati Gayo Lues nantinya.

Camat Pining, Saifullah yang ikut serta dalam kunjungan itu juga sangat berharap adanya solusi dari pemerintah daerah agar masyarakat yang berada di Desa lesten bisa kembali mendapatkan akses jembatan untuk menuju ke sentra perkebunan jagung yang sedang menunggu masa panen.

"Masyarkat Pining saat ini sangat bergantung terhadap hasil panen jagung mereka yang ada di seberang Sungai Lesten," kata Saifullah.

Penghulu (Kepala Desa) Desa Lesten, Ahmad terkejut dengan ambruknya jembatan bally Lesten, jembatan yang diharapkan bisa menjadi perubahan baru bagi masyarakat dalam peningkatan ekonomi saat ini sudah roboh.

"Ada 14 hektar kebun jagung yang subur dengan buah yang sangat dihandalkan hasil panen nantinya, namun terkendala dengan ambruknya jembatan. Tentu saja akan menambah kos angkut jagung ke seberang sungai.

Dirinya juga sangat berharap adanya solusi dari pemerintah agar mereka bisa mengangkut hasil panen ke seberang dengan mudah.

*Bantuan untuk Masyarakat Pedalaman Lesten

Selain itu, Kapolres Gayo Lues, AKBP Carlie Syahputra Bustaman dalam kunjungan tersebut juga memberikan bantuan sembako bagi 82 KK warga Desa Lesten serta 50 Sak semen untuk pembangunan Masjid Lesten dan masker.

Bantuan tersebut diberikan langsung oleh Kapolres dan Ketua Bhayangkari kepada masyarakat Desa Lesten saat melakukan kunjungan di Desa Lesten kemarin.

Kunjungan pertama kali awal tugasnya di Desa Lesten dilakukan untuk melihat kondisi masyarakat, sekaligus memberikan sosialisasi terkait karhutla kepada masyarakat Lesten.

Carlie berharap agar sembako dan bantuan yang diberikan dapat bermanfaat bagi masyarakat Desa Lesten untuk membantu meringankan beban masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

"Diharapkan masyarakat bisa segera bangkit bersamasama dengan daerah lain dari keterpurukan ekonomi yang sedang terjadi dari imbas pandemi Covid-19," kata Kapolres.

Ia juga meminta Imam Masjid Lesten agar bantuan semen yang diberikan dapat membantu peningkatan pembangunan masjid di desa itu, dengan harapan peningkatan Masjid Lesten bisa memotivasi masyarakat desa untuk beribadah.

Imam Masjid Lesten, Abdul sangat berterimah kasih atas bantuan semen yang diberikan. Ia mengungkapkan, bantuan tersebut dapat membantu peningkatan Masjid Lesten yang saat ini sedang membangun teras masjid.

"Apalagi harga semen di Lesten sangat mahal karena ongkos angkutannya mahal," jelas Imam Masjid Lesten.

Camat Pining, Saifullah mengapresiasi atas apa yang dilakukan Kapolres Gayo Lues di Desa Lesten, meskipun baru seminggu menjabat sebagai Kapolres Gayo Lues.

"Kapolres Gayo Lues, AKBP Carlie Syahputra Bustaman langsung perhatian terhadap masyarakat yang jauh di pedalaman Desa Lesten, desa yang sangat sulit dan terjauh dari kota Blangkejeren yang letaknya berada di tengah hutan," ungkap dia lagi.

"Dengan besar hati Kapolres melihat langsung kondisi masyarakat di tengah hutan. Mewakili masyarakat Pining, saya mengucapakan teruma kasih kepada Kapolres Gayo Lues atas segala bantuannya diberikan, semoga bantuan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat desa pedalaman Lesten," tutupnya.

Penulis:Redaksi
Editor:Hafiz
Rubrik:DaerahUmum

Komentar

Loading...