Polisi Tangkap Seorang Kakek di Aceh Besar Karena Cabuli Dua Balita

Sat Reskrim Polresta Banda Aceh amankan pelaku pencabulan anak dua balita disertai dengan pengancaman. (Ist)

Banda Aceh, Acehportal.com - Seorang kakek yang kesehariannya berprofesi sebagai buruh tani melakukan hal yang tak wajar terhadap dua balita yang masih dalam status keluarganya.

Kakek itu melakukan pencabulan disertai dengan penganiayaan terhadap anak di bawah umur.

Hal ini dilakukan oleh DAR alias YL (49), warga Aceh Besar di sebuah kebun pada Sabtu (20/6/2020) sore. Dirinya kini harus mendekam penjara selama 20 tahun atas apa yang dilakukan.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto dalam melalui Kasat Reskrim, AKP M Taufiq mengatakan, kini tersangka masih diamankan dan menjalani pemeriksaan sejak ditangkap beberapa hari kemarin.

“Dari hasil pemeriksaan, keterangan saksi, tersangka mengakui perbuatannya yaitu melakukan pencabulan terhadap dua anak kecil yang merupakan anak dari keluarganya sendiri,” ucapnya didampingi Kanit PPA, Ipda Puti Rahmadiani.

Disebutkan, DAR alias YL akan dijerat dengan Pasal 82 ayat 1 dan 2 Jo Pasal 80 ayat 1 UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 35 Tahun 2014 dan UU RI Nomor 17 Tahun 2016 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

“Namun, karena tersangka masih ada kaitan dengan keluarga korban, maka hukumannya dapat ditambah dengan 1/3 dari hukuman pokok,” tambah mantan Kapolsek Kita Alam tersebut.

Ia menjelaskan, kejadian ini terjadi pada bulan Juni 2020 lalu di sebuah kebun yang masih dalam wilayah hukum Polresta Banda Aceh. Saat itu kedua korban yakni MNA (3) dan MJ (2) sedang berada di depan rumahnya bersama sang nenek.

Kemudian, sambung Kasat, tersangka datang menghampiri korban dengan menggunakan becak yang dikendarainya bermaksud untuk membawa jalan-jalan di sekitar rumah.

“Namun yang terjadi sebaliknya, kedua korban dibawa ke sebuah kebun yang tak jauh dari rumah korban serta dilakukan penganiayaan berupa perbuatan sodomi terhadap sang balita,” tutur Taufiq lagi.

Setelah melakukan perbuatannya, tersangka juga melakukan pengancaman terhadap kedua balita tersebut agar korban jangan memberitahukan kepada siapapun hingga kedua korban diantar ke rumahnya.

Saat diantar pulang, kedua balita terlihat ketakutan dan tidak seperti biasanya. Hal ini diungkapkan oleh orang tua dan nenek korban, sehingga mencari tahu apa yang telah terjadi.

“Korban merasa kesakitan di bagian anusnya serta diancam oleh tersangka agar tidak memberitahukan kepada siapapun termasuk orang tuanya dan ini diceritakan oleh kedua korban kepada ibunya sehingga melaporkan ke pihak berwajib,” jelasnya.

Menindaklanjuti laporan itu, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polresta Banda Aceh yang dipimpin oleh Ipda Puti Rahmadiani bersama personelnya mendalami kasus itu dengan memeriksa para saksi.

“Setelah mendalami dan memeriksa para saksi serta melengkapi bukti disertai keterangan ahli Psikolog Forensik dan Dokter, kami mengamankan tersangka pada hari Kamis (2/7/2020) di salah satu warung kopi, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar,” ujar Kanit PPA.

Saat ditangkap, lanjut Puti, tersangka tidak melakukan perlawanan dan mengakui perbuatan bejatnya terhadap kedua korban.

“Menurut istri tersangka, pelaku memiliki kebiasaan di saat berhubungan badan melalui anus atau dubur, namun bila istri tersangka menolaknya, maka dia marah serta akan memukulinya,” tutur Ipda Puti.

Mencegah kejadian serupa, Kanit PPA Ipda Puti Rahmadiani mengimbau kepada para orang tua untuk selalu menjaga buah hatinya dalam kesehariannya. Sehingga, kasus yang menimpa seperti kedua balita ini tidak terulang lagi terhadap anak-anak yang lain.

Saat ini, tim penyidik Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) Polresta Banda Aceh bersama Tim Konseling telah melakukan upaya untuk memulihkan rasa trauma yang dialami korban.

"Upaya pemulihan trauma juga dengan melibatkan personil Polisi Wanita (Polwan) Polresta Banda Aceh dengan harapan agar  rasa trauma dari kejadian yang menimpa korban tidak berdampak terhadap masa depannya kelak," pungkasnya.

Penulis:Redaksi
Editor:Hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...