Pembobol ATM yang Buron Diminta Menyerahkan Diri, Tiga Lainnya Terancam 7 Tahun Penjara

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto bersama Wakapolres, Kompol Ahzan dan Kasat Reskrim, Iptu Yoga Panji Prasetya saat konferensi pers di Mapolres Lhokseumawe, Selasa (14/7) 2020). (Ist)

Lhokseumawe, Acehportal.com - Sat Reskrim Polres Lhokseumawe yang dibantu personel Subdit Jatanras Dit Reskrimum Polda Aceh mengungkap kasus pembobolan ATM yang ada di Kecamatan Samudera, Aceh Utara yang terjadi Senin (13/7/2020) kemarin.

Kini, petugas masih mencari seorang pelaku lainnya yang terlibat dalam aksi pembobolan ATM tersebut. Hal ini dikatakan Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto saat konferensi pers di Mapolres Lhokseumawe, Selasa (14/7/2020).

"Masih ada satu orang lagi yang buron berinsial RP masih dalam pengejaran, kami imbau agar segera menyerahkan diri," tegas Kapolres didampingi Wakapolres, Kompol Ahzan beserta Kasat Reskrim, Iptu Yoga Panji Prasetya dan Kasubbag Humas, Salman Alfarisi.

Ia menjelaskan, sementara untuk tiga orang pelaku lainnya yang ditangkap yakni KB (25), NF (33) dan ZF (31) yang merupakan karyawan kontrak aktif serta mantan karyawan PT SSI yakni perusahaan yang membidangi masalah ATM itu terancam hukuman tujuh tahun penjara.

"Ketiga pelaku terancam Pasal 363 Ayat 1 ke 3 jo Pasal 362 jo Pasal 53 jo Pasal 55 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara," kata Kapolres.

Diakui, dalam beraksi masing-masing pelaku ini memiliki peran yang berbeda. Dimana, KB sebagai orang yang memberikan kunci mesin, NF masuk ke ATM dan mengambil uang serta ZF sebagai sopir yang membawa mobil minibus jenis Avanza untuk melakukan kejahatan.

"Menurut keterangan pelaku ini telah direncanakan sudah dua bulan lalu sekitar Mei, mereka berencana dan beraksi berempat," jelas AKBP Eko Hartanto.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti seperti dua buah kaset ATM, sebuah rijek, uang tunai senilai Rp 64 juta, sebuah tas, obeng, satu set kunci serta mobil yang digunakan para pelaku.

Penulis:Redaksi
Editor:Hafiz
Rubrik:DaerahHukum

Komentar

Loading...