Balas Turki, Yunani Ancam Ubah Rumah Ataturk Museum Genosida

Pro kontra Hagia Sophia menjadi Masjid. (AP/Emrah Gurel)

Jakarta, Acehportal.com - Yunani merespons keputusan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memfungsikan kembali Hagia Sophia sebagai masjid dengan mengancam mengubah rumah Mustafa Kemal Ataturk di Thessaloniki menjadi museum genosida.

Bagi masyarakat Turki, Mustafa Kemal Ataturk adalah tokoh besar yang telah membebaskan mereka dari belenggu penjajahan. Dia merupakan Bapak Bangsa Turki.

Menteri Pembangunan Pedesaan Yunanu Makis Voridis dalam wawancara dengan MEGA menyebut keputusan Erdogan mengubah Hagia Sophia menjadi masjid sebagai hal mengerikan.

Kata dia hal itu menandakan Turki tidak tertarik menjalin hubungan baik dengan negara barat dan komunitas internasional.

"Kemarahan, kebencian, kesedihan, terutama di Yunani, dan rasa penghinaan yang mendalam. Hagia Sophia bukan hanya monumen budaya dunia, tetapi juga simbol Kristen dan Ortodoks," kata Voridis seperti dikutip dari Greek City Times Selasa (14/7).

"Kami membutuhkan jawaban dari komunitas internasional dan, tentu saja, dari Yunani," ujarnya.

Menurut dia, satu jawaban yang bisa diberikan oleh Yunani atas keputusan Turki itu adalah langkah simbolis mengubah rumah Mustafa Kemal Ataturk menjadi museum genosida. "Saya pikir itu bisa dan harus dilakukan segera," katanya.

Dia mengatakan komunitas internasional harus menyadari bahwa Turki adalah ancaman bagi stabilitas internasional. Voridis menyerukan negara Barat untuk segera mengirimkan pesan tegas ke Turki.

"Kita perlu menjelaskan kepada Barat bahwa Erdogan tak terkendali dan negara-negara Barat akan menghadapinya," ujar dia.

Selain Voridis, ancaman serupa juga dilontarkan oleh Greek Solution. Partai Politik Yunani itu menyarankan untuk mengubah rumah Ataturk menjadi museum genosida.

"Tidak ada pengadilan Turki yang dapat menodai karakter Hagia Sophia," kata partai itu dalam sebuah pernyataan sehari sebelum Turki memutuskan untuk mengubah Hagia Sophia menjadi masjid.

"Sebaliknya, Yunani dapat dan harus mengubah rumah Kemal menjadi museum peringatan dan penghormatan bagi para korban genosida Pontian."

Pengadilan Turki mengumumkan keputusan untuk kembali memfungsikan museum Hagia Sophia menjadi masjid pada Jumat lalu, dan membatalkan keputusan presiden 1934.

Tak lama setelah itu Erdogan menetapkan Hagia Sophia yang berada di Istanbul menjadi masjid. Hagia Sophia dengan Latin Sancta Sophia dan nama Turkinya Ayasofya, memiliki arti perintah suci.

Hagia Sophia awalnya ialah gereja yang dibangun Kekaisaran Roma saat mereka menguasai Turki sekitar 1.500 tahun yang lalu.

Hagia Sophia bertahan sebagai gereja selama 916 tahun hingga tahun 1453, sebelum Kesultanan Ottoman akhirnya merebut Konstantinopel dari tangan Kekaisaran Byzantium.

Sang pemimpin saat itu, Sultan Mehmed II, langsung memerintahkan arsitek bernama Sinan untuk menutup mengubah fungsi Hagia Sophia dari gereja menjadi masjid serta menutup lukisan Kristiani di temboknya dengan plester putih.

Setelah 481 tahun menjadi masjid, Hagia Sophia lalu diubah kembali menjadi museum saat Turki berada di bawah kepemimpinan Mustafa Kemal Ataturk pada tahun 1934. Hagia Sophia kemudian diubah kembali menjadi masjid di bawah kepemimpinan Erdogan.

Komentar

Loading...