Polisi Ungkap Kasus Pembobolan ATM BNI di Lhokseumawe, Satu Orang Buron

Barang bukti uang dan disc ATM yang diamankan polisi dalam kasus pembobolan ATM. (Ist)

Banda Aceh, Acehportal.com - Sat Reskrim Polres Lhokseumawe mengungkap kasus pembobolan ATM BNI yang berada di Jalan Medan-Banda Aceh, Gampong Mancang, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, Senin (13/7/2020).

Dimana, dalam kasus ini polisi menangkap tiga orang tersangka sore tadi, sementara seorang tersangka lainnya masih dalam pengejaran petugas (buron).

Dir Reskrimum Polda Aceh, Kombes Pol Agus Sarjito mengatakan, penangkapan dilakukan oleh tim gabungan Unit V Resmob Sat Reskrim Polres Lhokseumawe dan Jatanras Polda Aceh dalam kurun waktu kurang dari satu hari.

Tim gabungan itu sendiri dipimpin oleh Kasubdit Jatanras Dit Reskrimum Polda Aceh, Kompol Apriadi dan Kasat Reskrim, Iptu Yoga Panji Prasetya.

"Tersangka yang ditangkap adalah KB (25), NF (32) serta ZF (30) yang merupakan warga Lhokseumawe," ujar Direktur.

Ia menjelaskan, ketiga tersangka ini diketahui merupakan karyawan serta bekas karyawan perusahaan PT SSI Cabang Lhokseumawe yang merupakan perusahaan yang membidangi tentang perbaikan ATM hingga pengisian uang di mesin ATM bagi sejumlah bank.

"Tersangka KB adalah karyawan yang masih aktif selaku teknisi, sementara NF dan ZF adalah mantan sekuriti serta mantan asisten manajer di perusahaan itu," ungkapnya.

Usai menerima laporan dari pihak perusahaan yang mengalami kerugian atas pembobolan ATM itu, polisi langsung melakukan penyelidikan. Awalnya, tim mengamankan tersangka KB dan disusul dengan menangkap tersangka NF dan ZF.

"Dalam penangkapan itu sempat diwarnai beberapa kali letusan senjata api petugas karena tersangka NF mencoba melarikan diri saat ditangkap," ungkap mantan Dir Resnarkoba Polda Aceh ini.

Agus menceritakan, pembobolan ATM itu terjadi Senin pagi tadi sekitar pukul 09.30 WIB. Salah satu saksi di sekitar mengatakan, ada sebuah mobil minibus jenis Avanza yang datang ke lokasi.

Saat itu, dua orang lelaki turun dari mobil dengan menggunakan kemeja warna biru serta masker dan membawa masuk tas ransel ke dalam ATM.

"Selanjutnya datang sebuah mobil pengisian ATM yang dikawal anggota Brimob, keduanya melarikan diri, diketahui ada satu orang tersangka yang tunggu di mobil saat itu," jelasnya.

Petugas perusahaan yang hendak mengisi mesin ATM mengetahui aksi para pelaku, dimana mesin ATM yang didatangi dalam keadaan terbongkar. Diketahui sisa saldo ATM sebelum kejadian sebesar Rp 87 juta.

"Diamankan dua unit disc ATM berisi uang yang sempat dicungkil pelaku menggunakan obeng. Lalu tas ransel, kunci ATM, mobil yang digunakan pelaku dan uang tunai milik ATM BNI Geudong sebesar Rp 64,1 juta," paparnya.

Saat ini, para pelaku masih diamankan di Mapolres Lhokseumawe untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Mereka dijerat dengan Pasal 363 Subs 362 Jo Pasal 53 (1) KUHP.

"Satu tersangka lainnya yang diduga terlibat masih diburu tim gabungan," tambah Kombes Pol Agus Sarjito.

Penulis: Redaksi
Editor: Hafiz
Rubrik: Headline

Komentar

Loading...