Ledakan Dilaporkan Terjadi di Gudang Rudal Iran

Ledakan akibat serangan udara Israel yang menhantam Gaza City pada 25 Maret 2019. REUTERS/Mohammed Ajour

Jakarta, Acehportal.com - Ledakan hebat dilaporkan terjadi di Teheran, Iran pada Jumat (10/7) dini hari. Sejumlah laporan menyebut ledakan terjadi di gudang rudal milik Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).

Kantor berita IRIB mengatakan ledakan itu membuat jaringan listrik di area sekitar lokasi terputus. Menurut Kantor Berita Iran Mehr yang dikutip dari The Jerusalem Post ledakan juga dilaporkan terjadi di Garmdareh dan Quds.

Insiden itu menambah daftar panjang ledakan yang mengguncang Iran dalam beberapa pekan terakhir. Selasa kemarin ledakan terjadi di sebuah pabrik di selatan Teheran, Iran hingga mengakibatkan dua orang tewas.

Kantor berita IRNA melaporkan ledakan itu diduga terjadi akibat kelalaian manusia. Selain dua orang tewas, ledakan yang terjadi dini hari itu menyebabkan tiga lainnya mengalami luka-luka.

Ledakan juga menghantam pangkalan militer di wilayah Teheran dan situs nuklir utama.

Pada 30 Juni, ledakan dahsyat menghantam sebuah klinik di Teheran utara hingga menewaskan 19 orang dan merusak bangunan di sekitarnya.

Kemudian ledakan dilaporkan terjadi di dekat pangkalan militer Parchin. Pemerintah Iran mengatakan ledakan tersebut hanya berasal dari tangki gas industri di sebuah daerah.

Selanjutnya pada 2 Juli insiden terjadi di fasilitas pengayaan uranium Natanz di Provinsi Isfahan yang menjadi situs nuklir utama Iran.

Kerusakan sempat dilaporkan terjadi akibat ledakan tersebut, tapi tak lama, juru bicara Organisasi Energi Atom Iran, Behrouz Kamalvandi, menuturkan insiden itu tidak merusak situs nuklir tersebut. Ia juga mengatakan tidak ada korban dalam kecelakaan itu.

Namun Badan Energi Atom Iran mengatakan kerusakan situs nuklir akibat ledakan tersebut kemungkinan bisa membuat produksi uranium negara itu melambat.

Juru bicara Badan Energi Atom Iran, Behrouz Kamalvandi, memaparkan kecelakaan yang terjadi di fasilitas nuklir utama Iran, Natanz, Provinsi Isfahan, bisa menyebabkan produksi sentrifugal melambat sehingga berimbas kepada pengayaan uranium.

Iran juga mengancam akan melancarkan balasan terhadap siapa saja yang melakukan serangan siber pada situs nuklir mereka.

Kantor berita IRNA menyatakan kemungkinan sabotase dilakukan oleh musuh-musuh Iran. Surat kabar Kuwait, Al-Jareeda melaporkan bahwa serangan tersebut diduga dilakukan oleh Israel, musuh bebuyutan Iran.

Hal itu langsung dibantah Israel. Menteri Pertahanan Benny Gantz menyatakan tidak semua yang terjadi di Iran selalu disebabkan oleh Israel.

Komentar

Loading...