Sejumlah Alkes Berharga Terbengkalai

Ketua Komisi IV DPRK Aceh Barat Desak Manajemen RSU CND Meulaboh Bangunkan Lift Ruang Jantung Terpadu

Ketua Komisi IV DPRK Aceh Barat, Ahmad Yani. (Dani/Acehportal.com)

Meulaboh, Acehportal.com - Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat, Ahmad Yani mendesak pihak manajemen Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dhien (RSU-CND) Meulaboh untuk melakukan pembangunan lift di ruang jantung terpadu.

Seharusnya, kata Yani, pengadaan lift tersebut sudah dalam proses pelaksanaan, karena anggarannya adalah dana Otsus 2020. Tapi hingga saat ini, pihaknya  menemukan belum ada tanda-tanda akan dilakukan pembangunan lift medis tersebut.

Harapan itu disampaikan supaya segala pengadaan alat kesehatan di rumah sakit itu tidak terbengkalai dan ada ruang untuk dimanfaatkan seperti alat kesehatan  Cathalab, ESWL, Ups 120 Kva, Ups 20 Kva, Ventilator dan tempat tidur x-ray serta termasuk gas medis central.

"Menurut saya, cara ini sangat berguna jika ini ini dilakukan dapat dimanfaatkan bagi penderita jantung, pemecah batu ginjal dan paru-paru," kata Ahmad Yani kepada Acehportal.com, Jumat (10/7/2020).

Sementara itu, menurutnya kalau semua alat kesehatan yang sudah ada tersebut dioperasikan dengan adanya pembangunan lift di ruang jantung terpadu akan banyak keuntungan bagi masyarakat. Sebab dengan adanya perencanaan seperti itu, masyarakat sekitar tidak payah lagi rujuk ke Banda Aceh.

"Sangat disayangkan jika alat kesehatan tersebut terus dibiarkan, karena alkes itu memerlukan AC aktif dan lampu ruangan tentu ini akan mengalami pemborosan listrik yang harus disuplai ke ruangan tersebut.

"Yang kita khawatirkan takut nanti semua alat kesehatan itu yang saat ini dalam artian digudangkan akan mengalami kerusakan jika lalai dalam pemeliharaannya, sayang mahal-mahal didatangkan namun tidak bisa di manfaatkan," ujar Yani sambil elus dada.

Kendati demikian, dirinya juga mendesak agar pihak rumah sakit segera mengontrak dokter sub spesialis untuk melengkapi syarat penunjang kenaikan tipe RSU CND lagi dan semua alat-alat kesehatan yang digudangkan juga dapat dioperasikan. Namun, jika rumah sakit masih di tipe C, pihak BPJS juga tidak bisa membayar penuh klaim pemanfaatan alat tersebut.

"Kalau misalnya pihak manajemen rumah sakit menindaklanjuti dan segera melaksanakan desakan ini, saya yakin alat-alat kesehatan dapat difungsikan serta pendapatan juga akan besar di rumah sakit itu, juga manfaatnya masyarakat Aceh Barat tidak perlu jauh-jauh lagi berobat sampai harus ke Banda Aceh," tuturnya.

Ketua Komisi ini juga berharap, pihak manajemen rumah sakit beretika baik dan kembalilah pada rencana strategis bisnis (RSB) terhadap Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dhien (RSU-CND) agar kembali kepada visi misi rumah sakit yang sebenarnya, yaitu menjadi RS yang moderen yang bernuansa islami sehingga menjadi rumah sakit rujukan layanan kesehatan barat selatan.

Penulis:Dani
Editor:Hafiz
Rubrik:Daerah

Komentar

Loading...