Polisi Rekontruksikan Pembunuhan Fatimah di Aceh Utara

Salah satu adegan yang ditunjukkan tersangka saat rekontruksi. (Ist)

Lhoksukon, Acehportal.com - Sat Reskrim Polres Aceh Utara melakukan rekontruksi kasus pembunuhan terhadap Fatimah yang dilakukan oleh anak kandungnya sendiri yakni Nasrul.

Rekontruksi pembunuhan sadis itu dilakukan sejak pukul 10.50 WIB tadi di rumah mereka di Gampong Meunasah Panton Labu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, Kamis (9/7/2020).

Kegiatan itu dihadiri langsung oleh Kabag Ops, AKP Syukrif Panigoro beserta sejumlah pejabat utama lainnya, termasuk Kasat Reskrim, AKP Rustam Nawawi selaku pihak yang menangani kasus tersebut serta Kejari Aceh Utara dan pengacara tersangka sendiri.

"Ada 26 adegan rekontruksi yang diperagakan oleh tersangka di lokasi yang tak lain adalah rumah korban sendiri. Kegiatan ini berjalan aman dan baik," ujar Kapolres Aceh Utara, AKBP Tri Hadiyanto melalui Kasat Reskrim.

Berikut 26 adegan yang dilakukan tersangka Nasrul yang tega menghabisi nyawa ibu kandungnya sendiri:

1. Minggu (31/5/2020) sekira pukul 20.00 WIB tersangka pergi ke rumah korban (ibu kandungnya) untuk menyimpan sebilah pisau di bawah pohon pisang yang berada di belakang rumah.

2. Senin (8/6/2020) sekira pukul 04.30 WIB tersangka sampai di depan rumah korban dan menuju ke belakang rumah korban untuk mengambil pisau yang sebelumnya sudah di simpan selama 8 hari lalu.

3. Tersangka memanjat dinding dapur rumah korban sambil membawa sebilah pisau di tangan kanannya dan tersangka turun dari dinding dapur dalam rumah.

4. Tersangka mematikan lampu dengan cara mematikan saklar yang ada di tiang rumah korban. Pada saat mematikan lampu korban sedang tertidur di kamar dengan pintu tertutup dengan gorden.

5. Tersangka membangunkan korban dengan cara memanggil dan menggoyangkan kaki korban, mengambil senter dan mengarahkannya ke tersangka sehingga korban melihat tersangka memegang sebilah pisau. Tersangka meminta uang kepada korban sambil mengarahkan pisau ke arah korban dan mengancam akan membunuhnya jika tidak diberikan. Bahkan, korban sempat menanyakan pisau tersebut untuk apa.

6. Korban berbalik badan hendak membuka pintu depan rumah. Tersangka juga sempat bernegosasi meminta uang pada korban.

7. Tersangka menarik rambut korban dengan tangan kirinya.

8. Tersangka menikamkan pisau ke leher sebelah kanan korban dengan mata pisau mengarah ke depan, tersangka mendorong tubuh korban hingga tersungkur ketanah dengan posisi terlungkup.

9. Tersangka menarik kalung yang melekat di leher korban hingga terputus. Lalu, kalung tersebut dipegang dengan tangan kiri tersangka.

10. Tersangka melemparkan pisau ke arah sudut dinding dapur dengan berlumuran darah, tersangka keluar melalui dinding dapur yang sama dan menuju ke belakang rumah.

11. Tersangka duduk di atas septic tank dan membersihkan tangan dari noda darah dengan cara menggosokkan tangan ke tanah.

12. Tersangka pergi ke pohon pisang tempat tersangka menyimpan pisau untuk membersihkan tangan di daun pisang kering.

13. Tersangka mencuci tangan ke dalam sumur yang ada di dekat pohon pisang.

14. Tersangka berlari ke arah belakang rumah korban kemudian menuju ke tanggul irigasi dan kembali pulang ke rumahnya di Gampong Alue Bili Rayeuk dengan berlari-lari kecil.

15. Pada pukul 06.45 WIB tersangka kembali lagi ke rumah korban dari jalan depan rumah kemudian mengetuk pintu serta jendela beberapa kali sambil memanggil korban (Mak-mak).

16. Tersangka kembali masuk ke dalam rumah dengan cara memanjat dinding dapur. Tersangka turun dari dinding dapur dalam rumah tanpa pisau.

17. Setelah berada di dalam rumah, tersangka menuju jasad korban dan menggeser kepala korban untuk menahan pintu dan membuka pengunci pintu depan dari dalam rumah.

18. Tersangka memanggil saksi Nurhayati dari dalam rumah sambil mengetuk dinding rumah (Ma biet, ma biet, mak ka geutinggai geutanyoe). Saat itu, Nurhayati sedang duduk di ruang tengah rumahnya.

19. Nurhayati langsung datang ke rumah korban dan melihat dari depan pintu depan rumah sudah berdarah.

20. Tersangka duduk di ruangan tengah sambil berpura-pura nangis melihat jasat korban.

21. Tersangka kembali mengambil pisau yang telah diletakkan di dapur.

22. Tersangka keluar dari dinding dapur kemudian langsung menuju ke belakang rumah sambil membawa pisau di tangan kanan.

23. Tersangka memotong daun pisang kering yang ada noda darah dan membuangnya kebelakang rumah saksi Nurhayati.

24. Tersangka kembali memanjat dinding dapur dari luar rumah untuk melemparkan pisau ke arah dapur.

25. Tersangka berjalan menuju ke depan rumah saksi Nurhayati dan duduk di kursi panjang sambil berpura-pura menangis.

26. Tersangka pergi dari rumah untuk memberi tahukan kepada warga.

Seperti diberitakan sebelumnya, Fatimah ditemukan bersimbah darah di rumahnya sendiri karena dibunuh oleh anak kandungnya beberapa waktu lalu.

Dimana, pembunuhan itu terjadi lantaran korban tak menuruti permintaan anaknya yang meminta uang. Korban sendiri diketahui sebagai janda miskin yang selama ini hidup sendirian.

Sadisnya, tersangka sempat melaporkan pembunuhan ini kepada warga sekitar seakan korban dirampok. Padahal, ialah yang telah tega menghabiskan nyawa orang tua kandungnya sendiri.

Penulis:Redaksi
Editor:Hafiz
Rubrik:DaerahHukum

Komentar

Loading...