Tak Berizin, Satpol PP Copot Sejumlah Reklame Neon Box di Jalan Teuku Umar Meulaboh

Petugas Satpol PP tertibkan reklame neon box yang tak berizin di Jalan Teuku Umar, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat Rabu (8/7/2020). (Dani/Acehportal.com)

Meulaboh, Acehportal.com -  Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mencopot reklame neon box tanpa izin yang terpasang di sepajang jalan Teuku Umar, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, Rabu (8/7/2020).

Instansi penegak peraturan daerah tersebut menertibkan puluhan reklame neon box di Jalan Teuku Umar, Meulaboh dengan menerjunkan sejumlah petugas Satpol PP dan membawa alat pencopot reklame yang tak berizin itu.

Sementara perlengkapan yang dibawa, untuk difungsikan sebagai alat pemotong neon box itu sempat mengalami kerusakan di lapangan. Namun, hal tersebut tak menghentikan langkahnya dalam proses penerbitan itu.

Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Satpol PP Aceh Barat, TR Alaidinsyah kepada Acehportal.com mengatakan, penertiban neon box ini dilakukan sebab tidak memiliki izin dan juga menyalahi aturan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2010.

"Penertiban ini kita lakukan demi menciptakan suasana kota yang lebih baik serta tertata dengan rapi, maka kita harap para pengusaha aksesoris handphone atau pemilik reklame neon box di Meulaboh dapat mendukung upaya-upaya Pemkab dalam menciptakan suasana kota yang tertib," ujarnya.

Sementara, neon box yang berada depan Lenmark Mall di sepanjang Jalan Teuku Umar yang dicopot langsung dibawa petugas untuk diamankan. Sempat sedikit ribut-ribut kecil saat berlangsungnya penertiban, namun setelah diberikan arahan dan pengertian upaya tersebut berjalan dengan tertib.

Alaidinsyah menjelaskan, sebelumnya pihak Satpol PP telah mengirimkan surat pemberitahuan terhadap pemilik reklame neon box tersebut. Namun, hingga batas waktu penertiban pemilik enggan mencopot, sehingga pihaknya sendiri yang bertindak dan mengerahkan alat untuk melakukan pembongkaran.

"Jika tidak ada izin serta melanggar Perda yang sudah ditetapkan, ya harus dicopot biar reklame yang berizin tidak iri, upaya yang kita lakukan ini, juga untuk mendongkrak Pendapatan Anggaran Daerah (PAD) Aceh Barat," tutupnya.

Ia juga berharap, trotoar yang sudah indah tertata rapi tidak lagi difungsikan yang melanggar aturan pemerintah. Hal ini agar trotoar yang sudah ditertibkan dapat kembali pada fungsinya yakni tempat pejalan kaki.

Penulis: Dani
Editor: Hafiz
Rubrik: Daerah

Komentar

Loading...