Hasil Temuan Pansus RSUCND Tak Dibacakan dalam Sidang Paripurna, Wakil Ketua DPRK Aceh Barat Protes

Wakil Ketua I DPRK Aceh Barat, Ramli. (Ist)

Meulaboh, Acehportal.com - Hasil temuan Panitia Khusus (Pansus) Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat di Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dhien (RSU-CND) Meulaboh tidak dibacakan dalam rapat paripurna yang di gelar, Selasa (7/7/2020) kemarin.

Sementara, hasil pansus tersebut diserahkan langsung oleh tim pansus kepada Ketua DPRK Samsi Barmi di sela-sela rapat paripurna itu berlangsung.

"Sepertinya hasil temuan pansus dari RSU-CND Meulaboh berjalan di tempat, tidak ada gerakan sama sekali, sebab saya melihat ada pihak tertentu yang mencoba menutupi hasil temuan ini, kata Wakil Ketua I DPRK Aceh Barat, Ramli kepada Acehportal.com kemarin.

Ramli mengaku, jika nantinya hasil laporan pansus itu ditemukan maka akan dibacakan secara terbuka agar masyarakat pun tahu berapa banyak kerugian daerah dari hasil temuan pansus itu.

"Saya tidak mau hasil temuan pansus ini ditutupi, karena secara tata tertib tidak ada istilah menutupi, saya mau terbuka semua, agar rakyat juga harus tahu," ujarnya.

Yang membuatnya aneh, kata Ramli, kenapa tidak bisa dibacakan hasil temuan itu di dalam rapat paripurna. Kalau memang tidak bisa dibacakan untuk apa dibentuk tim pansus, setelah ada temuan lalu saling menutupi.

"Kalau begini caranya bukan malah menyelesaikan masalah, bahkan bertambah masalah, jika hasil temuan ini tidak dibenahi, bukan ditutupi yang ada pelayanan Rumah Sakit CND jauh hari semakin buruk pelayanannya," tegas Ramli.

Ramli menduga, penyebab tidak dibacanya hasil temuan pansus dalam rapat paripurna karena banyak temuan pengadaan alat-alat medis yang terbengkalai yang mencapai puluhan miliar.

"Mungkin itu penyebabnya, saya pun merasa aneh seperti ada kejanggalan di tahap ini, pastinya jika nantinya hasil temuan ini tidak ada tindak lanjut, maka biar saya yang laporkan temuan ini ke Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK)," pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Panitia Khusus (Pansus) DPRK Aceh Barat, Ahmad Yani mengatakan, pihaknya sebagai tim pansus telah bekerja dan semua hasil temuan pansus sudah diserahkan dalam rapat paripurna.

Sementara itu hasil pansus itu telah menjadi urusan kelembagaan, sebab hasilnya telah diserahkan kepada pimpinan DPRK.

"Kalau kami sebatas tim pansus yang terbentuk pada paripurna beberapa yang bulan lalu, apa yang menjadi tugas tim pansus hari ini sudah kami selesaikan, apapun permasalahan di rumah sakit yang menjadi temuan tim pansus sudah kami susun dalam sebuah laporan hasil pansus," katanya.

Kemudian, katanya, hasil pansus itu sudah diserahkan ke lembaga, dalam hal ini lembaga dipertanggungjawabkan oleh pimpinan DPRK, maka nantinya sikap lembaga dan pimpinan yang akan memutuskan apa yang menjadi tindakan selanjutnya.

Terkait dengan tidak dibacanya hasil temuan itu dalam rapat paripurna, dirinya mengaku tidak faham apa penyebabnya. Sebab, kapasitas pihaknya hanya sebatas itu dan mungkin ada suatu kebijakan yang tidak perlu untuk dibacakan dulu oleh para pimpinan di lembaga itu.

"Kalau kami sebagaimana yang telah ditugaskan telah kita selesaikan, semua hasil temuan sudah diserahkan kepada lembaga, karena apapun kedala di rumah sakit hari ini sudah kami abdosikan dalam bentuk temuan dan dalam laporan kami tertulis semua disitu," tutupnya.

Penulis: Redaksi
Editor: Hafiz
Rubrik: Headline

Komentar

Loading...