Kasus Penggelapan Uang Nasabah di Abdya, Diketahui Salah Satu Terduga Tersangka Adalah PNS

RA, oknum karyawati bank BRI di Abdya yang diduga menggelapkan uang nasabahnya bernilai ratusan juta. (Ist)

Banda Aceh, Acehportal.com - Salah satu terduga tersangka kasus penggelapan uang nasabah bank BRI di Abdya diketahui adalah seorang PNS berinsial EM (41), warga Aceh Tengah. Informasi ini diketahui dari Dir Reskrimum Polda Aceh, Kombes Pol Agus Sarjito, Senin (6/7/2020).

Laporan yang diterima Direktur, ada tiga terduga tersangka yang diamankan Sat Reskrim Polres Abdya kemarin terkait kasus penipuan dan penggelapan uang nasabah bank BRI yang dilakukan karyawati bank BRI yakni RA (26). Dua orang lainnya yakni EM dan seorang lelaki berinisial ARP (41), warga Aceh Tengah.

"Mereka diamankan Sabtu kemarin di Kecamatan Pegasing, Aceh Tengah. Penangkapan dilakukan atas beberapa laporan dugaan penipuan dan penggelapan yang diterima Polres Abdya," ujarnya.

Agus menjelaskan, selama ini tersangka RA diketahui sembunyi di salah satu rumah warga di Gampong Belang Bebangka, Kecamatan Pegasing, Aceh Tengah. Informasi yang dihimpun, sembunyi dan larinya RA ke Aceh Tengah diketahui karena ia takut hendak digiring polisi atas kasus itu.

"Setelah melakukan penyelidikan, Sat Reskrim Polres Abdya yang dipimpin Kasat, AKP Erjan Dasmi langsung menuju ke Aceh Tengah untuk mengamankan yang bersangkutan. Disitulah dua orang lainnya diamankan," ungkapnya.

Saat ini, ketiganya masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolres Abdya. Polisi pun berencana akan melakukan konferensi pers besok terkait dengan kasus dugaan penipuan dan penggelapan ini.

Sebelumnya diberitakan, Polres Abdya menangkap oknum karyawati BRI berinisial RA atas dugaan penipuan serta penggelapan uang nasabahnya yang bernilai ratusan juta rupiah.

Pelaku ditangkap di kawasan Kecamatan Pegasing, Aceh Tengah, Sabtu (4/7/2020) kemarin. Saat ini, ia telah diamankan di Mapolres Abdya.

Kasat Reskrim Polres Abdya, AKP Erjan Dasmi membenarkan hal ini. Ia mengatakan, pelaku diamankan Sabtu pagi setelah polisi melakukan penyelidikan.

"Selain itu juga ada dua orang lainnya yang diamankan, seorang perempuan dan seorang lagi laki-laki," ujarnya.

Kini, polisi pun masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap kasus yang menimpa RA Cs tersebut. Namun, diduga dua orang lainnya yang diamankan tak ada sangkut paut dengan kasus RA.

"Sedang kita lakukan penyelidikan lebih lanjut, untuk hasil sementara yang dua ini tidak terlibat, tapi masih kita dalami," katanya.

Penangkapan terhadap tersangka RA, katanya, dilakukan di sebuah rumah yang baru dikontrak di kawasan Kecamatan Pegasing, Aceh Tengah.

"Keberadaan RA di Aceh Tengah awalnya pulang melihat mertuanya yang sakit. Ketika kabar ini sudah diketahuinya, dia tidak berani lagi kembali ke Abdya, tapi kita melacak dan menangkapnya," ungkap Kasat.

RA diduga menggelapkan uang nasabah dengan jumlah besar. Informasi ini terungkap setelah seorang nasabah bernama Masri, warga Blangpidie memberikan kuasa hukum kepada YARA Perwakilan Abdya untuk mendampinginya melaporkan dugaan tindak penipuan dan penggelapan.

Sekretaris YARA Abdya, Erisman membenarkan bahwa pihaknya kini sedang mendampingi Masri salah satu korban dari kasus dugaan tindak penipuan dan penggelapan yang diduga dilakukan oleh RA.

"Benar Masri memberikan kuasa hukum ke kita terkait kasus dugaan tindak penipuan dan pengelapan oleh oknum pegawai BRI Cabang Blangpidie," katanya.

Ia mengungkapkan, pada 8 Juni 2020 lalu kliennya mengaku menyerahkan uang tunai sebenar Rp100 juta kepada RA untuk disetor, namun uang itu hingga saat ini tidak pernah disetor oleh RA.

"Klien kita sudah beberapa kali mempertanyakan tentang uang itu kepada RS, namun semakin hari semakin terlihat itikat tidak baik dari RA," sebutnya.

Tak hanya mempertanyakan kepada RA, kliennya juga telah mengkonfirmasi pihak bank BRI Cabang Blangpidie dan jawaban yang diterima adalah program sistem pick up seperti yang dipraktikkan RA ternyata sudah ditiadakan oleh BRI sejak setahun lalu.

Penulis: Redaksi
Editor: Hafiz
Rubrik: DaerahHukum

Komentar

Loading...