Gelapkan Uang Nasabahnya, Oknum BRI di Ditangkap

Ilustrasi THR. (via: istimewa)

Blangpidie, Acehportal.com - Polres Abdya menangkap oknum karyawati BRI berinisial RS atas dugaan penipuan serta penggelapan uang nasabahnya yang bernilai ratusan juta rupiah.

Pelaku ditangkap di kawasan Kecamatan Pegasing, Aceh Tengah, Sabtu (4/7/2020) kemarin. Saat ini, ia telah diamankan di Mapolres Abdya.

Kasat Reskrim Polres Abdya, AKP Erjan Dasmi membenarkan hal ini. Ia mengatakan, pelaku diamankan Sabtu pagi setelah polisi melakukan penyelidikan.

"Selain RS juga ada dua orang lainnya yang diamankan, seorang perempuan dan seorang lagi laki-laki," ujarnya.

Kini, polisi pun masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap kasus yang menimpa RS Cs tersebut. Namun, diduga dua orang lainnya yang diamankan tak ada sangkut paut dengan kasus RS.

"Sedang kita lakukan penyelidikan lebih lanjut, untuk hasil sementara yang dua ini tidak terlibat, tapi masih kita dalami," katanya.

Penangkapan terhadap tersangka RS, katanya, dilakukan di sebuah rumah yang baru dikontrak di kawasan Kecamatan Pegasing, Aceh Tengah.

"Keberadaan RS di Aceh Tengah awalnya pulang melihat mertuanya yang sakit. Ketika kabar ini sudah diketahuinya, dia tidak berani lagi kembali ke Abdya, tapi kita melacak dan menangkapnya," ungkap Kasat.

RS diduga menggelapkan uang nasabah dengan jumlah besar. Informasi ini terungkap setelah seorang nasabah bernama Masri, warga Blangpidie memberikan kuasa hukum kepada YARA Perwakilan Abdya untuk mendampinginya melaporkan dugaan tindak penipuan dan pengelapan.

Sekretaris YARA Abdya, Erisman membenarkan bahwa pihaknya kini sedang mendampingi Masri salah satu korban dari kasus dugaan tindak penipuan dan penggelapan yang diduga dilakukan oleh RS.

"Benar Masri memberikan kuasa hukum ke kita terkait kasus dugaan tindak penipuan dan pengelapan oleh oknum pegawai BRI Cabang Blangpidie," katanya.

Ia mengungkapkan, pada 8 Juni 2020 lalu kliennya mengaku menyerahkan uang tunai sebenar Rp100 juta kepada RS untuk disetor, namun uang itu hingga saat ini tidak pernah disetor oleh RS.

"Klien kita sudah beberapa kali mempertanyakan tentang uang itu kepada RS, namun semakin hari semakin terlihat itikat tidak baik dari RS," sebutnya.

Tak hanya mempertanyakan kepada RS, kliennya juga telah mengkonfirmasi pihak bank BRI Cabang Blangpidie dan jawaban yang diterima adalah program sistem pick up seperti yang dipraktikkan RS ternyata sudah ditiadakan oleh BRI sejak setahun lalu.

Penulis:Redaksi
Editor:Hafiz
Rubrik:DaerahHukum

Komentar

Loading...