Dikabarkan Kayu Ilegal Lewat di Bandara SIM

Kayu Gaharu

Banda Aceh, Acehportal.com - Informasi yang diperoleh, ada pengiriman kayu diduga jenis gaharu yang lewat di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar, Sabtu (4/7/2020) kemarin.

Dimana, kayu tersebut dikirim melalui salah satu perusahaan jasa pengiriman barang atau paket. Kayu itu sempat tertahan di bandara karena tidak dilengkapi surat dan diduga ilegal oleh pihak Karantina Pertanian, namun akhirnya lolos.

Masih berdasarkan informasi yang diterima, kayu yang diduga ilegal ini sempat diminta untuk ditahan oleh pihak BKSDA untuk dilakukan pemeriksaan jenis barang dan surat, akan tetapi paket kayu tersebut langsung dilepas, sebelum petugas BKSDA tiba dilokasi.

Saat dikonfirmasi kepada pihak Karantina Pertanian terkait dugaan penyelundupan kayu ilegal itu, diketahui bahwa kayu yang dikirim bukan jenis gaharu melainkan jenis cendana.

Hal ini dikatakan salah satu petugas POPT Karantina Pertanian yang bertugas di wilayah kerja Bandara SIM, Vidiana, Senin (6/7/2020).

"Wa'alaikumussalam. Setelah dilihat oleh BKSDA ternyata kayu cendana, bukan gaharu," katanya saat dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp.

Saat ditanya terkait kronologis penemuan kayu itu, ia menjelaskan, cendana bukan merupakan item yang teradapat di cites, sehingga tidak memerlukan rekomendasi perizinan dari BKSDA dan langsung saja bisa dilalulintaskan.

"Saya petugas POPT yang bertugas di wilker Bandara SIM, Kepala Stasiun, drh. Ibrahim. Kayu tersebut merupakan paket kiriman pengguna jasa via salah satu ekspedisi di Aceh," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala BKSDA Aceh, Agus Arianto yang dikonfirmasi terpisah mengatakan bahwa dirinya tak menerima informasi terkait dugaan penyelundupan kayu ilegal tersebut.

"Waalaikum salam, tidak ada Pak. Saya tidak terima informasi tersebut," katanya saat dikonfirmasi juga melalui pesan Whatsapp.

Penulis:Redaksi
Editor:Hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...