Pari Sungai Raksasa Termasuk Ikan Dilindungi, Ini Aturannya

Screenshot unggahan viral ikan pari air tawar raksasa ditangkap warga di Sungai Musi, Sumatera Selatan.

Palembang, Acehportal.com - Warga di Sumatera Selatan (Sumsel) dihebohkan dengan penemuan seekor pari air tawar raksasa dari Sungai Musi. Pari air tawar atau pari sungai raksasa itu merupakan ikan langka dan masuk dalam bagian satwa dilindungi.

Dilihat detikcom, Jumat (26/6/2020), ikan pari sungai raksasa masuk dalam salah satu daftar satwa dilindungi sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor P.92/MENLHK/SETJEN/KUM.1/8/2018 tentang Perubahan atas Permen LHK nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi.

Permen tersebut diteken oleh Menteri LHK Siti Nurbaya pada 30 Agustus 2018. Terdapat 914 jenis tumbuhan dan hewan yang dilindungi menurut Permen tersebut.

Dalam Permen ini, terdapat sejumlah ikan pari yang masuk sebagai satwa dilindungi, yakni:

1. Himantura oxyrhyncha atau pari sungai tutul
2. Himantura polylepis atau pari sungai raksasa
3. Himantura signifer atau pari sungai pinggir putih
4. Urolophus kaianus atau pari kai
5. Anoxypristis cuspidata atau pari gergaji lancip
6. Pristis clavata atau pari gergaji kerdil
7. Pristis pristis atau pari gergaji gigi besar
8. Pristis zijsron atau pari gergaji hijau

Sebelumnya, berdasarkan video yang dilihat detikcom, Kamis (25/6), terlihat ikan pari raksasa itu diangkat warga dengan posisi ditarik tambang. Kepala desa setempat menjelaskan cerita soal penemuan ikan tersebut.

"Benar ada penemuan ikan pari air tawar di perairan Sungai Musi. Ditemukan pagi tadi pukul 09.00 WIB oleh nelayan," kata Kepala Desa Rantau Keroya Lais, Almiyadi.

Ikan pari ditemukan saat tersangkut jaring nelayan yang airnya tengah surut. Dibutuhkan 10 orang untuk mengangkat 1 ekor ikan pari dari perairan yang keruh itu.

"Kondisi air keruh, surut. Jadi ikan pari itu tersangkut di alat tangkap ikan nelayan di sana. Di angkat sama 10 orang dan untuk bobot ikan sekitar 100 kg lebih," katanya.

Ikan pari itu disebut ditemukan dalam keadaan mati. Pemkab Musi Banyuasin pun menduga pari tersebut mati karena kondisi sungai sedang surut dan keruh.

"Tim kita sudah turun, kejadian seperti ini diperkirakan akibat air yang sangat keruh. Sehingga insangnya ditempel oleh lumpur, ini membuat mata ikan tidak bisa melihat," kata Plt Kepala Dinas Perikanan, Hendra Tris Tomy, Jumat (26/6).

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Andi Wijaya Busro dan Kepala Dinas Kesehatan dr Azmi mengatakan air Sungai Musi sangat keruh. Bahkan ada kandungan belerang (H2S) dan padatan tersuspensi total (TSS) di atas baku mutu di Sungai Musi.

"Air ada kandungan belerang. Kita imbau masyarakat bantaran sungai sementara untuk tidak mengkonsumsi air Sungai Musi secara langsung," katanya.

Sumber:Detik.com
Rubrik:Umum

Komentar

Loading...