Bea Cukai dan Bareskrim Polri Bongkar Penyelundupan 119 Kilogram Sabu di Aceh, 3 Pelaku Diamankan

Barang bukti ratusan kilogram sabu, ribuan pil ekstasi dan lainnya yang diamankan tim gabungan Bea Cukai dan Bareskrim Polri. (Ist)

Banda Aceh, Acehportal.com - Sinergi Bea Cukai dan Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia (Bareskrim Polri) kembali menggagalkan penyelundupan narkotika ke Indonesia melalui perairan Krueng Peureulak, Aceh Timur, Minggu (21/6/2020) kemarin.

Sebanyak 119 kilogram narkotika jenis sabu (metamfetamine) asal Malaysia yang merupakan muatan kapal kayu KM Teupin Jaya diamankan petugas dalam penindakan kali ini.

Konferensi pers gabungan dengan tangkapan lain dengan total 159 kilogram sabu, 3.000 butir ekstasi dan 300 butir happy five telah digelar di Bareskrim Polri, Kamis (25/6/2020).

Kegiatan itu dihadiri Dirjen Bea Cukai, Heru Pambudi, Direktur Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea Cukai Pusat, BM Wijayanta, Direktur KIAL Bea Cukai Pusat, R Syarif Hidayat dan Kakanwil Bea Cukai Kepulauan Riau (Kepri), Agus Yulianto serta Kasi Narkotika dan Barang Larangan Kanwil Bea Cukai Aceh, Mohamad Mutaqin.

Kemudian, juga turut hadir para pejabat dari Polri atau yang mewakili di antaranya Kabareskrim, Kadiv Humas dan Direktur Narkoba.

Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kanwil Bea Cukai Aceh, Isnu Irwantoro mengatakan, penindakan bermula dari informasi akan adanya pemasukan barang yang diduga sabu di perairan Aceh dan sekitarnya yang berasal dari Malaysia.

"Atas informasi tersebut, Minggu (21/6/2020) malam Satgas Kapal Patroli Bea Cukai BC 20002 menindaklanjuti dengan melakukan patroli laut di sekitar perairan Krueng Peureulak, Aceh Timur. Tepat pukul 23.00 WIB, Satgas BC 20002 menjumpai kapal kayu KM Teupin Jaya yang diduga adalah target yg bergerak ke arah Bayeun, Aceh Timur," ujarnya.

Setelah KM Teupin Jaya dihentikan, Satgas melakukan pemeriksaan lebih mendalam hingga akhirnya menemukan 119 paket bungkus teh China, dimana pembungkusnya memiliki berat satu kilogram yang diduga sabu serta mengamankan tiga orang ABK.

Sebagai tindak lanjut atas penangkapan ini, Satgas Kapal Patroli BC 20002 yang diawaki oleh Bea Cukai Kanwil Kepri ini selanjutnya berkoordinasi dengan Kanwil Bea Cukai Aceh dan Bea Cukai Kantor Pusat.

Kapal kayu, barang buktibeserta ketiga tersangka dibawa ke Kantor Bea Cukai Kuala Langsa untuk dilakukan pemeriksaan dan penelitian lebih mendalam. Selanjutnya, 119 kilogram sabu dan ketiga tersangka telah diserahterimakan oleh Kanwil Bea Cukai Aceh ke Bareskrim Polri, Rabu (24/6/2020) di Ruang Media Center Bea Cukai Kuala Langsa.

"Bea Cukai juga telah melakukan koordinasi dengan Bareskrim Polri untuk pengembangan dan penyelidikan kasus lebih lanjut. Bareskrim Polri menyatakan kasus ini sudah sampai ke tahap pengembangan jaringan pengendali yang merupakan menjadi daftar pencarian orang (DPO) kepolisian tahun 2014," ungkapnya.

Penindakan yang telah dilakukan Bea Cukai juga tidak lepas dari kerja sama dan sinergi yang telah dibangun dengan Bareskrim Polri, khususnya Direktorat Tindak Pidana Narkoba. Fokus kerjasama yang dibangun selama tiga tahun ini adalah sharing information, joint operation dan joint investigation.

"Sinergi kedua instansi ini merupakan langkah strategis pemberantasan perdagangan gelap narkoba ke wilayah Indonesia agar menghasilkan dampak yang maksimal kepada jaringan narkoba. Sinergi yang berbuah hasil penindakan narkoba ditindaklanjuti dengan pengungkapan jaringan narkoba yang akan memberikan gambaran peta risiko dan informasi yang digunakan kembali untuk menciptakan langkah lanjutan upaya pemberantasan dan targeting untuk patroli laut Bea Cukai," papar Isnu.

Atas penggagalan penyelundupan yang dilakukan kali ini, Bea Cukai telah menambah jumlah kasus penindakan narkotika sepanjang tahun 2020.

Hingga Juni 2020, tercatat 331 kasus penyelundupan telah berhasil digagalkan. Penindakan ini adalah bentuk nyata komitmen Bea Cukai dalam melindungi masyarakat Indonesia dari bahaya narkoba.

"Bea Cukai juga akan terus menjalin kerja sama dengan aparat penegak hukum lainnya untuk meningkatkan intensitas dan efektivitas pengawasan. Masyarakat juga dapat mendukung kegiatan ini dengan melaporkan kepada pihak yang berwenang jika menemukan kegiatan ilegal atau  perbuatan melanggar hukum," tambahnya.

Penulis:Redaksi
Editor:Hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...