Sat Reskrim Polres Bireuen Tangkap Penjual Siamang Hitam

Siamang Hitam yang diamankan polisi dari para pelaku. (Ist)

Bireuen, Acehportal.com - Personel Sat Reskrim Polres Bireuen menangkap empat pelaku penjualan satwa liar dilindungi jenis Siamang Hitam (symphalangus syndactylus).

Keempat pelaku yang ditangkap berinisial MY (17), FM (19), RH (19) dan SI (16) yang merupakan warga Kecamatan Sawang, Aceh Utara.

Para pelaku ini ditangkap polisi di kawasan Gampong Lhok Mambam, Kecamatan Gandapura saat melintas menggunakan mobil pikap jenis Panther.

Penangkapan berawal saat tim Sat Reskrim Polres Bireuen yang dipimpin KBO Ipda Nasruddin sedang melakukan patroli di seputaran Kecamatan Gandapura, Jumat (19/6/2020) malam lalu.

Kapolres Bireuen, AKBP Taufik Hidayat melalui Kasat Reskrim, Iptu Dimmas Adhit Putranto mengatakan, penangkapan pelaku dilakukan saat tim berpapasan dengan mobil mereka yang mengangkut jeriken minyak. Karena mencurigakan, mobil pikap itu pun akhirnya diberhentikan.

"Saat diperiksa, diantara jeriken-jeriken tersebut terdapat sangkar dari rotan yang berisikan Siamang Hitam, salah satu satwa yang dilindungi," terangnya, Rabu (24/6/2020).

Keempat pelaku beserta barang bukti yang ditemukan pun langsung dibawa ke Polres Bireuen untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Hasil pemeriksaan para pelaku, diketahui Siamang Hitam ini ditangkap di area kebun sawit di daerah Gampong Gunci, Kecamatan Sawang, Aceh Utara.

Rencananya, hewan dilindungi tersebut akan diantarkan ke seseorang yang berada di Gampong Monklayu, Kecamatan Gandapura untuk dijual.

"Dari penyelidikan lanjut, para pelaku yang ditetapkan sebagai tersangka yakni F dan MY, sedangkan FM dan RH ditetapkan sebagai saksi," kata Kasat.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan Pasal 40 Ayat 2 UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE) dengan ancaman hukuman kurungan lima tahun penjara.

"Kita berkoordinasi dengan pihak Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh sebagai saksi ahli dalam kasus ini," tambahnya.

Penulis:Redaksi
Editor:Hafiz
Rubrik:DaerahHukum

Komentar

Loading...