Merasa Ditipu, Seorang Pria Di Aceh Barat Laporkan Perusahaan Asuransi ke Polisi

Nazaruddin (Pelapor), warga Gampong Drien Rampak, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat. (Dani/Acehportal.com)

Meulaboh, Acehportal.com - Seorang warga Aceh Barat, Nazaruddin, merasa menjadi  korban dugaan penipuan melaporkan kejahatan AL, seorang direktur di sebuah perusahaan cabang daerah yang bergerak di bidang asuransi jiwa ke SPKT Polres Aceh Barat, Senin (15/6/2020) kemarin.

Berdasarkan hasil laporan yang dikeluarkan SPKT Polres Aceh Barat setelah Nazaruddin melaporkan AL dengan Nomor: LP/49/VI/2020/Aceh/RES ABAR/SPKT menyebutkan, korban dan terlapor pertama sekali bertemu di sebuah kafe di wilayah Aceh Barat pada 20 Februari 2019 lalu, disana mereka membahas tentang asuransi.

Setelah itu, Nazaruddin diajak AL untuk menjadi donatur di perusahaan asuransi itu serta menjanjikan keuntungan yang akan diberikan setiap bulan. Selanjutnya, menjelang sebulan kemudian, korban merasa tertarik untuk ikut jadi donatur di perusahaan tersebut, hingga pelapor mentransfer uang senilai Rp 110 juta.

Namun yang menjadi persoalannya adalah keuntungan terhadap pelapor. Janji yang diiming-imingkan oleh AL dalam sebulan mendapatkan senilai Rp 7,9 juta lebih sampai saat ini Nazaruddin mengaku belum ia terima sepeser pun.

Berdasarkan hal itu, kata Nazaruddin, dirinya yang merasa ditipu melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polres Aceh Barat kemarin pagi.

Sementara itu, AL ketika diminta keterangan oleh sejumlah awak media di kantor asuransi wilayah Aceh Barat, Selasa (16/6/2020) menjelaskan, Nazaruddin pada saat itu menerima hasil kesepakatan kerjasama menginvestasikan dana senilai Rp 110 juta untuk membangun satu unit kantor pemasaran mandiri di wilayah kota Meulaboh, Aceh Barat.

Namun yang tertuang pada akta Notaris 3.309/L/CI/III/2019 dengan perjanjian bagi hasil setelah kantor terealisasi dengan tim sebagai agen perusahaan yang dimaksud di pusat sana.

"Adapun yang bapak Nazaruddin lakukan setelah sewa ruko dan pekerjaan renovasi kantor sedang dijalankan, Nazaruddin sudah banyak melakukan isu-isu ke kantor pusat dan kantor cabang Medan dan melaporkan hal-hal yang dinilai AL sangat merugikan dirinya selaku penanggung jawab investasi dari Nazaruddin," ungkap AL.

"Saya merasa keberatan tidak adanya support dan dukungan sepenuhnya dari Bapak Nazaruddin selaku salah satu investor di kantor yang akan kami bangun dengan kesepakatan tersebut," kata AL.

Sementara yang dikatakan oleh Nazaruddin kepadanya yang menyebutkan penipu dan iming-iming saja, AL dalam hal ini merasa sangat keberatan karena dirinya berkomitmen dengan sepenuh hati membangun kantor bekerja merekrut agen-agen baru untuk pembentukan leader dan agen solid dan bermutu.

Selain itu, dana polis (asuransi) yang disetor titip ke rekening BNI AL oleh Nazaruddin atas kesepakatan sebagai bentuk kontribusi agar kantor mempunyai produksi awal juga disertai kesepakatan seluruh leader yang bergabung pada tim perusahaan yang dimaksud di kota Meulaboh setelah kantor aktif.

Adapun kendala dana polis Nazaruddin, lanjutnya, tim leader belum mereka realisasikan ke kantor pusat dikarenakan kendala yang Nazaruddin ciptakan sendiri baik tidak sengaja maupun sengaja melaporkan ke kantor pusat Medan bahwa AL dituding seorang penipu.

"Akibat dari sikap dan perbuatan Nazaruddin, saya banyak menanggung beban dan malu, persentasi kinerja saya pun menjadi terkesan sangat buruk sehingga izin operasional kantor terkendala tertahan izin sampai saat ini, bagaimana cara bagi hasil sedangkan izin operasional kantor masih terkendala, ini semua akibat ulahnya," tutup AL.

Penulis:Dani
Editor:Hafiz
Rubrik:DaerahHukum

Komentar

Loading...