Sat Resnarkoba Polresta Banda Aceh Tangkap Kurir Sabu dan Ganja

Sebagai barang bukti sabu yang diamankan polisi. (Ist)

Banda Aceh, Acehportal.com - Hampir sebulan bertugas sebagai Kasat Resnarkoba Polresta Banda Aceh, AKP Raja Aminuddin Harahap telah banyak menuai keberhasilan dalam memberantas terhadap peredaran narkotika.

Ha ini dibuktikan dengan penangkapan terhadap pelaku pemilik, pengedar serta pengguna narkotika di wilayah hukum Polresta Banda Aceh.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto melalui Kasat Resnarkoba mengatakan, sejumlah pemilik, pengedar, pengguna narkotika sudah ditangkap.

"Belasan pelaku pemilik, pengguna dan pengedar telah kita amankan, ini hasil dari informasi warga yang melaporkan kepada kami selaku petugas penegakan hukum dikarenakan sangat merusak masa depan orang lain," ujarnya, Minggu (14/6/2020).

Seperti halnya, RA, (33) warga Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh yang ditangkap personel Sat Resnarkoba Polresta Banda Aceh pada Jumat (12/6/2020) kemarin karena memiliki ganja dan sabu.

"RA ditangkap atas kepemilikan narkotika jenis ganja dan sabu di sebuah rumah di Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh dengan barang bukti dalam  bungkusan koran yang berisikan narkotika jenis ganja dengan berat 10,32 gram dan delapan bungkus plastik warna bening yang didalamnya berisikan Narkotika jenis sabu dengan berat 4,77 gram," ungkapnya. L

Selain itu, petugas juga menyita satu unit timbangan digital merek Constant dan handphone merek Xiaomi warna rose gold sebagai alat penghubung.

AKP Raja Aminuddin Harahap mengatakan, penangkapan ini berdasarkan informasi awal dari warga yang sangat resah atas kelakuan tersangka, dan ini direspon baik oleh petugas sehingga berhasil dilakukan penangkapan.

"Kami berhasil melakukan penangkapan terhada RA, namun untuk pemasok atau pemilik narkotika jenis sabu bernama AZ (41) kami tetapkan sebagai DPO, ianya sudah berulang kali melakukan hal yang sama," tuturnya.

Saat RA ditangkap, petugas mendapatkan barang bukti berupa delapan bungkus sabu di dalam saku celana yang tersangka gunakan dan satu bungkusan ganja ditemukan di bawah gubuk di depan rumah tersangka.

Menurut keterangan tersangka RA, dirinya membeli ganja itu dari YB (40) seharga Rp 50 ribu di Kecamatan Lhoong, Aceh Besar.  Sementara sabu, diperoleh dari tersangka AZ dengan cara dititipkan yang dihargai senilai Rp 4 juta rupiah untuk dijual kembali dengan harapan memperoleh keuntungan yang besar.

"Hasil penjualannya sebanyak 15 paket sudah terjual dan hasil penjualan juga telah diserahkan kepada AZ selaku bandar sebesar tiga juta rupiah, sementara itu yang tersisa adalah delapan bungkusan kecil," katanya.

Saat ini tersangka RA mendekam disel tahanan Polresta Banda Aceh dan dikenakan Pasal 111 ayat (1) Jo Pasal 112 ayat (1) Jo pasal 114 ayat (1)  dari UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

*Polisi Ciduk Tersangka Sedang Pesta Sabu di Banda Aceh

Satuan Reserse Narkotika Polresta Banda Aceh menciduk empat tersangka  penyalaghunaan narkotika jenis sabu dan ganja.

Penangkapan terhadap empat orang pelaku Tindak Pidana Narkotika jenis Sabu dan ganja. Penangkapan ini terjadi di sebuah rumah kawasan Kecamatan Syiah Kuala, dan Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh, Jumat (12/6/2020) sekitar jam 21.30 WIB.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto, SH melalui Kasatresnarkoba AKP Raja Aminuddin Harahap, S.Sos mengatakan, penangkapan ini terjadi diseuah rumah kawasan Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh.

"Penangkapan terjadi saat para tersangka berinisial NR (27) warga Pidie, RPP (27) warga Leupung, Aceh Besar, TF (27) warga Aceh Utara sedang menghisap sabu disebuah kamar tempat mereka huni. Saat itu petugas mendobrak pintu rumah dan melihat adanya ganja dan sabu yang berada di lantai kamar serta bong sabu di atas lemari dalam kamar tersebut," jelas Kasatresnarkoba.

Kemudian lanjutnya, petugas melakukan interogasi ketiga tersangka dan diperoleh keterangan bahwa sabu tersebut dibeli dari MU (27) warga Pidie Jaya dengan harga 200 ribu rupiah.

"Sabu yang dipergunakan oleh ketiga tersangka diperoleh dengan cara dibeli pada tersangka MU sebesar 200 ribu di perumahan Panteriek, Lueng Bata pada hari Jumat (12/6/2020)," kata Kasatresnarkoba.

Tidak menunggu lama, petugas bergerak ke rumah tersangka MU di kawasan Lueng Bata dan berhasil mengamankan tersangka tanpa pelawanan, tutur Raja Aminuddin Harahap.

Sementara itu, barang bukti berupa ganja milik TF diperoleh dari MUL warga Ulee Kareng, Banda Aceh dan diperoleh dengan cara dibeli seharga 15 ribu rupiah.

Polisi berhasil menyita barang bukti berupa  sabu dengan berat 0,15 gram dan ganja dengan berat 0,33 gram. Sementara itu baang bukti lainnya berupa botol plastik yang pada tutupnya telah diberi dua lubang serta  sudah terpasang pipet plastik dan pada salah satu pipet terpasang kaca pirex, kemudian potongan pipet plastik untuk sendok sabu, kertas aluminium foil, mancis dan kertas tiktak warna putih.

#Tersangka MU Memperoleh Sabu dari Tesangka ZUL warga Aceh Besar

Berdasarkan keterangan darri ke empat tersangka, MU memperoleh sabu dari ZUL (31) warga Krueng Barona Jaya, Aceh Besar di sebuah depot air gampong Lampermai, Aceh Besar, Jumat (12/6/2020).

Sabu yang diperoleh dari tersangka Zul dipergunakan bersama - sama ddalam sebuah kamar dikawasan kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh pada hari yang sama.

Kasatresnarkoba mengatakan, setelah memperoleh keterangan dari keempat tersangka, petugas langsung melakukan penangkapn terhadap tersangka ZUL di sebah depot air, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar pada Sabtu dini hari (13/6/2020).

"Selain melakukan penangkapan atas penjual sabu, petugas juga  menemukan barang bukti lainnya berupa alat hisap sabu serta timbangan digital milik tersangka ZUL," sambung Kasatresnarkoba.

AKP Raja Aminuddin Harahap mengatakan, saat dilakukan interogasi tersangka ZUL, ianya  mengakui bahwa tersangka MU memesan satu paket sabu seharga 150 ribu rupiah dan tersangka ZUL mengarahkan MU untuk melakukan transaksi tersangka TA yang saat itu juga sedang berada di depot air tersebut.

#Tersangka TA Ternyata Selama ini  Bertempat Tinggal di Asrama Mahasiswa Aceh Selatan 

Petugas Satuan Reserse Narkoba Polresta Banda Aceh terus memburu keberadaan TA yang merupakan warga Lembah Seulawah, Aceh Besar dan berakhir di Asrama Mahasiswa Aceh Selatan, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Sabtu (13/6/2020) sekitar jam 01.30 WIB.

AKP Aminuddin Harahap mengatakan, perburuan terhadap tersangka TA berakhir disebuah asrama mahasiswa di kawasan gampong Pineung Banda Aceh, sabtu dini hari.

"Dalam penangkapan terhadap tersangka TA, petugas berhasil menyita barang bukti berupa bungkusan rokok Marlboro warna merah putih yang didalamnya terdapat lima bungkusan sabu, dua unit handphone sebagai alat penghubung tersangka," sebut Kasatresnarkoba.

Petugas menemukan bungkusan rokok yang berisikan sabu yang sengaja diletakkan di bawah tempat duduk tersangka TA pada saat itu berada. TA memperoleh barang bukti sabu tersebut dari EZA (DPO) sebanyak 1,5 SAK pada hari Jumat (12/6/2020) di sebuah gampong dalam kecamatan Banda Raya untuk dijualnya kepada orang lain dan hasil penjualan akan diserahkan kepada EZA  seharga 4,9 juta apabila sabu tersebut telah habis di jualnya, Pungkas Kasatresnarkoba.

Para tersangka tersebut di atas di duga melakukan tindak pidana sebagaimana di maksud dalam Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 114 ayat (2) Jo dari UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara 20 tahun.

Penulis:Redaksi
Editor:Hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...