Dalam Rangka Ketahanan Pangan, Kapolda bersama Forkopimda Aceh Tinjau Lahan Kosong di Blang Bintang

Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada bersama Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, Pangdam IM, Mayjen TNI Hassanudin dan lainnya meninjau lahan kosong di Blang Bintang, Aceh Besar, Sabtu (13/6/2020). (Ist)

Banda Aceh, Acehportal.com - Dalam rangka ketahanan pangan, Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada bersama Forkopimda Aceh yang terdiri dari Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, Pangdam IM, Mayjen TNI Hassanudin, Kajati Aceh dan sejumlah pejabat lainnya meninjau lahan kosong di kawasan Gampong Data Makmur, Kecamatan Blang Bintang, Aceh Besar, Sabtu (13/6/2020).

Sejumlah pejabat lain yang ikut ke lokasi lahan kosong tersebut adalah pejabat utama Polda Aceh dan Kodam IM, KADIN Aceh, Dinsos Aceh, BPBD, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat serta lainnya.

Kegiatan itu digagas oleh organisasi Himpunan Putra-Putri Angkatan Darat (Himapakad) dan lahan kosong itu seluas kurang lebih 100 hektar akan dijadikan kebun bagi masyarakat sekitar yang rencananya akan ditanami cengkeh, alpukat, jagung dan sebagainya.

Seusai meninjau lahan kosong itu, unsur Forkopimda Aceh mengunjungi kilang padi Meutuah Baro di Jalan Blang Bintang Lama, Gampong Lamneuhen, Kecamatan Kutabaro, Aceh Besar.

Unsur Forkopimda Aceh bersama rombongan lainnya melakukan peninjauan itu hingga pukul 13.00 WIB.

*Polda Aceh Imbau Masyarakat Tak Buka Lahan Dengan Bakar Hutan

Selain itu, Polda Aceh juga mengimbau masyarakat di Aceh untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar hutan. Hal ini dikatakan Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Ery Apriyono.

"Imbauan ini adalah sosialisasi kepada masyarakat di Aceh agar tidak membakar hutan baik pada saat membuka lahan atau keperluan lainnya," katanya.

Ery menjelaskan, membakar hutan atau lahan sembarangan akan berdampak buruk terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Selain itu, membakar hutan adalah perbuatan merusak lingkungan dan mendatangkan mudharat bagi orang lain serta hal itu sangat dilarang dalam agama.

"Untuk itu diimbau kepada berbagai elemen masyarakat di Aceh agar bersama-sama menjaga kelestarian alam dengan tidak membakar lahan dan hutan. Dilarang melakukan aktivitas yang dapat membahayakan dan memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan," jelasnya.

"Kemudian, dilarang merokok atau membuang puntung rokok sembarangan khususnya di kawasan lahan dan hutan," kata Kabid Humas lagi.

Tak hentinya ia meminta masyarakat maupun korporasi yang akan bercocok tanam atau berkebun tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

"Masyarakat apabila mengetahui kebakaran hutan dan lahan segera melaporkan kepada kepolisian dan aparat terkait," tegasnya.

Untuk diketahui, bagi para pelaku pembakaran hutan dan lahan akan dikenai sanksi pidana sebagaimana yang tercantum dalam Undang-undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, lalu Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup serta Undang-undang Nomor 18 Tahun 2004 Tentang Perkebunan.

Penulis:Redaksi
Editor:Hafiz
Rubrik:Umum

Komentar

Loading...