Pembunuhan Nenek di Aceh Utara

Korban: Gorok Saja Leher Saya, Biar Saya Dapat Surga

Tersangka diamankan di Mapolres Aceh Utara. (Ist)

Lhoksukon, Acehportal.com - Pelaku pembunuhan terhadap seorang nenek di Kecamatan Tanoh Jambo Aye, Aceh Utara yakni Fatimah akhirnya ditangkap. Pelaku tak lain adalah anaknya sendiri yakni NS (35) yang awalnya diperiksa sebagai saksi dalam kasus tersebut.

Kapolres Aceh Utara, AKBP Tri Hadiyanto melalui Kasat Reskrim, AKP Rustam Nawawi mengatakan, tersangka NS (43) selama ini tinggal di Kecamatan Baktiya, Aceh Utara yang sehari-harinya berprofesi sebagai tukang bangunan.

Dari pemeriksaan awal terhadap NS, polisi memperoleh informasi bahwa dirinya sekira pukul 05.00 WIB pagi kemarin berangkat dari rumah menuju ke Pasar Panton lalu berangkat ke rumah korban yang tak lain adalah orang tua kandungnya.

"Sampai di rumah korban yang bersangkutan mengambil sebilah pisau dan disembunyikan di dekat pohon pisang, ia masuk dan meminta uang sebanyak Rp 300 ribu kepada korban," ujarnya Selasa (9/6/2020).

Korban yang dimintai uang saat itu mengatakan bahwa ia tak memiliki uang sebanyak itu. Hal ini diketahui berdasarkan pengakuan tersangka NS kepada polisi usai ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan orang tuanya sendiri.

"Karena korban mengatakan tidak punya uang, pelaku meminta uang sebanyak 20 ribu saja untuk membeli rokok. Korban juga menjawab tidak ada uang, hingga pelaku mengancam korban dengan sebilah pisau," ungkap Kasat.

Dibawah ancaman anaknya sendiri, korban pun pasrah dan mengatakan kepada anaknya agar melancarkan aksinya tersebut. "Gorok saja leher saya, biar saya dapat surga," kata korban kepada pelaku saat itu yang diperagakan pelaku kepada polisi saat diperiksa.

"Yang bersangkutan langsung melakukan aksi sadisnya, korban terjatuh dengan posisi terlentang. Lalu pelaku membalikkan tubuh korban dan merekayasa seolah bukan dia pelaku (korban dibunuh orang lain), termasuk merekayasa pintu rumah dengan membuka kunci dan lainnya," jelas Kasat.

Usai berbuat demikian, NS pun meletakkan pisau yang digunakan untuk membunuh korban di samping dinding kamar dan keluar dari rumah tersebut. Di luar rumah, NS membersihkan tangannya menggunakan tanah dan daun pisah lalu pergi ke salah satu warung kopi di kota Panton Labu untuk minum kopi.

"Saat duduk sebentar dan belum sempat pesan minum, pelaku merasa tidak nyaman dan kembali ke rumah korban. Disanalah ia melapor ke warga sekitar jika korban sudah meninggal seakan dirampok atau dibunuh orang lain," tambahnya.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti seperti pisau yang digunakan korban, pakaian yang dikenakan korban serta pakaian yang dikenakan pelaku, senter dan lainnya.

"Kasus ini masih dalam penanganan lebih lanjut," tutup Kasat Reskrim Polres Aceh Utara, AKP Rustam Nawawi.

Penulis:Redaksi
Editor:Hafiz
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...