Enam Orang Diamankan Karena Uang Palsu, Tiga Diantaranya Di Bawah Umur

Para pelaku peredaran uang palsu diamankan di Mapolres Aceh Timur. (Ist)

Banda Aceh, Acehportal.com - Sat Reskrim Polres Aceh Timur mengamankan enam orang lelaki atas kasus peredaran uang palsu. Mereka ditangkap terpisah Senin (8/6/2020) dan Selasa (9/6/2020) di sejumlah kawasan di Aceh Timur.

Pengungkapan kasus peredaran uang palsu ini berawal saat korban yakni Mustafa (44) beserta beberapa warga Gampong Matang Kumbang, Kecamatan Simpang Ulim, Aceh Timur menangkap basah tiga orang anak laki-laki yang terbukti mengedarkan uang palsu, Senin (8/6/2020) kemarin.

Dir Reskrimum Polda Aceh, Kombes Pol Agus Sarjito mengatakan, tiga anak lelaki yang awalnya diamankan warga adalah SL (17), RM (16) serta AM (14) yang merupakan warga asal Aceh Utara. Dua diantaranya yakni AM dan SL diketahui sebagai pelajar, sementara RM tak bersekolah.

"Dari keterangan korban mereka jajan di warung sebanyak lima ribu menggunakan uang palsu sebesar Rp 50 ribu, anak korban memberikan uang kembalian sebesar Rp 45 ribu. Setelah ambil kembalian mereka pergi dan berkumpul di lokasi yang tak jauh dari warung itu, disitulah korban sadar bahwa ternyata mereka membayar dengan uang palsu dan menangkap basah ketiganya," jelasnya.

Dari keterangan ketiga anak tersebut yang sempat diamankan di Polsek Simpang Ulim, uang palsu itu diedarkan ke warung-warung secara bergantian. Dimana, mereka berbelanja sebanyak lima ribu dengan uang palsu senilai Rp 50 ribu dan mengambil kembalian yang merupakan uang asli sebanyak Rp 45 ribu.

"Diketahui uang palsu ini diperoleh dari MF (45), warga Kecamatan Samudera, Aceh Utara. Setelah MF tertangkap Selasa (9/6/2020) siang, ia mengaku mendapatkan uang palsu ini dari NS (30), juga warga Aceh Utara," jelasnya lagi.

Polisi yang terus mendalami dan mengembangkan kasus ini usai mengamalkan MF dan NS, akhirnya menangkap satu tersangka lain yakni AM (50) yang juga merupakan warga Kecamatan Samudera, Aceh Utara.

"Dari tersangka NS diamankan uang palsu sebanyak Rp 450 ribu yang diperoleh dari AM sebanyak dua ikat atau senilai Rp 10 juta, diakui banyak uang palsu yang rusak dan tak bisa digunakan sehingga dibakar oleh NS," kata Direktur lagi.

Sementara itu, AM mengaku bahwa uang palsu ini diperoleh dari HS, warga Aceh Utara yang telah ditangkap personel Polres Aceh Utara atas penyalahgunaan narkoba jenis sabu. Polisi pun masih terus mendalami kasus peredaran uang palsu ini.

"Para pelaku diamankan di Mapolres Aceh Timur dengan barang bukti dompet, uang palsu senilai Rp 500 ribu, handphone dan lainnya termasuk uang asli has peredaran uang palsu sebanyak Rp 557 ribu. Kasus ini masih ditangani lanjut dan oekaku dijerat Pasal 245 KUHPidana," tambahnya.

Penulis:Redaksi
Editor:Hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...