Kini Babinsa Tak Hanya Ada di Kesatuan TNI AD, Namun Juga di TNI AU dan TNI AL

Danlanud SIM, Kolonel Pnb Hendro Arief menyematkan bagde lengan Babinsa kepada tiga personel Lanud SIM yang sudah ditunjuk menjadi Babinsa TNI AU di Lapangan Mako Lanud Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar, Senin (8/6/2020). (Ist)

Banda Aceh, Acehportal.com - Usai melaksanakan apel pagi, Komandan Lanud Sultan Iskandar Muda (Danlanud SIM), Kolonel Pnb Hendro Arief menyematkan bagde lengan Babinsa kepada tiga personel Lanud SIM yang sudah ditunjuk menjadi Babinsa (Bintara Pembina Angkasa) TNI Angkatan Udara di Lapangan Mako Lanud Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar, Senin (8/6/2020).

Ketiga Bintara yang dilantik menjadi Babinsa yakni Serma Jepri Sinurat Ba. Senjata Sisen Dislog, Sertu Joni Iswanto Ba. Perpustakaan Urjarah Pentak dan Sertu Panji Noor Cahyadi Ba. PLLU Sibaseops Disops.

Kolonel Pnb Hendro Arief mengharapkan kepada tiga Bintara yang telah dilantik menjadi Babinsa TNI AU agar benar-benar melaksanakan tugas sesuai dengan job describtion.

“Peran teritorial TNI adalah tangung jawab bersama baik TNI AD, AL maupun TNI AU sehingga di tiap-tiap Kotama dibentuk Aster (Asisten Teritorial), dalam sejarah telah membuktikan perjalanan TNI teritorial sudah melekat pada diri TNI AD, namun karena dihadapkan pada tuntutan situasi dan kondisi di lapangan, kini satuan TNI AU dan TNI AL juga membentuk satuan teritorial Babinsa TNI AU yang disebut (Bintara Pembina Angkasa) dan Babinsa TNI AL (Bintara Pembina Samudra),” jelasnya.

Sesuai arahan pimpinan TNI, jelas Danlanud, kedepan di setiap pangkalan TNI sesuai dengan kebijakan baru, kini TNI Angkatan Udara dan TNI Angkatan Laut juga memiliki Babinsa yang akan mengawaki satuannya masing-masing.

“Dengan hadirnya Babinsa TNI AU dan Babinsa TNI AL maka setiap kesatuan mulai dari (Bintara Pembina Desa) TNI AD, (Bintara Pembina Samudra) TNI AL dan (Bintara Pembina Angkasa) TNI AU serta Bhabinkamtibmas Polri agar berkolaborasi bersama-sama menciptakan keamanan ditengah-tengah masyarakat, sehingga jika terdapat permasalahan yang ada terjadi di wilayahnya dapat diselesaikan dengan baik melalui musyawarah dan mufakat maka akan terjadi situasi yang aman serta kondusif,” harapnya.

*Danlanud SIM Bagikan Alat Pembuat Lubang Biopori

Sementara itu, selesai melaksanaan apel pagi yang rutinitas dilaksanakan tiap hari kerja, Danlanud SIM membagikan alat pembuat lubang Biopori kepada personel Lanud SIM untuk dimanfaatkan sebagai resapan air.

Penyerahan alat pembuat lobang Biopori sebanyak 10 unit ini dilaksanakan di Lapangan Apel Mako Lanud Sultan Iskandar Muda.

Danlanud SIM menjelaskan, cara penggunaan alat pembuat lubang Biopori dan manfaatnya bagi lingkungan dan kehidupan sehari-hari adalah mengatasi banjir, tempat pembuangan sampah organik, penyubur tanaman, menambah daya resap air di lingkungan rumah serta tanah yang semakin sehat karena aktivitas biotanah dan meningkatkan kawasan hijau.

"Jadi, kata Danlanud, setiap prajurit harus membuat lubang minimal empat setiap pohon dengan jarak dia meter dari pohon dengan kedalaman setiap lubang tidak kurang dari satu meter," Perintah Kolonel Pnb Hendro Arief kepada prajuritnya.

"Kegiatan Biopori ini memang sudah pernah kita laksanakan secara serentak melalui program dari Mabes TNI pada tahun 2012, jadi biopori ini tidak asing lagi bagi kita, hanya melanjutkan dan memperbaiki lubang-lubang yang sudah tertutup," tambahnya.

Penulis:Redaksi
Editor:Hafiz
Rubrik:Umum

Komentar

Loading...