Kontraktor Pelaksana Pembangunan PLTU 3-4 Abaikan Permintaan Warga Gelanggang Merak

Sejumlah dam truk ditahan warga Gelanggang Merak melakukan pengangkutan material untuk pembangunan PLTU 3-4 Nagan Raya, Kamis (4/6/2020). (Dani/Acehportal.com)

Meulaboh, Acehportal.com - Meski sudah dilarang oleh sejumlah warga Dusun Gelanggang Merak, Gampong Suak Puntong, Nagan Raya, namun puluhan dam truk pengangkut material galian C untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) masih memaksa melakukan pengangkutan.

Warga yang merasa kesal, pagi tadi sekitar pukul 09.30 WIB kembali dilakukan pemblokiran jalan masuk PLTU 3-4 dan terlihat saat ini dam truk yang bermuatan timbunan itu dilarang untuk melakukan pembongkaran.

Sebelumnya, Rabu kemarin warga juga memblokir pintu masuk PLTU 3-4 dan menuntut pihak perusahaan terkait untuk menunda dulu aktivitas pengangkutan material pembangunan PLTU 3-4, lantaran pembayaran ganti rugi masyarakat setempat belum ada kepastian.

"Padahal kemarin sudah kita minta aktivitas pengangkutan material untuk sementara ditunda dulu, sebelum ada kepastian terkait ganti rugi lahan masyarakat, namun yang terjadi hari ini bukan seperti perjanjian kemarin, sepertinya kontraktor pelaksana pembangunan PLTU 3-4 tidak peka atas keluhan yang disampaikan warga setempat," kata seorang warga, Cut Wardah Kepada Acehportal.com, Kamis (4/6/2020).

Meski demikian, kata Wardah, walaupun sejumlah dam truk bersikeras melakukan pengangkutan material untuk pembangunan PLTU 3-4 hari ini, mereka (warga) tetap memblokir pintu masuk PLTU 3-4 sampai datangnya kontraktor pelaksana untuk memberikan kejelasan kenapa masih ada aktivitas pengangkutan.

Selain itu, meski sudah dilarang oleh warga sejumlah awak dam truk yang mengangkut timbunan untuk pembangunan PLTU 3-4, masih membandel. Bak yang semestinya ditutupi terpal ketika mengangkut material namun tetap dibiarkan terbuka.

Hal itu membuat warga setempat bertambah kesal sebab muatan berupa tanah timbunan tercecer sepanjang jalan nasional hingga mencemari lingkungan sekitar dan kondisi itu pula tak hanya mengotori sepanjang jalan nasional, bahkan bisa membahayakan bagi pengguna jalan.

"Debu yang berterbangan ulah sopir dam truk itu bisa membuat bagi pengendara di jalan kelilipan mata dan bisa membahayakan bagi pengguna jalan terutama bagi pengendara bermotor," katanya.

Dirinya berharap, kepada pihak terkait, terutama kepada kontraktor pelaksana pembangunan agar menertibkan dam truk yang bermuatan penuh tanpa menggunakan terpal. Karena, hal tersebut dinilai sangat menggangu kendaraan lainnya," pungkasnya.

Penulis:Dani
Editor:Hafiz
Rubrik:Daerah

Komentar

Loading...